<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Keterbatasan Konselor Genetik: Fondasi Genomik yang Terabaikan (Policy Brief 2024)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Husna</mods:namePart><mods:namePart type="family">Nugrahapraja</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Alidza</mods:namePart><mods:namePart type="family">Fauzi</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Kindi</mods:namePart><mods:namePart type="family">Adam</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Eva</mods:namePart><mods:namePart type="family">Laelasari</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Indonesia saat ini berupaya melakukan transformasi layanan kesehatan dengan memperkuat layanan genomik nasional. Kebutuhan konseling genetik meningkat pesat seiring berkembangnya teknologi kedokteran presisi, namun kapasitas tenaga konselor genetik masih jauh dari memadai. Idealnya, National Society of Genetic Counselors (NSGC) merekomendasikan rasio sekitar 1 konselor genetik per 75.000 orang. Dengan hanya sekitar 100 konselor untuk 270 juta penduduk, Indonesia menghadapi kesenjangan yang menghambat pemanfaatan hasil tes genomik, memperlebar ketimpangan layanan, dan berisiko menimbulkan keputusan medis yang tidak tepat.&#13;
Tanpa rekognisi profesi, standar kompetensi, serta mekanisme sertifikasi yang jelas, pelayanan konseling genetik tidak dapat diintegrasikan secara optimal dalam sistem kesehatan. Dampaknya, fasilitas kesehatan kekurangan tenaga khusus, masyarakat kehilangan kesempatan deteksi dini, dan potensi penerapan teknologi genomik dalam kebijakan kesehatan menjadi tidak maksimal. &#13;
Karena itu diperlukan tindakan untuk memperkuat konseling genetik dengan menetapkan rekognisi profesi dan membentuk kolegium, mempercepat pelatihan dan sertifikasi, mengintegrasikan konseling genetik di fasilitas kesehatan termasuk melalui telekonseling, serta memperkuat literasi publik. Intervensi ini akan mempercepat transformasi genomik nasional dan memastikan manfaatnya dirasakan secara merata.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WA Public Health</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2024</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Other</mods:genre></mods:mods>