Menkes Sampaikan Dua Pesan Kesehatan dalam Upacara HKN Ke-58

334

Jakarta– Tepat tanggal 12 November diperingati sebagai Hari Kesehatan Nasional (HKN). Upacara peringatan HKN Ke-58 tahun 2022 dipimpin Inspektur Upacara Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin yang berlangsung di lapangan Upacara Gedung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Kuningan Jakarta yang dilakukan secara hybrid.

Dalam arahannya, Menkes Budi menyatakan hari ini 12 November 2022 merupakan Hari Kesehatan Nasional ke-58 yang pertamakali diselenggarakan sesudah pandemi Covid-19 terkendali.

Dalam kesempatan ini ada dua pesan yang disampaikan Menkes Budi terhadap jajaran Kemenkes. “Pertama, mengucapkan terimakasih kepada jajaran Kementerian Kesehatan yang sudah bekerja keras untuk memastikan pandemi Covid19 bisa kita atasi bersama dan kehidupan bisa kembali normal, bisa kembali bekerja dengan normal, dan bisa mengunjungi keluarga kita dimanapun dia berada dengan normal”, ungkap Menkes lebih lanjut.

Menkes Budi menitipkan pesan agar terus memonitor keadaan pandemi ini karena masih adanya varian-varian baru Covid-19 dan mudah-mudahan tidak ada lagi lonjakan berarti yang membebani rumah sakit dan masyarakat.

Pesan kedua yaitu dengan terkendalinya pandemi Covid-19 ini, waktu yang tersisa adalah bagaimana memastikan pesan Presiden Joko Widodo untuk melakukan transformasi sistem  kesehatan nasional. “Ada 6 pilar transformasi kesehatan dan satu pilar tambahan yang harus dilakukan ke dalam,” jelas Menkes

Baca Juga  Pelatihan Pemeriksaan Air Limbah Untuk Deteksi SARS CoV-2

Pilar pertama adalah transformasi dari Sistem Layanan Primer yang akan memperkuat Posyandu, Puskesmas, seluruh Laboratorium Kesehatan Masyarakat, dan melengkapinya dengan layanan berbasis teknologi digital untuk bisa mendekatkan ke seluruh masyartakat Indonesia.

Kedua, transformasi Sistem Layanan Rujukan atau Rumah Sakit (RS). Memastikan RS dilengkapi dengan sumber daya yang cukup, baik dalam bentuk alat dan tenaga. Khususnya dalam melayani penyakit yang menyebabkan kasus kematian tertinggi yang ada di Indonesia sekarang.

Transformasi ketiga adalah transformasi Sistem Ketahanan Kesehatan. Bencana kesehatan terjadi dan memiliki siklus yang panjang. “Bisa 100 tahun sekali, bisa puluhan tahun sekali. Tapi yang pasti mengakibatkan korban banyak sekali di seluruh dunia,” papar Menkes.

Menkes mengatakan harus memastikan generasi selanjutnya lebih siap menghadapi bencana berikutnya, khususnya siap dalam penyediaan alat kesehatan seperti dalam bentuk vaksin dan pabrik pembuatannya di dalam negeri. Termasuk memiliki cukup sumber daya

Baca Juga  Penguatan Sistem Kesehatan Global untuk Persiapan yang Lebih Baik Menghadapi Pandemi

Transformasi keempat adalah transformasi Sistem Pembiayaan Kesehatan. Penduduk Indonesia semakin lama semakin menua dan berdampak pada biaya kesehatan yang semakin tinggi. Kita harus memastikan sistem pembiayaan cukup, adil, dan bisa di akses oleh seluruh masyarakat Indonesia terutama kalangan masyarakat yang makin menua di seluruh wilayah kota besar, kota kecil dan pedesaan di seluruh pelosok di Indonesia.

Transformasi kelima adalah Sumber Daya Manusia Kesehatan. Menkes berharap jajaran Kemenkes melengkapi janjinya agar semua Puskesmas harus ada dokter, memiliki semua nakes yang lengkap.

Transformasi keenam adalah Teknologi Kesehatan. Ini adalah tranformasi untuk mempersiapkan Kemenkes di masa depan. “Kita harus memastikan teknologi informasi Kesehatan benar-benar siap dan berbasis teknologi digital untuk mempermudah akses Kesehatan dari masyarakat kedepannya,” terang Menkes.

Selain itu harus juga mempersiapkan teknologi bioteknologi kesehatan. Kedepannya, teknologi Kesehatan bersifat lebih personal, partisipatif dan yang penting akan menimbulkan loncatan dan terbosan baru di bidang kesehatan dalam hal diagnostik dan terapetik bagi semua masyarakat yang terkena penyakit.

Baca Juga  Pandemic Fund untuk Proteksi Umat Manusia dari Pandemi di Masa Datang

Semua ini bisa dilakukan jika ada transformasi ketujuh yang hanya untuk internal Kemenkes yang dilakukan dengan sebaik-baiknya. Yaitu, transformasi dari Budaya dan Organisasi Kesehatan

Tidak mungkin transformasi kesehatan dijalankan tanpa didukung jajaran kemenkes yang profesional, berintegritas dan bekerja berfokus hanya satu yakni melayani masyarakat. Bekerja dengan dengan sepenuh hati, bahwa kita hadir untuk melayani negeri.

Dalam upacara peringatan HKN Ke-58, Menkes Budi memberikan penghargaan MoH Award di lingkungan Kantor Pusat Kemenkes. Hal ini diberikan dalam rangka meningkatkan motivasi, kinerja, dan wujud apresiasi Kemenkes terhadap pegawai yang berprestasi.

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) memperoleh empat penghargaan yang diperoleh pimpinan dan pegawai atas nama :

  • Lucia Rizka Andalusia Dirjen Kefarmasian dan Alkes dan Plt. Kepala BKPK memperoleh penghargaan Kategori Inspiring Leaders
  • Nirmala Ahmad Ma’ruf memperoleh penghargaan Kategori The Best Transformers
  • Lisa Angelia memperoleh penghargaan kategori PMO Of The Year
  • Melyana memperoleh penghargaan Kategori Mentor Of The Year (Penulis Fachrudin Ali)6