Sinergi Bidang Kesehatan Indonesia Dan Arab Saudi

121

Riyadh, Arab Saudi – Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin melakukan kunjungan kerja ke Arab Saudi pada 4-7 April 2024. Dalam kunjungannya Menkes Budi bertemu dengan Menteri Kesehatan Arab Saudi Mr. Farhad Al Jalajel dan Menteri Haji dan Umroh Arab Saudi Mr. Tawfiq Al- Rabiah untuk membahas beberapa action plan kolaborasi antarkementerian kedua negara.

Pada kesempatan ini Menkes Budi juga bertemu dengan Presiden Islamic Development Bank IsDB Mr. Muhammad Sulaiman Al-Jasser di Riyadh. Dalam keterangannya, Menkes menerangkan kerjasama ini akan berdampak positif bagi pelaksanaan haji.

“Banyak jamaah haji yang berasal dari Indonesia. Kemenkes memiliki unit yang menangani kesehatan haji, yaitu Pusat Kesehatan Haji yang memfasilitasi kesehatan haji termasuk tenaga kesehatan. Pertemuan ini diharapkan akan membuahkan kemitraan bidang kesehatan antara Indonesia dan Arab. Semoga para jamaah haji Indonesia bisa menjalankan ibadah dengan sehat, tenang dan hikmat,” tutur Menkes Budi.

Baca Juga  Kebutuhan Data Akurat Untuk Pembangunan Terarah dan Tepat Sasaran

Lebih lanjut Menkes menjelaskan penguatan kerja sama kesehatan dilakukan untuk saling memperkuat area kerja sama, yaitu identifikasi sektor kesehatan lain yang bisa didukung dana hibah/pinjaman IsDB; koordinasi dengan Kementerian Kesehatan Arab Saudi untuk membuka akses development Electronic Medical Record; kolaborasi International Patient Summary (IPS); dan penjajakan kemungkinan MoU spesifik untuk peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan manajemen rumah sakit.

Menkes Budi juga mengunjungi Command and Control Center (CCC) Kementerian Kesehatan Arab Saudi. Selain itu juga mengunjungi Klinik dengan Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Mekah dan Madinah.

KKHI Mekah memiliki fasilitas yang cukup lengkap yaitu UGD dengan 24 tempat tidur, rawat inap dengan 223 tempat tidur, dan ICU dengan 10 tempat tidur. Klini ini memberikan beberapa jenis layanan yaitu layanan spesialis, rawat jalan, rawat inap, farmasi, dan layanan rujukan. KKHI Mekah juga telah didukung sarana penunjang berupa alat Rontgen, USG, EKG, Ekokardiografi, dan ambulans sebanyak 4 unit. KKHI Mekah didukung oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji sebanyak 134 orang.

Baca Juga  Apresiasi terhadap Sosok Inspiratif Kesehatan Indonesia

Meskipun tak sebesar di Mekah, KKHI Madinah juga mampu memberikan layanan kesehatan yang sama. KKHI Madinah didukung fasilitas UGD dengan 10 tempat tidur, rawat inap 43 tempat tidur, dan ICU dengan 7 tempat tidur. Adapun SDM pendukung adalah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji sebanyak 62 orang. (Penulis: Sigit/Edit Timker HDI)