Platform Pendanaan untuk Pencegahan, Persiapan dan Respon terhadap Pandemi

60

Yogjakarta- Kementerian Kesehatan dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia menyelenggarakan 1st G20 Joint Finance and Health Ministers Meeting (JFHMM) di bawah Kepresidenan G20 Indonesia secara hybrid.

JFHMM diselenggarakan dalam rangka berdiskusi serta meminta arahan dari para Menteri Keuangan dan Kesehatan G20 tentang kemajuan yang telah dicapai oleh Joint Finance and Health Task Force (JFHTF). Hal yang dibahas antara lain perkembangan pembentukan Financial Intermediary Fund (FIF) untuk Kesiapsiagaan, pencegahan, dan penanggulangan pandemi (PPR), serta mengembangkan rencana koordinasi antara keuangan dan kesehatan untuk kesiapsiagaan, pencegahan, dan penanggulangan pandemi (PPR).

Pertemuan dipimpin Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Dalam sambutannya Menkeu Sri Mulyani menyatakan komitmen kontribusi sejumlah hampir USD 1,1 miliar telah diamankan untuk FIF guna pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons pandemi. Angka tersebut sudah termasuk kontribusi sebesar USD 50 juta dari Indonesia.

Baca Juga  Vaksinasi Booster BP Jamsostek, Tidak Ada KIPI

“Ini merupakan satu langkah kedepan dalam upaya kita mempersiapkan dan merespon terjadinya pandemi berikutnya”, jelas Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani saat menjelaskan dibentuknya Financial Intermediary Fund (FIF) dalam acara bertajuk Joint Meeting antara Menteri Kesehatan dan Menteri Keuangan negara-negara anggota G20 di Yogyakarta, Selasa (21/06).

FIF adalah sebuah lembaga pendanaan yang dimaksudkan untuk upaya pencegahan, persiapan, dan respon atas pandemi yang lebih baik di masa mendatang. Gagasan dibentuknya FIF telah muncul sejak tahun lalu pada pertemuan Leader Summit G20 di Roma. Gagasan ini kemudian dikembangkan dan ditindaklanjuti sehingga dapat menghasilkan suatu mekanisme pendanaan baru.

Menurut Sri Mulyani pandemi Covid 19 telah menyebabkan kolapsnya perekonomian dan juga memunculkan tantangan-tantangan sosial. Walaupun sekarang ini angka kasus infeksi tergolong kecil namun di beberapa negara termasuk Indonesia, angka kasus kembali naik.

Baca Juga  SSGI 2022 Dilaksanakan Secara Proporsional dan Profesional

Pandemi belumlah berakhir. “Selain itu muncul pula new emerging disease di sejumlah negara yang menandai betapa penting dan urgensinya FIF untuk persiapan yang lebih baik dalam menghadapi pandemi berikutnya,” terang Sri Mulyani.

Lebih lanjut dalam sesi Press Conference yang diadakan bersama Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, Selasa malam waktu setempat, mantan direktur World Bank itu menjelaskan saat ini telah ada progres signifikan yang dihasilkan. Telah terkumpul sejumlah dana di FIF atas kontribusi beberapa negara dan beliau mengharapkan progres terus berlanjut.

Kami (Menteri Keuangan dan Menteri Kesehatan) akan terus mencoba untuk mendapatkan dukungan sebanyak mungkin dari negara-negara lain dan juga organisasi internasional lain supaya berkontribusi dalam pendanaan ini,” tegas Sri Mulyani.

Baca Juga  Kemenkes Adakan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022

Dalam kesempatan ini Menkes Budi Gunadi Sadikin juga menambahkan bahwa nantinya akan dibuat sebuah platform koordinasi pendanaan yang akan memberikan mekanisme yang sangat bernilai dalam menyikapi masalah pandemi dan bagaimana akan mengalokasikan sumber dananya. (Penulis Kurniatun Karomah/Editor Fachrudin Ali)