<mets:mets OBJID="eprint_984" LABEL="Eprints Item" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/METS/ http://www.loc.gov/standards/mets/mets.xsd http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mets="http://www.loc.gov/METS/" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mets:metsHdr CREATEDATE="2026-07-04T17:21:57Z"><mets:agent ROLE="CUSTODIAN" TYPE="ORGANIZATION"><mets:name>Repositori BKPK</mets:name></mets:agent></mets:metsHdr><mets:dmdSec ID="DMD_eprint_984_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:titleInfo><mods:title>Pengembangan Formula Sediaan Salep Bratawali     (Tinospora tuberculata L) sebagai Obat Luka serta Uji Antibakterinya</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Ali</mods:namePart><mods:namePart type="family">Chozin</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga (1986) terdapat kenaikkan proporsi (%) kesakitan penyakit kulit dan bawah kulit. Pada SKRT 1980, penyakit ini mempunyai proporsi 7,9 % yaitu urutan keempat dan pada SKRT 1986 menjadi 9,1 % yaitu pada urutan kedua. Demikian pula dengan pengobatan sendiri dengan obat tradisional, terjadi peningkatan yaitu dari 19,9 menjadi 23,2 per 100 penderita.       Salah satu tanaman yang digunakan untuk mengobati luka adalah bratawali (Tinospora tuberculata L). Bagi penduduk Asia tanaman ini digunakan sebagai obat minum untuk demam malaria, kurap, sakit hati, diare, cacingan, pegal linu, kolera, cacar, diabetes dll, Sedangkan untuk pemakaian luar digunakan untuk sifilis, luka, gatal-gatal dll. Berbagai ke-lompok obat digunakan untuk mempercepat penyembuhan luka yaitu antimikroba (antibiotik, sulfa), antiseptik, zat-zat lain (berasal dari hewan atau tanaman) yang diharapkan bermanfaat.       Penelitian ini bertujuan mendapatkan bentuk sediaan salep yang sesuai bagi sari batang bratawali sehingga dapat meningkatkan penggu-naan obat tradisional dalam bentuk sediaan modern, mendapatkan salep yang mempunyai aktivitas sebagai obat luka pada tikus, melakukan evaluasi fisik salep yang didapatkan dan meneliti efek antibakteri sediaan salep yang dicoba.      Telah dilakukan penelitian yang bertujuan memperoleh sediaan salep untuk luka infeksi yang bahan aktifnya adalah dalam ekstrak batang bratawali. Dalam percobaan akan diteliti bentuk sediaan terbaik yang masih berkhasiat untuk mengobati luka infeksi yang dibuat dengan menginokulasi bakteri Staphylocaccus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Sediaan salep dibuat dengan empat jenis salep dasar berbeda, dengan bahan ekstrak air dan etanol batang bratawali.       Pengujian luka terhadap hewan percobaan tikus putih berdasarkan metode Morton. Luka dibuat dengan mencukur bulu punggung tikus dan mengangkat kulit punggung dengan diameter dua cm. Inokulasi bakteri adalah konsentrasi 10-3  sebanyak 0,1 ml. Salep dioleskan setiap hari pada luka infeksi selama 21 hari. Pengamatan luas luka dilakukan pad ahri ke 3, 7, 14 dan 21.       Dari evaluasi fisik, ternyata salep ekstrak air lebih stabil daripada salep ekstrak etanol. Secara mikrobiologi, salep III  ekstrak   air   merupakan salep yang paling baik menunjukkan khasiat bakterisida baik terhadap Staphylocaccus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Terhadap luka infeksi,  yang paling baik menyembuhkan luka adalah salep III ekstrak air. Persentase penyembuhan luka lebih baik daripada pembanding kloramfenikol.        Dari hasil penelitian ini disarankan untuk dilakukan evaluasi terhadap salep luka infeksi tertutup dengan selang waktu pemberian salep. Mengingat sediaan yang terbaik adalah dari ekstrak air yang mudah ditumbuhi jamur, maka  untuk penyimpanan lebih lama perlu diperbaiki formula misalnya dengan penambahan bahan pengawet.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">QV 701-835 Pharmacy and Pharmaceutics</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">1998</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:dmdSec><mets:amdSec ID="TMD_eprint_984"><mets:rightsMD ID="rights_eprint_984_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:useAndReproduction>
<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by its own author:</strong>
In self-archiving this collection of files and associated bibliographic
metadata, I grant Repositori BKPK the right to store
them and to make them permanently available publicly for free on-line.
I declare that this material is my own intellectual property and I
understand that Repositori BKPK does not assume any
responsibility if there is any breach of copyright in distributing these
files or metadata. (All authors are urged to prominently assert their
copyright on the title page of their work.)</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by someone other than its
author:</strong> I hereby declare that the collection of files and
associated bibliographic metadata that I am archiving at
Repositori BKPK is in the public domain. If this is
not the case, I accept full responsibility for any breach of copyright
that distributing these files or metadata may entail.</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">Clicking on the <em>Deposit Item Now</em> button indicates your agreement to these
terms.</p>
    </mods:useAndReproduction></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:rightsMD></mets:amdSec><mets:fileSec></mets:fileSec><mets:structMap><mets:div DMDID="DMD_eprint_984_mods" ADMID="TMD_eprint_984"></mets:div></mets:structMap></mets:mets>