
Pemberitaan di media massa selama kurun waktu 9-12 Maret 2026 menyoroti krisis kesehatan jiwa anak yang cukup mengkhawatirkan di Indonesia berdasarkan hasil Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) periode 2025-2026. Dari sekitar 7 juta anak yang diperiksa, hampir 10 persen menunjukkan indikasi masalah kesehatan jiwa, dengan rincian 338.000 anak (4,4%) mengalami gejala kecemasan dan 363.000 anak (4,8%) mengalami gejala depresi. Selain itu, Indonesia juga menghadapi tantangan besar dalam eliminasi kusta karena saat ini menempati peringkat ketiga dunia, yang memicu percepatan langkah skrining dan surveilans nasional.
Pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada kewaspadaan terhadap penularan penyakit campak, terutama menjelang periode mobilisasi tinggi seperti mudik Idul Fitri. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan pencegahan dan memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi campak sebagai perlindungan utama. Untuk mendukung kelancaran mudik, Kementerian Kesehatan telah menyiagakan sekitar 7.000 posko kesehatan serta menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para pengemudi bus guna menjamin keselamatan perjalanan.
Dalam upaya penguatan sistem kesehatan jangka panjang, Kementerian Kesehatan menjalin sinergi dengan KPK untuk periode 2026-2030 guna mengawasi industri obat, memberantas korupsi, dan menekan harga obat agar lebih terjangkau bagi masyarakat. Di sisi lain, fokus pada pemulihan daerah pascabencana juga dilakukan, khususnya di wilayah Sumatera, melalui alokasi anggaran sebesar Rp529 miliar serta pemberian hibah berupa 31 unit ambulans untuk memperkuat layanan kesehatan setempat.








