Thursday, August 18, 2022

Daftar Pejabat

Dr. Dra. Lucia Rizka Andalucia, Apt, M.Pharm, MARS

Plt. Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan

Perempuan kelahiran Surabaya ini dilantik sebagai Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan tanggal 15 Desember 2021. Sebelum menjabat sebagai Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, beliau menjabat sebagai Direktur Standarisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif serta pernah pula menjabat sebagai Direktur Registrasi Obat Badan Pengawas Obat dan Makanan. Peraih gelar Doktor dari Universitas Gadjah Mada ini juga pernah menjadi juru bicara vaksinasi Covid-19 oleh Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN).

Dr. Drs. Nana Mulyana, M.Kes., QGIA

Sekretaris Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan

Lahir di Subang pada tanggal 21 Mei 1965 dilantik menjadi Sekretaris Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan terhitung 10 Februari 2022. Sebelumnya beliau menjabat sebagai Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Gelar Magister Kesehatan diraih dari Universitas Indonesia pada tahun 1998 dan meraih gelar Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat dari Universitas Indonesia pada tahun 2008. Beliau telah mendapatkan pengakuan atas keahlian dan kualitas profesional individu di bidang audit internal pada sektor pemerintah sehingga berhak mendapat gelar QGIA.

Pretty Multihartina, Ph.D

Kepala Pusat Kebijakan Upaya Kesehatan

Pribadi kelahiran Madiun ini dilantik menjadi Kepala Pusat Kebijakan Upaya Kesehatan pada tanggal 4 Juni 2021. Pada tahun 2022, perjalanan karirnya memasuki 33 tahun di Kementerian Kesehatan, beliau telah beberapa periode dipercayai untuk memimpin beberapa satuan kerja, diantaranya Puslitbang Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan (2021), Pusat Analisis Determinan Kesehatan (2019), dan Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan (2013). Ibu Pretty, biasa beliau disapa, Sarjana Biologi lulusan ITB (1981-1987) ini memperoleh gelar Doctor of Philosophy in Biology dari University of Leeds, United Kingdom (1992-1997) dan menyelesaikan Post Doctoral di Office of Vaccines Research and Review, Center for Biologics Evaluation and Research, US Food and Drug Administration (US FDA) (2008-2010).

Dr.apt. IGM. Wirabrata, S.Si., M.Kes., MM, MH

Kepala Pusat Kebijakan Sistem Ketahanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan

Pria kelahiran Jakarta ini dilantik sebagai Kepala Pusat Kebijakan Sistem Ketahanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan pada tanggal 10 Februari 2022. Sebelumnya, Beliau menjabat sebagai Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional, Ditjen Pelayanan Kesehatan, Kemenkes RI pada tahun 2021, dan Direktur Penilaian Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga, Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kemenkes RI tahun 2018. Beliau menyelesaikan pendidikan dan memperoleh beberapa gelar Magister di antaranya adalah Magister Kesehatan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat – Universitas Indonesia, Magister Manajemen dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kalbe, dan Magister Hukum dari Universitas Pendidikan Nasional, serta meraih gelar Doktor Ilmu Ekonomi dari Universitas Persada Indonesia YAI.

Bonanza Perwira Taihitu, S.Sos., M.Si.

Kepala Pusat Kebijakan Kesehatan Global dan Teknologi Kesehatan

Pria kelahiran Jakarta ini dilantik sebagai Kepala Pusat Kebijakan Kesehatan Global dan Teknologi Kesehatan pada tanggal 14 April 2022. Sebelumnya, beliau menjabat sebagai Koordinator Fungsi Politik II untuk Kerja Sama Kesehatan, HAM dan Kemanusiaan Kementerian Kerja Sama Luar Negeri pada tahun 2019, Beliau menyelesaikan pendidikan dan memperoleh gelar Sarjana Ilmu Sosial Program Studi Hubungan Interna di Universitas Airlangga dan S2 Magister Ilmu Politik Hubungan Internasional di Universitas Indonesia.

dr. Yuli Farianti, M.Epid

Kepala Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Desentralisasi Kesehatan

Lahir pada 13 Juli 1971 di Jakarta. Beliau dilantik sebagai Kepala Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Desentralisasi Kesehatan pada 14 April 2022. Sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Jaminan Kesehatan pada Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan. Beliau menamatkan Pendidikan akhirnya pada tahun 2014 di Magister Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia dan memperoleh gelar M.Epid.