<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>TBC Anak Terabaikan: Tingginya Tingkat Underreporting Pada Usia &lt;15 Tahun.(Policy Brief 2024)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">-</mods:namePart><mods:namePart type="family">Pusat Kebijakan Upaya Kesehatan</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Tingginya angka under-reporting TBC pada anak di bawah 15 tahun (23,5%) memperburuk pengendalian TBC di Indonesia. &#13;
● Faktor utama meliputi sulitnya diagnosis, pelaporan tidak optimal di fasyankes, stigma, dan rendahnya kesadaran masyarakat. Kondisi ini menghambat pencapaian target eliminasi TBC 2030. &#13;
● Berbagai pendekatan penting dilakukan untuk menekan beban TBC anak, termasuk diantaranya: meningkatkan pelibatan RS Swasta, fasyankes untuk menerapkan pendekatan proaktif di Poli Anak, penguatan tracing kontak rumah tangga, edukasi dan komunikasi keluarga, perluas cakupan TPT.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WA Public Health</mods:classification><mods:originInfo><mods:publisher>Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Other</mods:genre></mods:mods>