<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Penelitian Beban Kerja Pelayanan Spesilistik Bedah Mulut pada Rumah Sakit Kelas A dan B</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Utoyo</mods:namePart><mods:namePart type="family">Sutopo</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Dari penelitian ini diperoleh hasil sebagai berikut:  1. a. Berdasarkan benyaknya jumlah kunjungan terlihat bahwa, frekuensi tindakan bedah mulut kecil/rawat jalan lebih besar (86%) dibandingkan dengan tindakan bedah mulut besar/rawat mondok (14,6%).     b. Selama tahun 1986 didapatkan rata-rata 4 kali tindakan bedah mulut kecil/rawat jalan dan 0,7 kali tindakan bedah multu besar/rawat mondok per hari per Rumah Sakit.  2. Berdasarkan diagnosis kasus bedah mulut, selama tahun 1986 didapatkan : distrubances tooth eruption 25,4%; cleft palate and cleft lip 21,7%;pulp and periapical tissues 7,7%; gingival and periodontal diseases 7,7%;malignant neoplasm 4,7%; mucoce;e 3,7%; dvelopment odontogenic cyst 2,1%; serta benign neoplasm 1,9%.  3. Selama tahun 1986, tindakan bedah mulut yang dilaksanakan di RS kelas A dan B adalah sebagai berikut: pembuangan gigi dengan pembedahan (impacted teeth) 27,7%; pembedahan lain pada gusi (epulis) 11,8%; reposisi plastik mulut 12,2%; palatoplasty 7,2%; faktur RA/RB 5,5%; alveolectomy 4,7%; pembedahan plastik pada gigi dan mulut luar 4%; Eksisikista dan pencabutan gigi dengan tang 3,3%.  4. Dari 101 kompetisi tindakan bedah yang dimiliki oleh Drg. ABM yang diperoleh dalam pendidikannya (berdasarkan kurikulum pendidikan Drg Sp 1) didapatkan gambaran opersionalnya sbb:    a. Penanganan tindakan bedah mulut:       - Drg dan Drg plus : 87% dari keseluhran    101 kompetisi      - Drg-ABM          : 97% dari keseluruhan 101 kompetisi      - Dr-Ahli bedah    : 57% dari keseluruhan 101 kompetisi.    b. Frekuensi penanganan:       - Pada umumnya Drg-ABM menangani hampir semua kasus lebih frekwen dari pada tenaga lain.      - Dr-Ahli Bedah menangani skin graft dan schizis lebih frekwen dari tenaga lain.    c. Frekwensi kasus:       - Kasus yang paling frekwen/lwbih dari 20 kasus per bulan tercatat:      - dilaksanakan oleh Drg dan Drg plus sebanyak 4 kasus.      - dilaksanakan oleh Drg-ABM sebanyak 14 kasus.      - dilaksanakan oleh Dr-Ahli bedah/THT sebanyak 9 kasus.     d. Pembedahan dilakukan oleh Dr-Ahli dengan frekwensi lebih besar dari tenaga lain adalah : labio/palato/gnatoschizis, sialothiasis dan kista bronchial/thyreoglossal.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WU 140-166 Diseases. Injuries. Technology. Therapeutics</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">1986</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Pusat Penelitian dan Pengembangann Penyakit Tidak Menular</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Monograph</mods:genre></mods:mods>