Direktur Jenderal WHO Mengingatkan Pandemi Covid-19 Belum Berakhir

66

Yogyakarta- Sekarang ini dunia telah berubah dari kondisi pertama pandemi melanda. Angka kasus infeksi Covid-19 telah jauh menurun dan sudah banyak negara yang mulai mencabut pembatasan-pembatasan aturan yang sebelumnya diberlakukan. Kehidupan berjalan layaknya seperti sebelum pandemi dan masyarakat memiliki persepsi seolah pandemi telah berakhir. Kondisi ini disatu sisi bagus karena dapat menumbuhkan ekonomi yang porak poranda akibat pandemi, namun disisi lain transmisi masih terus berlangsung di beberapa negara, termasuk di Indonesia. Sementara testing dan sequencing telah jarang dilakukan.

“Kami mengkhawatirkan munculnya kembali serangan panik dan respon yang ditimbulkan masyarakat ketika virus varian baru merebak lagi. Kami juga khawatir pengalaman pahit yang kita alami dari pandemi yang lalu tidak kita ambil pelajarannya sehingga kejadian yang sama kembali terulang.” Demikian kekhawatiran yang disampaikan Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO saat memberikan Keynote Speech pada Pertemuan Pertama Menteri Kesehatan G20 yang dilaksanakan Senin (20/6).

Baca Juga  Peran Serta Perempuan Mendukung Kinerja Institusi

“Oleh karena itu WHO pada acara World Health Assembly yang diadakan bulan lalu mengusulkan “New Global Architecture for Health Emergency Preparedness and Response” yang berisi 10 rekomendasi untuk sistem kesehatan yang lebih kuat, peralatan kesehatan yang lebih baik dan pendanaan yang lebih baik,” jelas Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Usulan rekomendasi yang diungkapkan Tedros dijabarkan lebih lanjut pada saat Press Conference bersama Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin. “Salah satu rekomendasi yang diusulkan adalah didirikannya FIF, sebuah lembaga pendanaan yang dimaksudkan untuk upaya pencegahan, persiapan, dan respon atas pandemi yang lebih baik di masa mendatang,” jelas Tedros.

Selain mendirikan FIF, WHO juga mengembangkan platform baru untuk meningkatkan akses yang lebih baik untuk vaksin, pemeriksaan, pelayanan dan peralatan medis untuk kedepannya. Usulan-usulan ini diungkapkan Tedros semata merupakan upaya menjadikan dunia lebih aman dari pandemi.

Baca Juga  Penyerahan Hadiah Pemenang BKPK Gembira

Pada kesempatan ini Direktur Jenderal WHO menyampaikan apresiasinya atas sambutan baik dari negara-negara anggota G20 dalam menerima usulan tersebut dan juga mengapresiasi kepemimpinan Indonesia pada presidensi G20, terutama dalam bidang kesehatan. Pertemuan Pertama Menteri Kesehatan G20 yang mendiskusikan 3 agenda prioritas presidensi G20 Indonesia juga dijadikan sebagai joint meeting pertemuan dengan Menteri Keuangan untuk membahas pendanaan penanganan pandemi. Selain mendiskusikan 3 agenda prioritas dan pendanaan, acara ini juga mengusung side event, yaitu pembahasan tentang Tuberculosis, One Health, dan Antimicrobial Resistance yang juga tengah menjadi tantangan dalam dunia kesehatan sekarang ini. (Penulis Kurniatun Karomah/Editor Fachrudin Ali)