
Pemberitaan media massa didominasi sentimen positif (73,2%) dari 1.622 berita, terutama didorong oleh capaian program CKG dan penanggulangan penyakit menular, yang menunjukkan bahwa narasi kelembagaan resmi masih terkelola dengan baik pada saluran gatekeeper. Namun, media sosial menampilkan gambaran berbeda dengan dominasi sentimen netral (67,9%) yang fluktuatif, dipicu kritik terhadap efektivitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Disparitas ini adalah gejala klasik gap antara komunikasi terstruktur di media massa dan percakapan publik yang lebih bebas dan reaktif di ruang digital, sehingga Kemenkes perlu memperlakukan kedua kanal dengan strategi terpisah, bukan pendekatan satu pesan untuk semua platform.
Dari sisi pola isu, tiga topik menunjukkan karakter penanganan yang berbeda. Isu MBG bersifat insidental dengan lonjakan tajam (1.328 mention), yang berarti respons yang dibutuhkan adalah kecepatan klarifikasi saat terjadi pemicu spesifik. Sebaliknya, isu kematian dokter internsip/PPDS (354 mention) dan Program CKG (172 mention) bersifat kronis dan berkelanjutan, menandakan bahwa keduanya bukan lagi krisis sesaat melainkan isu struktural yang menuntut narasi jangka panjang dan konsisten, bukan sekadar pemadaman insidentil. Konsistensi isu kematian dokter internsip di seluruh periode laporan, disertai tuntutan reformasi tata kelola Program Internsip (PIDI), adalah sinyal bahwa publik menuntut akuntabilitas sistemik, bukan hanya klarifikasi kasus per kasus.
Rekomendasi strategi yang tertera sudah tepat sasaran secara taktis, yakni transparansi hasil investigasi kematian dokter secara berkala untuk meredam tuntutan reformasi, narasi proaktif berbasis bukti ilmiah untuk isu sensitif seperti RPMK kemasan rokok polos, dan amplifikasi capaian transformasi teknologi seperti Bedah Robotik untuk mengimbangi sentimen negatif dengan bukti kinerja positif. Sebagai catatan strategis, ketiga rekomendasi ini sebaiknya dieksekusi dengan kalender komunikasi terintegrasi agar narasi krisis (kematian dokter, MBG) dan narasi capaian (transformasi teknologi) tidak saling bertabrakan di linimasa publik, mengingat rentang perhatian media sosial yang pendek dan mudah teralihkan oleh isu baru.








