<mets:mets OBJID="eprint_958" LABEL="Eprints Item" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/METS/ http://www.loc.gov/standards/mets/mets.xsd http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mets="http://www.loc.gov/METS/" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mets:metsHdr CREATEDATE="2026-07-04T13:58:55Z"><mets:agent ROLE="CUSTODIAN" TYPE="ORGANIZATION"><mets:name>Repositori BKPK</mets:name></mets:agent></mets:metsHdr><mets:dmdSec ID="DMD_eprint_958_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:titleInfo><mods:title>Pengaruh Vitamin E terhadap Efektivitas Artemisin sebagai Obat Malaria</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Tita</mods:namePart><mods:namePart type="family">Miawati</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penyakit malaria masih menjadi masalah di berbagai negara berkembang dan negara maju yang beriklim tropik termasuk Indonesia, karena plasmodium beserta vektornya anopheles sangat cocok hidup di daerah beriklim tropis. Pada saat ini obat yang digunakan untuk penyakit malaria adalah klorokuin (kina). Namun demikian pemakaian klorokuin sebagai antimalaria ternyata telah menimbulkan resistensi dan mempunyai efek samping dari yang ringan sampai yang cukup serius.      Penelitian dilakukan untuk mengkaji pemanfaatan Artemisin sebagai obat alternatif untuk malaria yang cukup efektif dan tidak menunjukkan efek samping. Artemisin bekerja dengan melepaskan radikal bebas yang berikatan dengan membran sel plasmodium sehingga menjadi rusak. Dengan mekanisme demikian maka adanya antioksidan seperti vitamin E dapat menghambat aktivitas Artemisin. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh status vitamin E terhadap efektivitas artemisin sebagai anti malaria maka dilakukan penelitian terhadap mencit sebagai model, penelitian dilakukan di Puslitbang Gizi.       Enam puluh ekor mencit albino jantan galur Swiss yang berumur 8 minggu dengan berat berkisar 25 gram sampai 30 gram yang diperoleh dari Laboratorium Puslit Penyakit Menular di bagi menjadi lima kelompok yaitu; 1) Kelompok kontrol tanpa pemberian vitamin E, 2) Kelompok dengan pemberian vitamin E 0,35 mg/ekor/hari secara oral selama 1 bulan, 3) Kelompok dengan pemberian vitamin E 0,7 mg/ekor/hari secara oral selama 1 bulan, 4) Kelompok dengan pemberian vitamin E 1,05 mg/ekor/hari secara oral selama 1 bulan dan 5) Kelompok tanpa pemberian vitamin E pada 1 bulan sebelum infeksi, pemberian vitamin E 1,05 mg/ekor/hari dilakukan pada saat pengobatan dengan Artemisin.      Infeksi parasit malaria Plasmodium berghei galur Anka (PbA) yang diperoleh dari Laboratorium Hewan Pusat Penelitian Penyakit Menular dilakukan pada hari ke-61 penelitian. Sedangkan pemberian terapi artemisinin dilakukan pada hari ke-70 dan hari ke-71. Evaluasi pemeriksaan plasmodium dilakukan pada hari ke-7, 8 dan 9 setelah infeksi, atau hari ke 0, 1 dan 2 setelah pemberian obat Artemisin.      Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi status vitamin E hewan coba, semakin tahan terhadap Plasmodium berghei. Sedangkan efektifitas artemisinin semakin menurun dengan status vitamin E yang semakin tinggi. Pemberian vitamin E bersamaan dengan pengobatan Artemisin ternyata menghambat daya kerja obat tersebut.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WC 680-950 Tropical and Parasitic Diseases</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2001</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:dmdSec><mets:amdSec ID="TMD_eprint_958"><mets:rightsMD ID="rights_eprint_958_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:useAndReproduction>
<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by its own author:</strong>
In self-archiving this collection of files and associated bibliographic
metadata, I grant Repositori BKPK the right to store
them and to make them permanently available publicly for free on-line.
I declare that this material is my own intellectual property and I
understand that Repositori BKPK does not assume any
responsibility if there is any breach of copyright in distributing these
files or metadata. (All authors are urged to prominently assert their
copyright on the title page of their work.)</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by someone other than its
author:</strong> I hereby declare that the collection of files and
associated bibliographic metadata that I am archiving at
Repositori BKPK is in the public domain. If this is
not the case, I accept full responsibility for any breach of copyright
that distributing these files or metadata may entail.</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">Clicking on the <em>Deposit Item Now</em> button indicates your agreement to these
terms.</p>
    </mods:useAndReproduction></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:rightsMD></mets:amdSec><mets:fileSec></mets:fileSec><mets:structMap><mets:div DMDID="DMD_eprint_958_mods" ADMID="TMD_eprint_958"></mets:div></mets:structMap></mets:mets>