Ujicoba Pengumpulan Data Lapangan SKI 2023

228

Bekasi – Pelaksanaan persiapan SKI (Survei Kesehatan Indonesia) 2023 telah memasuki tahap ujicoba pengumpulan data lapangan yang dilaksanakan di 3 lokasi yakni Kota Bekasi Jawa Barat, Kab. Karanganyar Jawa Tengah dan Kota Palu Sulawesi Tengah. SKI adalah kelanjutan dari Riskesdas yang rutin dilakukan oleh Kementerian Kesehatan setiap 5 tahun sekali. Kegiatan ujicoba dilakukan dari tanggal 22-26 November.

Ketua Tim Teknis SKI 2023, Heny Lestary (23/11) menjelaskan 28 orang enumerator di 3 lokasi tersebut telah dilatih secara daring dan luring selama delapan hari pelatihan. Ditambahkan pula pelatihan dan simulasi pengumpulan data biomedis dan pemeriksaan gigi dan mulut untuk 1 tim di Kota Bekasi.

“Untuk di Karanganyar dan Palu 2 tim enumerator dan untuk Kota Bekasi ada 3 tim. Masing-masing tim terdiri dari 4 orang, jadi total 28 orang enumerator. Khusus kota Bekasi 1 tim lebih banyak karena dilakukan juga ujicoba untuk blok sensus biomedis dan gimul. Pemeriksaan gimul langsung dilakukan oleh enumerator dokter gigi yang tergabung di dalam Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI)” ujar Heny.

Baca Juga  InaRI Expo Platform Mengeksplorasi Jejaring Kemitraan Baru

Heny menambahkan, satu tim akan bertugas melakukan pengumpulan data di 10 rumah tangga (1 Blok Sensus). Namun, dikarenakan pelaksanaan SKI 2023 yang terintegrasi dengan SSGI (Survei Status Gizi Indonesia), sehingga dibutuhkan rumah tangga tambahan yang dapat mengukur angka stunting, wasting, dan underweight balita yang juga representasi kabupaten/kota.

“SKI tahun depan akan menjadi single survei karena terintegrasi dengan status gizi balita sehingga kita membutuhkan rumah tangga balita. Jadi kalau misalnya dalam 1 blok sensus 10 rumah tangga biasa ada 2 rumah tangga balitanya sehingga kita butuhkan 8 rumah tangga balita kembali sebagai tambahannya. Dan pada ruta tambahan ini hanya mengukur antropometri balitanya saja, ” timpal Heny.

Baca Juga  Gotong Royong untuk Indonesia Sehat

Heny tak menampik hal tersebut menjadi tantangan terbesar bagi pelaksanaan SKI 2023 dikarenakan populasi yang berbeda antara Riskesdas dan SSGI menyebabkan penambahan rumah tangga hampir 2 kali lipat dari Riskedas yang sebelumnya.

“Karena populasinya berbeda kalau Riskesdas adalah populasi rumah tangga biasa sementara untuk status gizi balita populasinya adalah rumah tangga balita artinya terjadi penambahan rumah tangga hampir 2 kali lipat dari Riskedas sebelumnya” imbuhnya.

Meskipun tantangan besar dihadapi, Heny optimis pelaksanaan SKI 2023 akan berjalan lancar dengan dukungan Pimpinan terkait anggaran dan teknis pelaksanaan.

“Bappenas dan Lintas Program di Kementerian Kesehatan sangat menunggu hasil SKI 2023 ini sehingga dengan segala keikhlasan dan kekompakan tim dan juga arahan serta dukungan Pimpinan, InsyaaAllah nanti bisa kita lakukan bersama”, tutup Heny.

Baca Juga  Menkes Lantik Tiga Pejabat Tinggi Pratama Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan

Ujicoba SKI 2023 bertujuan untuk melatih para enumerator agar menguasai pertanyaan kuesioner terkait Akses ke Fasyankes, Kesehatan Lingkungan, Sosial Ekonomi, Penyakit Menular, Penyakit Tidak Menular, Kesehatan Jiwa, Disabilitas, Kesehatan Gigi dan Mulut, Farmasi dan Pelayanan Kesehatan Tradisional, Pengetahuan dan Perilaku, Kesehatan Ibu, Kesehatan Balita, Pola Konsumsi Individu, serta Pengukuran dan Pemeriksaan Biomedis. (Penulis Ahdiyat Firmana/Editor Fachrudin Ali)