Menarik Pengunjung Museum dengan Story Telling

834

Jakarta-Badan Kebijakan Pembangunaan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menjadi tuan rumah Pertemuan Museum, Galeri, dan Monumen atau biasa disingkat Mugalemon. Pertemuan yang berlangsung di Kantor BKPK Jakarta ini diikuti oleh pengelola museum pada Jumat, 16 Desember 2022 .

Dibuka secara resmi oleh Sekretaris BKPK Nana Mulyana, pertemuan ini mengusung tema Literasi Kebijakan Kesehatan melalui Story Telling dan Edukasional di Museum. Dalam sambutannya, Nana menyampaikan salah satu tugas BKPK adalah meningkatkan literasi masyarakat dengan menggunakan bahasa populer yang lebih mudah dipahami.

“Salah satu media yang strategis adalah museum dan galeri. Kedepan perlu dikembangkan agar museum dan galeri dapat diakses secara online,” ujarnya.

Baca Juga  BKPK Melaksanakan Clinical Monitoring pada Uji Klinik Vaksin Merah Putih

Pertemuan Mugalemon kali ini menghadirkan narasumber Prof. Tjandra Yoga Aditama. Sebagai tokoh literasi dan edukasi kesehatan masyarakat, Tjandra menerangkan literasi kesehatan atau melek kesehatan adalah kemampuan memperoleh, membaca, memahami, dan menggunakan informasi kesehatan untuk membuat keputusan yang tepat dan mengikuti petunjuk dengan benar.

Lebih lanjut Tjandra mencontohkan museum Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika. Menurutnya misi museum CDC adalah mendidik pengunjung tentang pentingnya pencegahan dalam kesehatan masyarakat. Museum CDC mengumpulkan, melestarikan, dan menyajikan warisan CDC dan pencapaian besar yang diraih melalui pameran yang menarik, program pendidikan yang dinamis, serta arsip web.

“Literasi kesehatan sangat penting untuk edukasi masyarakat sehingga menjadi paham tentang kesehatan,” tegas Tjandra.

Baca Juga  Pentingnya Sosialisasi JKN Secara Masif

Pada kesempatan ini juga hadir narasumber Tampil Chandra S. Gultom yang memaparkan tentang penggunaan story telling dalam melakukan edukasi kepada pengunjung museum. Menurut Tampil, story telling adalah penggambaran cerita untuk menjadikan museum nyaman, tenang, dan memberi pengalaman berharga bagi pengunjung.Kepada para pengelola museum, Tampil memberikan tips dan trik menarik pengunjung museum dengan story telling yang cocok. “Kita harus menjual keunikan museum dan mampu melihat sisi lain dari museum,” katanya.

Tampil juga menuturkan story line atau alur cerita dapat dibuat tematik setiap bulan. Dengan tema yang variatif akan menjadi daya tarik bagi pengunjung. Tampil juga berpesan story line harus dibuat dengan menyesuaikan berbagai karakter pengunjung yang berbeda-beda. “Kita tidak bisa memilih pengunjung yang datang. Sebagai kurator harus mampu menjadi edukator yang siap dalam kondisi apapun. Untuk pengunjung anak-anak bisa dikemas dengan membuat yel-yel atau permainan menarik,” imbuhnya. (Penulis Dian Widiati)