%X Latar belakang: Penyakit DB (demam berdarah) atau DBD (demam berdarah dengue) adalah penyakit febril akut ditemukan di daerah tropis, dengan penyebaran geografis yang mirip malaria. Demam berdarah ini disebakan oleh nyamuk Aedes Aegypti yang tersebar di sebagian besar wilayah Indonesia (sesuai dengan iklim di Indonesia). Penelitian ini untuk mengetahui implementasi kebijakan pengendalian DBD melalui sistem surveilans di 6 daerah endemis Kabupaten/kota di Propinsi Kalimantan Selatan. Metode: Bersifat diskriptif kualitatif dan retrospektif, yaitu mendiskripsikan kebijakan program secara kualitatif yang telah dilakukan pada waktu sebelumnya (2010) melalui cara indepth interview. Rancangan data-data penelitian menggunakan SIG sehingga luaran datanya berbasis geografis (bergeoreferensi) dengan suatu suatu pemodelan spasial (peta). Hasil: Dasar-dasar regulasi, SOP, dan pedoman penatalaksanaan termasuk penganggaran umumnya cukup. Implementasi kegiatan dan sarana yang bersifat kuratif cukup baik, nanum hal-hal preventif masih sangat kurang, pelaksanaan kegiatan-kegiatan pokok program secara kualitatif di tingkat pelaksana secara rerata masih sangat kurang. Kesimpulan: regulasi pengendalian penyakit DBD sudah cukup baik, sistem surveilans sudah cukup aktif, SDM secara kualitatif masih kurang, dan peran serta dalam pengendalian DBD masih kurang. Saran: Peningkatan perilaku dalam hidup sehat dan kemandirian masyarakat terhadap penyakit DBD, kerjasama dan peningkatan peran serta masyarakat/pemberdayaan mayarakat, peningkatan profesionalisme pengelola program DBD. %I Balai Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (P2B2) Tanah Bumbu %L bkpkkemkes856 %D 2011 %A Hijaz Nuhung %T Studi Kebijakan Pengendalian Penyakit DBD Di Wilayah Endemis Berbasis Aplikasi Teknologi Penginderaan Jauh Dan Sistem Informasi Geografis (SIG) Di Kalimantan Selatan %K Studi Kebijakan; Pengendalian DBD; Sistem Informasi Geografis