Serentak Pengumpulan Data Serosurvei di 100 Kabupaten/Kota di Indonesia

757

Jakarta– Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) Rizka Andalucia melakukan peninjauan lapangan kegiatan pengumpulan data serosurvei di Kecamatan Setiabudi Provinsi DKI Jakarta, Selasa (5/7).

Dalam sambutannya, Plt. Kepala BKPK menjelaskan kegiatan pengumpulan data serosurvei Covid-19 berbasis komunitas merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan di 34 provinsi dan 100 Kabupaten/kota. Pengumpulan data dilakukan dengan mengambil sampel yang representatif seluruh Indonesia untuk menggambarkan kondisi antibodi atau imunitas dari masyarakat baik dari hasil vaksinasi maupun dari kekebalan alamiah yang didapat.

Menurut Rizka kegiatan ini sangat berarti dalam menyusun kebijakan di bidang kesehatan. Adanya partisipasi masyarakat, perangkat pemerintah daerah dari mulai kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota hingga provinsi menunjukkan adanya kerjasama yang baik dalam mengatasi pandemi ini.

Baca Juga  Direktur Jenderal WHO Mengingatkan Pandemi Covid-19 Belum Berakhir

Jika diingat awal pandemi Covid-19, bila Kemenkes tidak didukung oleh perangkat pemerintah yang lain dari tingkat terendah di masyarakat hingga tertinggi tentunya penanganan pandemi ini tidak akan berhasil. “Termasuk kerjasama dengan TNI/Polri dan aparatur Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ikut turun tangan menangani pandemi ini, khususnya dalam pelaksanaan vaksinasi”, jelas Rizka

Pelaksanaan serosurvei merupakan salah satu rangkaian program penanganan pandemi Covid-19. Hasil yang diperoleh berupa status kekebalan atau antibodi masyarakat Indonesia.

Dalam kesempatan ini, Plt. Kepala BKPK mengatakan pelaksanaan serosurvei ini ketiga dilakukan. “Harapannya dari hasil serosurvei ini dapat diketahui kekebalan penduduk Indonesia masih tinggi”, ujar Rizka.

Hadir dalam acara ini Kepala Pusat Kebijakan Sistem Ketahanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan (Pusjak SKK dan SDK) BKPK Kemenkes RI Wirabrata, Lurah Karet Kuningan Istambul Afrikana, Kepala Puskesmas Kecamatan Setiabudi, Kepala Puskesmas Kelurahan Karet Kuningan, perwakilan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan dan Tim Teknis serosurvei dari Pusjak SKK dan SDK BKPK Kemenkes.

Baca Juga  Sosialisasi Permenkes 27 Tahun 2022, BKPK Ajak Sektor Swasta dalam Pembiayaan Kesehatan

Dalam laporannya, Wirabrata mengungkapkan pengumpulan data serosurvei dilakukan secara serentak dalam waktu kurang lebih 2 minggu. “Masing-masing responden di kabupaten/kota kurang lebih ada 100 responden”, jelasnya.

Menurut Wirabrata diharapkan di awal Agustus sampel data responden terkumpul sebanyak 20.501 responden di seluruh Indonesia. Serosurvei ini juga melibatkan 8 jejaring laboratorium Pusjak SKK dan SDK BKPK Kemenkes. Jika data responden selesai diperiksa, akan kelihatan titer antibodi masyarakat Indonesia. “Selanjutnya, akan dirumuskan kebijakan apa yang paling tepat untuk status pandemi berikutnya”, ungkap Wirabrata.

Lurah Karet Kuningan Istambul Afrikana berterimakasih warganya dipilih menjadi responden.. “Kami dari Kelurahan Karet Kuningan siap selalu membantu, mendukung dan mengajak warga untuk hadir dan berkontribusi untuk menjadikan Indonesia sehat”, tegasnya.

Baca Juga  Bangkit Indonesiaku, Sehat Negeriku

Serosurvei ini dilakukan untuk mengetahui perubahan status imunitas masyarakat terhadap virus SARS-CoV2. Saat ini, Kemenkes bersama Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) melakukan serosurvei antibodi SARS-CoV2 yang ketiga. Serosurvei ini akan digunakan Kemenkes sebagai dasar penanggulangan COVID-19 dan program vaksinasi booster selanjutnya. (Penulis Fachrudin Ali/Editor Nelly Puspandari)