Bangkit Indonesiaku, Sehat Negeriku

633

Tangerang Selatan– Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menggelar Pameran Bangga Produk Inovasi dan Teknologi Kesehatan Dalam Negeri Untuk Mendukung Transformasi Sistem Kesehatan. Pameran yang mengusung tema Bangkit Indonesiaku, Sehat Negeriku ini berlangsung selama 3 hari (3-5 November) di Indonesia Convention Exibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang Selatan Banten. Pameran ini menampilkan produk-produk kesehatan karya anak bangsa.

Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Rizka Andalucia mengatakan pameran ini diikuti oleh 469 peserta. “Selain pameran juga diselenggarakan business forum, talkshow, lomba-lomba, serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat,” ujarnya.

Pameran dibuka secara resmi oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Dalam sambutannya, Menkes Budi menuturkan 6 bidang transformasi kesehatan yang saat ini tengah dilakukan kemenkes. Yang pertama adalah transformasi layanan primer. “Ini yang menjaga agar masyarakat hidup sehat, bukan hanya mengobati. Kita akan merevitalisasi 300 ribu Posyandu dan  lebih dari 10 ribu Puskesmas,” terangnya.

Lebih lanjut Menkes Budi menjelaskan Posyandu dan Puskesmas akan dilengkapi dengan alat-alat yang dibutuhkan seperti antropometri dan USG yang tidak hanya digunakan untuk pemeriksaan ibu dan bayi namun dapat digunakan sebagai deteksi dini dari kanker payudara.

Baca Juga  Vaksinasi Booster BP Jamsostek, Tidak Ada KIPI

Puskesmas dan Posyandu akan memiliki alat yang cukup untuk melakukan skrining terutama untuk pemeriksaan gula darah, tekanan darah tinggi, dan juga kolesterol yang merupakan penyebab terbesar untuk penyakit tidak menular yang ada di Indonesia.

“Kita harapkan dengan adanya aktivitas di level Posyandu di 300 ribu dusun kita bisa menjangkau seluruh masyarakat untuk kegiatan yang sifatnya promotif preventif,” jelasnya.

Menurut Menkes Budi untuk transformasi pilar kedua, seluruh rumah sakit di 514 kabupaten/kota akan dipastikan memiliki alat kesehatan yang cukup untuk bisa melayani 4 penyakit utama, yaitu penyakit jantung, stroke, kanker, dan ginjal.

Selanjutnya pada transformasi yang ketiga yaitu transformasi sistem ketahanan kesehatan, pemerintah akan memastikan bahwa vaksin, obat-obatan, dan alat kesehatan sekurang-kurangnya 50 persen bisa di produksi didalam negeri.

Program kedua pada sistem ketahanan kesehatan adalah akan dibangunnya tenaga cadangan kesehatan. “Kita akan bekerja sama dengan seluruh perguruan tinggi, termasuk Politeknik Kesehatan (Poltekkes) untuk mempersiapkan mahasiswanya. Kita juga akan bekerjasama juga dengan Pramuka. Selain itu kita juga akan memastikan bahwa pendidikan kebencanaan baik bencana alam maupun bencana kesehatan akan masuk pada kurikulum SD, SMP dan SMA,” ujar Menkes Budi.

Baca Juga  Sosialisasi Standar Pelayanan Informasi Publik

Transformasi yang keempat adalah transformasi sistem pembiayaan kesehatan. Ina Grouper akan segera diluncurkan. Transformasi kelima adalah transformasi sistem sumber daya manusia kesehatan. Pemerintah akan memastikan kecukupan jumlah tenaga kesehatan, baik dokter maupun perawat. Bidang transformasi yang terakhir adalah transformasi teknologi kesehatan. 

“Di bidang teknologi kesehatan program besar yang telah diluncurkan adalah program Satu Sehat. Semua data kesehatan akan didigitalisasi dan diakhir september 2023 harus bisa terkoneksi menjadi satu, baik itu data digital dari rumah sakit, dari klinik dan Puskesmas, data dari laboratorium dan data dari perusahaan farmasi,” terang Menkes.

Pada kesempatan ini hadir pula Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Menurut Muhadjir, transformasi kesehatan adalah bagian tak terpisahkan dari revolusi mental. Program ini termasuk program prioritas Presiden Joko Widodo untuk mempercepat perubahan mental bangsa Indonesia dari yang buruk menjadi baik, dari yang kurang baik menjadi baik, dan yang baik menjadi semakin baik untuk menuju indonesia yang maju dan setara dengan negara maju lainnya.

Baca Juga  BKPK Gelar Sosialisasi Survei SSGI dan Sero-Survei Antibodi COVID-19

“Ada 3 karakter mental bangsa Indonesia yang diharapkan berubah semakin baik. Yang pertama soal integritas, yang kedua etos kerja, dan ketiga adalah semangat gotong royong,” jelas Menko Muhadjir.

Lebih lanjut Muhadjir mengatakan ada 4 program aksi bersama multi sektor, termasuk di sektor kesehatan. Keempat program ini adalah bersatu, bersih, mandiri, dan tertib.

“Saya mohon ini betul-betul didasari dan dilandasi nilai-nilai Pancasila. Integritas yang tinggi, kerja keras dan etos kerja yang tinggi, serta semangat gotong royong sebagai ciri khas bangsa Indonesia dan sari pati nilai Pancasila,” pungkasnya.

BKPK ikut berpartisipasi dalam pameran yang dihelat sebagai bagian dari rangkaian acara memperingati HKN Ke-58 ini dengan mengisi 2 stand/booth yang berada di area Pilar Transformasi Kesehatan Ketiga dan Keempat serta satu booth lagi oleh Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu. Materi yang ditampilkan antara lain hasil Sero Survei Antibodi Covid-19 Berbasis Komunitas dan Ina Grouper. Dalam kesempatan tersebut, hadir Sekretaris BKPK Nana Mulyana.

(Penulis Dian Widiati/Editor Fachrudin Ali)