Kerjasama Keuangan Dan Kesehatan G20 Untuk Pemulihan, Perdamaian, Dan Kemakmuran Global

135

Bali– “Kerja sama antara sektor keuangan dan kesehatan belum pernah menjadi begitu sentral dalam tahap kebijakan global seperti saat ini. Pandemi COVID-19 telah menyadarkan kita pada fakta bahwa nasib ekonomi kita sangat erat kaitannya dengan kondisi kesehatan kita,” ungkap Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat memberikan opening remarks pada acara pertemuan gabungan antara Menteri Keuangan dan Kesehatan G20 yang kedua atau The 2nd Joint Finance and Health Ministers Meeting di Nusa Dua Bali, Sabtu, (12/11).

“Kesehatan adalah kekayaan sejati kita. Tanpa kesehatan, ekonomi kita menderita. Dan sebaliknya, kekayaan mengarah pada kesehatan yang lebih baik. Bagaikan dua tali yang saling bergantung yang diselaraskan dan dijalin menjadi satu tali yang kuat, kerja sama antara keuangan dan kesehatan inilah yang membuat umat manusia saat ini semakin kuat,” tambah Menkes Budi.

Baca Juga  Serosurvei Antibodi Covid-19 Bersiap Lakukan Pengumpulan Data di 34 Provinsi

Dalam kesempatan ini, Menkes Budi menyampaikan apresiasinya atas dibentuknya Dana Pandemi (sebelumnya dinamai Dana Perantara Keuangan atau Financial Intermediary Fund (FIF)) untuk pencegahan, kesiapsiagaan, dan respon terhadap pandemi di masa yang akan datang.

“Saya ingin menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang memungkinkan terwujudnya Dana Pandemi. Ini merupakan kulminasi yang tidak hanya dari kerja keras dan dedikasi, tetapi juga kemanusiaan dalam diri kita masing-masing, kemanusiaan untuk membuat perbedaan dan membangun dunia yang lebih baik bagi anak cucu kita, ujar Menkes Budi.

Saat ini total dana yang terkumpul mencapai 1,4 miliar dolar AS. Dana tersebut berasal dari Australia, Kanada, Komisi Eropa, Perancis, Jerman, China, India, Indonesia, Italia, Jepang, Korea, Selandia Baru, Norwegia, Afrika Selatan, Singapura, Inggris, Spanyol, Amerika Serikat dan UEA. Ada pula tiga filantropi, yaitu The Bill & Melinda Gates Foundation, The Rockefeller Foundation, dan Wellcome Trust. Dana tersebut masih akan bertambah seiring terealisasinya janji dari para pendonor baru.

Baca Juga  Sosialisasi Permenkes 27 Tahun 2022, BKPK Ajak Sektor Swasta dalam Pembiayaan Kesehatan

“Kedepannya, seperti yang digarisbawahi oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, harus disepakati bagaimana kita akan memanfaatkan Dana Pandemi sebaik-baiknya. Untuk menciptakan dunia yang lebih tangguh dan tahan terhadap pandemi. Dana Pandemi akan memberikan pembiayaan untuk kapasitas pencegahan, persiapan, dan respon terhadap pandemi dengan mengatasi kesenjangan kritis sesuai standar International Health Regulation (2005), antara lain surveilans penyakit, sistem laboratorium, penguatan tenaga kesehatan, dan kesiapan penanggulangan medis,” tambah Menkes Budi.

“Kerja sama antara keuangan dan kesehatan G20 hari ini, saya yakin telah memenuhi tujuan ini yaitu kerjasama yang membawa kita dari krisis menuju perdamaian, dari trauma menuju kemenangan, dari bencana menuju pemulihan, dari penyakit dan kemiskinan menuju kesehatan dan kemakmuran.

Baca Juga  BKPK Usulkan Rekomendasi Kebijakan Mendukung Transformasi Kesehatan

Harapan saya adalah ikatan antara keuangan dan kesehatan akan tetap kuat di tahun-tahun mendatang, karena pekerjaan penting kami untuk memperkuat arsitektur kesehatan global tetap relevan seperti sebelumnya, baik untuk kesehatan dan ekonomi kita,” tutup Menkes Budi.

Acara The 2nd Joint Finance and Health Ministers’ Meeting yang diadakan di Mulia Resort Nusa Dua, Bali ini tidak hanya dihadiri oleh para delegasi negara G20, tetapi juga perwakilan lembaga donor seperti GAVI, World Bank, IMF, OECD, CEPI, dan lembaga internasional seperti UNICEF, UNDP dan WHO.  (Penulis Kurniatun K/Editor Fachrudin Ali)