Kunjungi Indonesia, Menkes Pakistan Terkesan dengan Sistem Pelayanan Kesehatan Primer dan Fasilitas Produksi Vaksin Nasional

107

Menteri Kesehatan (Menkes) Pakistan, Syed Mustafa Kamal didampingi Kepala Otoritas Pengawas Obat Pakistan, Obaidullah dan Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Zahid Hafeez Chaundhri melakukan kunjungan ke Indonesia pada 19-20 Januari 2026. Kunjungan ini dalam rangka diskusi mendalam mengenai Universal Health Coverage (UHC) serta meninjau layanan kesehatan primer dan fasilitas produksi vaksin yang ada di Indonesia.

Kunjungan ini juga sebagai tindak lanjut pertemuan bilateral Menkes RI dan Wakil Menkes Pakistan pada pertengahan tahun lalu, dimana dalam momen ini Wakil Menkes Pakistan menyatakan keinginannya untuk melakukan kerja sama di bidang vaksin. Pertemuan tersebut kemudian berlanjut dengan pertemuan Menkes RI dan Menkes Pakistan hingga terlaksana penandatangan dan pertukaran MOU bidang kesehatan Indonesia dan Pakistan. Seremoni tersebut disaksikan oleh Presiden RI dan Perdana Menteri Pakistan pada bulan Desember 2025.

Untuk melihat produksi vaksin secara langsung, rombongan Menkes Pakistan berkunjung ke Biofarma didampingi oleh Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Lucia Rizka Andalusia dan Kepala Pusat Kebijakan Strategi dan Tata Kelola Kesehatan Global Harditya Suryawanto. Sejak 2025, Biofarma menjadi pemasok vaksin polio terbesar Pakistan melalui UNICEF. Oleh karena produksi vaksin Pakistan yang tidak memadai, Pakistan meminta dukungan Indonesia dalam mengembangkan produksi vaksin melalui kolaborasi dengan Biofarma.

Baca Juga  BKPK sebagai Pusat Pemikiran Kemenkes

Disambut oleh Direktur Utama Biofarma Shadiq Akasya dan jajaran direksi, rombongan dipandu ke laboratorium produksi vaksin dan ruang pemantauan distribusi vaksin / Command Center. Selesai mengamati langsung proses produksi dan distribusi vaksin, rombongan berlanjut dengan diskusi untuk menentukan vaksin apa saja yang ingin diproduksi Pakistan ke depannya.

Hari berikutnya dilakukan kunjungan ke Puskesmas Tebet. Delegasi Menkes Pakistan disambut oleh Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Maria Endang Sumiwi, Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Primer Elvieda Sariwati, Kepala Pusat Kebijakan Strategi dan Tata Kelola Kesehatan Global Harditya Suryawanto, Plt. Kepala Puskesmas Tebet Kristiani Dwi Hastuti, serta Kepala Program Promosi Kesehatan Suku Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Asri Yunita.

Baca Juga  Wapres Ma’ruf Amin Buka Pameran Inovasi dan Teknologi Kesehatan

Rombongan dipandu oleh Ajeng Sekartini, dokter umum Puskesmas Tebet. Ajeng menjelaskan bahwa Puskesmas Tebet telah menggunakan sistem rekam medis elektronik yaitu e-puskesmas. Sistem ini telah terintegrasi dengan sistem SATU SEHAT dan juga sudah disesuaikan dengan implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP).

Setelah memperlihatkan alur registrasi pasien rombongan kemudian diarahkan untuk melihat beberapa layanan yang ada di Puskesmas Tebet seperti laboratorium, imunisasi, kesehatan ibu dan anak, kesehatan gigi dan mulut, dan eldery care.

Menkes Syed Mustafa mengungkapkan kegembiraannya dapat melihat langsung layanan-layanan yang ada di Puskesmas Tebet. Ia memuji bahwa sistem pelayanan kesehatan primer yang diperlihatkan merupakan contoh terbaik dari Indonesia.

“Sungguh suatu kehormatan bagi kami untuk dapat mengamati sistem pelayanan kesehatan primer di Jakarta. Sangat mengagumkan melihat ini semua. Kerja yang sangat bagus yang telah dilakukan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia. Sistem pelayanan kesehatan primer ini merupakan role model tidak hanya bagi Jakarta, tapi bagi seluruh wilayah di Indonesia,” ujarnya pada Selasa (20/1).

Baca Juga  Peringati HKN ke-59, Kemenkes Adakan Ziarah dan tabur Bunga ke Makam Mantan Menkes Endang

Menkes Syed Mustafa menuturkan bahwa Pakistan memiliki populasi 250 juta penduduk dan jumlah populasi anak mencapai 61,619 juta. Populasi yang besar ini harus diimbangi dengan sistem kesehatan yang baik dan tangguh untuk menangani penyakit-penyakit utama. Beliau menjelaskan jika sistem kesehatan Pakistan memburuk maka akan mengancam terjadinya krisis ekonomi dan keamanan negara, seperti halnya pernah terjadi pada saat pandemi Covid-19.

“Sebagai sesama negara muslim, Indonesia adalah saudara. Kami bangga melihat negara anda berkembang ke arah yang benar. Kami perlu belajar banyak dari anda. Kedatangan kami kesini untuk melihat langsung dan belajar dari pengalaman Indonesia,” ujar Menkes Syed Mustafa.

Dari kunjungannya ke dua fasilitas nasional di Indonesia Menkes Pakistan berharap kerjasama antara Indonesia dan Pakistan di bidang kesehatan semakin menguat.

(Penulis: Kurniatun Karomah, Editor: Pusjak STKKG)