Sinergitas BKPK Dan Pemkab Humbang Hasundutan Untuk Pencegahan Stunting

129

Jakarta– Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes RI) menerima kunjungan kerja Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Humbang Hasundutan Provinsi Sumatera Utara yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Tonny Sihombing  di Gedung BKPK Kemenkes RI Jalan Percetakan Negara Jakarta (14/11/2022). Sekretaris BKPK Nana Mulyana menerima langsung kedatangan tim Pemda Kabupaten Humbang Hasundutan. Sekretaris BKPK didampingi Tim Teknis Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022.

Nana Mulyana menyampaikan kegembiraanya atas kedatangan rombongan dari Pemda Kab. Humbang Hasundutan. Dalam kesempatan ini, Nana menjelaskan BKPK merupakan satu-satunya badan di Kemenkes yang merupakan hasil transformasi dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Badan Litbangkes).

Nana mengatakan bahwa lembaga ini sangat membuka diri jika ada hal yang bisa di sinergikan antara BKPK dengan Pemda Kab Humbang Hasundutan.

Baca Juga  Kesiapsiagaan Vaksin 100 Hari Pertama Sangat Penting

Sekda Tonny mengatakan maksud kedatangannya selain bersilaturahmi juga ingin bertukar informasi terkait upaya pencegahan stunting yang saat ini sedang di galakkan di daerahnya. “Apalagi BKPK merupakan lembaga di Kemenkes yang melaksanakan survei terkait gizi di Indonesia yaitu SSGI 2022,” ujarnya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Humbang Hasundutan Christina Clara E Rajaguguk yang juga tergabung dalam rombongan ini menambahkan bahwa dinas kesehatan bersama lintas sektor seperti dinas pendidikan dan dinas sosial terus menggaungkan pencegahan stunting dan berharap di masa depan bisa memetik buah dari upaya yang telah dilakukan.

Akhir diskusi, Sekda Humbang Hasundutan menuturkan ke depan ada standarisasi untuk pengukuran balita, baik pengukuran tinggi badan maupun berat badan dan berharap BKPK bisa mendampingi pengukuran ini agar data yang didapatkan di lapangan bisa didapatkan secara benar, sehingga upaya untuk penurunan stunting bisa tercapai. (Penulis Nowo Setiyo/Editor Fachrudin Ali)