<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Proporsi Sindroma Metabolik Di Kota Jayapura</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Lidwina</mods:namePart><mods:namePart type="family">Salim</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Bernardus</mods:namePart><mods:namePart type="family">Sandjaja</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Anugrah M.</mods:namePart><mods:namePart type="family">Juliana</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Pada tahun 1998 WHO memperkenalkan istilah Sindroma Metabolik (SM) yang merupakan kumpulan keadaan yang meliputi obesitas sentral, disiplidemia, hipertensi dan hiperglikemia. Selanjutnya SM akan berkembang menjadi penyakit kardioserebrovaskuler.  Prevalensi SM di dunia diperkirakan makin meningkat dalam waktu belakangan ini, berkaitan dengan perubahan pola hidup masyarakat. Belum banyaknya data tentang SM di Indonesia maupun di Papua pada khususnya, menunjukkan pentingnya dilakukan penelitian untuk mengetahui Proporsi Sindroma Metabolik di Kota Jayapura, sebagai penelitian awal untuk penelitian-penelitian sindroma metabolik selanjutnya.  Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dan bersifat cross sectional, yang berlokasi di Kota Jayapura. Jumlah subyek sebanyak 1200 orang yang dipilih secara Consecutive Sampling, berdasarkan wilayah kerja puskesmas di Kota Jayapura, selama 8 bulan. Dari 1200 subyek didapat sebanyak 407 (33.9%) yang menderita Sindroma Metabolik, kebanyakan pada kelompok usia &gt;46 tahun sebanyak 42.1% dan terbanyak jenis kelamin perempuan 333 (36.7% dari total subyek perempuan). SM pada kelompok subyek suku Papua lebih besar (38.5%) dibanding rasio pada kelompok suku Non-Papua (31.6%). Pada subyek dengan latar belakang pendidikan Sekolah Dasar dan pada kelompok pekerjaan ibu rumah tangga ditemukan masing-masing 44.7% dan 47.2%.  Perlu dilakukan suatu upaya edukasi terhadap masyarakat tentang pentingnya pencegahan maupun penanganan Sindroma Metabolik, dengan menggunakan alat edukasi yang sederhana dan mudah dimengerti serta melibatkan subyek secara langsung (interaktif).</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WK 800-885 Islets of Langerhans</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2012</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Balai Penelitian dan Pengembangan Biomedis Papua</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Monograph</mods:genre></mods:mods>