<didl:DIDL xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:didl="urn:mpeg:mpeg21:2002:02-DIDL-NS" xmlns:dii="urn:mpeg:mpeg21:2002:01-DII-NS" xmlns:dip="urn:mpeg:mpeg21:2002:01-DIP-NS" xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/" DIDLDocumentId="http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/88" xsi:schemaLocation="urn:mpeg:mpeg21:2002:02-DIDL-NS http://standards.iso.org/ittf/PubliclyAvailableStandards/MPEG-21_schema_files/did/didl.xsd urn:mpeg:mpeg21:2002:01-DII-NS http://standards.iso.org/ittf/PubliclyAvailableStandards/MPEG-21_schema_files/dii/dii.xsd urn:mpeg:mpeg21:2005:01-DIP-NS http://standards.iso.org/ittf/PubliclyAvailableStandards/MPEG-21_schema_files/dip/dip.xsd">
  <didl:Item>
    <didl:Descriptor>
      <didl:Statement mimeType="application/xml">
        <dii:Identifier>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/88</dii:Identifier>
      </didl:Statement>
    </didl:Descriptor>
    <didl:Descriptor>
      <didl:Statement mimeType="application/xml">
        <dcterms:modified>2017-11-16T03:25:40Z</dcterms:modified>
      </didl:Statement>
    </didl:Descriptor>
    <didl:Component>
      <didl:Resource mimeType="application/xml" ref="http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/cgi/export/eprint/88/DIDL/bkpkkemkes-eprint-88.xml"/>
    </didl:Component>
    <didl:Item>
      <didl:Descriptor>
        <didl:Statement mimeType="application/xml">
          <dip:ObjectType>info:eu-repo/semantics/descriptiveMetadata</dip:ObjectType>
        </didl:Statement>
      </didl:Descriptor>
      <didl:Component>
        <didl:Resource mimeType="application/xml">
          <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
        <dc:relation>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/88/</dc:relation>
        <dc:title>Penelitian Beban Kerja Pelayanan Spesilistik Bedah Mulut pada Rumah Sakit Kelas A dan B</dc:title>
        <dc:creator>Sutopo, Utoyo</dc:creator>
        <dc:subject>WU 140-166 Diseases. Injuries. Technology. Therapeutics</dc:subject>
        <dc:description>Dari penelitian ini diperoleh hasil sebagai berikut:  1. a. Berdasarkan benyaknya jumlah kunjungan terlihat bahwa, frekuensi tindakan bedah mulut kecil/rawat jalan lebih besar (86%) dibandingkan dengan tindakan bedah mulut besar/rawat mondok (14,6%).     b. Selama tahun 1986 didapatkan rata-rata 4 kali tindakan bedah mulut kecil/rawat jalan dan 0,7 kali tindakan bedah multu besar/rawat mondok per hari per Rumah Sakit.  2. Berdasarkan diagnosis kasus bedah mulut, selama tahun 1986 didapatkan : distrubances tooth eruption 25,4%; cleft palate and cleft lip 21,7%;pulp and periapical tissues 7,7%; gingival and periodontal diseases 7,7%;malignant neoplasm 4,7%; mucoce;e 3,7%; dvelopment odontogenic cyst 2,1%; serta benign neoplasm 1,9%.  3. Selama tahun 1986, tindakan bedah mulut yang dilaksanakan di RS kelas A dan B adalah sebagai berikut: pembuangan gigi dengan pembedahan (impacted teeth) 27,7%; pembedahan lain pada gusi (epulis) 11,8%; reposisi plastik mulut 12,2%; palatoplasty 7,2%; faktur RA/RB 5,5%; alveolectomy 4,7%; pembedahan plastik pada gigi dan mulut luar 4%; Eksisikista dan pencabutan gigi dengan tang 3,3%.  4. Dari 101 kompetisi tindakan bedah yang dimiliki oleh Drg. ABM yang diperoleh dalam pendidikannya (berdasarkan kurikulum pendidikan Drg Sp 1) didapatkan gambaran opersionalnya sbb:    a. Penanganan tindakan bedah mulut:       - Drg dan Drg plus : 87% dari keseluhran    101 kompetisi      - Drg-ABM          : 97% dari keseluruhan 101 kompetisi      - Dr-Ahli bedah    : 57% dari keseluruhan 101 kompetisi.    b. Frekuensi penanganan:       - Pada umumnya Drg-ABM menangani hampir semua kasus lebih frekwen dari pada tenaga lain.      - Dr-Ahli Bedah menangani skin graft dan schizis lebih frekwen dari tenaga lain.    c. Frekwensi kasus:       - Kasus yang paling frekwen/lwbih dari 20 kasus per bulan tercatat:      - dilaksanakan oleh Drg dan Drg plus sebanyak 4 kasus.      - dilaksanakan oleh Drg-ABM sebanyak 14 kasus.      - dilaksanakan oleh Dr-Ahli bedah/THT sebanyak 9 kasus.     d. Pembedahan dilakukan oleh Dr-Ahli dengan frekwensi lebih besar dari tenaga lain adalah : labio/palato/gnatoschizis, sialothiasis dan kista bronchial/thyreoglossal.</dc:description>
        <dc:publisher>Pusat Penelitian dan Pengembangann Penyakit Tidak Menular</dc:publisher>
        <dc:date>1986</dc:date>
        <dc:type>Monograph</dc:type>
        <dc:type>NonPeerReviewed</dc:type>
        <dc:identifier>  Sutopo, Utoyo  (1986) Penelitian Beban Kerja Pelayanan Spesilistik Bedah Mulut pada Rumah Sakit Kelas A dan B.  Project Report. Pusat Penelitian dan Pengembangann Penyakit Tidak Menular.     </dc:identifier></oai_dc:dc>
        </didl:Resource>
      </didl:Component>
    </didl:Item>
    <didl:Item>
      <didl:Descriptor>
        <didl:Statement mimeType="application/xml">
          <dip:ObjectType>info:eu-repo/semantics/humanStartPage</dip:ObjectType>
        </didl:Statement>
      </didl:Descriptor>
      <didl:Component>
        <didl:Resource mimeType="application/html" ref="http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/88/"/>
      </didl:Component>
    </didl:Item>
  </didl:Item>
</didl:DIDL>