Sunday, April 14, 2024

Daftar Pejabat

Syarifah Liza Munira, Ph.D

Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan

Perempuan kelahiran Jakarta ini dilantik sebagai Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan pada tanggal 8 Desember 2022. Sebelumnya, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) ini adalah Research Fellow in Health Economics di Australian National University dan pernah menjabat sebagai Ketua Program Studi Magister Ekonomi Kependudukan dan Ketenagakerjaan FEB UI. Beliau berpengalaman bekerja pada lembaga tingkat nasional maupun internasional, seperti World Health Organization, the Global Fund to Fight AIDS, TB and Malaria, the World Bank, serta menjadi Government Affairs Director di GlaxoSmithKline Pharmaceuticals. Gelar Doctor of Philosophy diraihnya dari Australian National University, gelar Master in Public Policy dari National University of Singapore dan gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia.

dr. Etik Retno Wiyati, MARS, MH

Sekretaris Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan

Etik Retno Wiyati, perempuan asal Sukoharjo, Jawa Tengah ini telah berkarir di Kementerian Kesehatan sejak tahun 2008. Sebelum dilantik menjadi Sekretaris Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Etik bertugas di Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan sebagai Ketua Tim Kerja Pendayagunaan Tenaga Kesehatan dan Tenaga Penunjang/Tenaga Pendukung WNA dan WNI Lulusan Luar Negeri. Etik merupakan sekretaris komite bersama adaptasi yang bertugas melakukan evaluasi kompetensi dan pendayagunaan tenaga medis lulusan luar negeri. Diluar tugas pokoknya, ia memiliki pengalaman sebagai Kepala Bidang Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Arab Saudi bidang Kesehatan pada tahun 2017.

Dwi Puspasari, SKM., M.Sc

Plt. Kepala Pusat Kebijakan Upaya Kesehatan

Puspa, begitu beliau biasa disapa, merupakan pribadi kelahiran Medan, 26 Desember 1976. Besar dan tumbuh di Jakarta, beliau memperoleh gelar sarjana kesehatan masyarakat dari Universitas Indonesia (1998-2000) dan melanjutkan studi program magister dalam Ilmu Kesehatan Masyarakat di KIT Royal Tropical Institute yang bekerjasama dengan Vrije Universiteit Amsterdam, The Netherlands (2018-2019). Selain menjalankan tugas sebagai Plt. Kepala Pusat Kebijakan Upaya Kesehatan, beliau merupakan seorang Analis Kebijakan Kesehatan khususnya terkait kebijakan kesehatan multilateral.

Dr.apt. IGM. Wirabrata, S.Si., M.Kes., MM, MH

Kepala Pusat Kebijakan Sistem Ketahanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan

Pria kelahiran Jakarta ini dilantik sebagai Kepala Pusat Kebijakan Sistem Ketahanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan pada tanggal 10 Februari 2022. Sebelumnya, Beliau menjabat sebagai Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional, Ditjen Pelayanan Kesehatan, Kemenkes RI pada tahun 2021, dan Direktur Penilaian Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga, Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kemenkes RI tahun 2018. Beliau menyelesaikan pendidikan dan memperoleh beberapa gelar Magister di antaranya adalah Magister Kesehatan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat – Universitas Indonesia, Magister Manajemen dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kalbe, dan Magister Hukum dari Universitas Pendidikan Nasional, serta meraih gelar Doktor Ilmu Ekonomi dari Universitas Persada Indonesia YAI.

Bonanza Perwira Taihitu, S.Sos., M.Si.

Kepala Pusat Kebijakan Kesehatan Global dan Teknologi Kesehatan

Pria kelahiran Jakarta ini dilantik sebagai Kepala Pusat Kebijakan Kesehatan Global dan Teknologi Kesehatan pada tanggal 14 April 2022. Sebelumnya, beliau menjabat sebagai Koordinator Fungsi Politik II untuk Kerja Sama Kesehatan, HAM dan Kemanusiaan Kementerian Kerja Sama Luar Negeri pada tahun 2019, Beliau menyelesaikan pendidikan dan memperoleh gelar Sarjana Ilmu Sosial Program Studi Hubungan Interna di Universitas Airlangga dan S2 Magister Ilmu Politik Hubungan Internasional di Universitas Indonesia.

Dr. Ahmad Irsan A. Moeis, SE, ME

Kepala Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Desentralisasi Kesehatan

Pria kelahiran Medan ini dilantik sebagai Kepala Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Desentralisasi Kesehatan pada tanggal 1 April 2024. Sebelum berkarir di Kementerian Kesehatan, Ahmad Irsan bertugas sebagai Kasubdit Anggaran Bidang Kesehatan, Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu RI. Ia adalah alumnus Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Sumatera Utara, serta Magister Ekonomi dan Doktor Ilmu Ekonomi dari Universitas Indonesia. Sempat mengenyam pendidikan diluar negeri, peraih beasiswa LPDP ini juga lulusan Regional Economic Development Expert di Berlin pada tahun 2009 dan Executive Education, Harvard Kennedy School pada 2021.