SKI 2023 Sebagai Tolok Ukur Capaian Kesehatan Nasional

11251

Bekasi– Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023 memasuki tahapan Workshop Penanggungjawab Teknis (PJT) Provinsi. Setelah dilakukan secara daring pada tanggal 10 Juli 2023, acara dilanjutkan secara luring mulai tanggal 13 Juli hingga 18 Juli di Bekasi.

Workshop diawali sambutan dari Sekretaris Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Nana Mulyana. Dalam kesempatan ini, Nana menyampaikan survei ini merupakan dasar dalam menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2024-2025. Selain itu, menjadi asupan penyusunan RPJMN untuk daerah di sektor Kesehatan.

SKI 2023 juga akan mengukur capaian status kesehatan masyarakat Indonesia serta determinannya. “Kegiatan ini tidak hanya untuk kepentingan nasional tapi juga untuk kepentingan provinsi dan kabupaten.” ungkap Nana lebih lanjut.

Baca Juga  Appraisal Dan Masa Sanggah Nota Rekomendasi Interim Hasil Kajian HTA

Ketua Pelaksana SKI yang juga Kepala Pusat Kebijakan (Pusjak) Upaya Kesehatan BKPK Pretty Multihartina berpesan bahwa tim SKI harus solid karena yang di hadapi adalah community participation.

“Survei ini bukan semata-mata programnya BKPK dan Kemenkes, tapi ini pekerjaan semua. Harusnya teman teman di daerah sudah bisa mendata melalui surveilans yang diperlukan secara indikator,” ungkap Pretty.

Para trainer diharapkan dapat menyampaikan kepada enumerator tentang waspada bencana. Mengingat bulan Agustus mulai memasuki musim hujan, kemungkinan terjadi potensi tanah lonsor di beberapa daerah. Hal ini perlu diantisipasi lebih awal.

Kepala Pusjak Sistem Ketahanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan (SKK dan SDK) I Gede Made Wirabrata sebagai Koordinator Biomedis pada kegiatan SKI 2023 mengharapkan bantuan tim di lapangan untuk mendapatkan sekitar 75.000 sampel biomedis. Spesimen ini diperiksa untuk mengetahui beberapa penyakit, seperti jantung koroner, gangguan lipid (lemak darah), diabetes dan lain-lain.

Baca Juga  Dukung BGSi, BKPK Dorong Penyelenggaraan Biobank Berstandar Internasional

“Agar kegiatan ini berjalan sukses perlu komitmen, perlu kesepakatan, perlu keseriusan” tegas Wirabrata. (Penulis Nowo Setiyo/Edit Timker KLI)