Peluncuran The Lancet Regional Health – Western Pacific Commission: Upaya Memperkenalkan Transformasi Sistem Kesehatan ke Literatur Global

32

Jakarta – The Lancet, jurnal ilmiah bidang kesehatan paling prestisius di dunia, membentuk The Lancet Regional Health Western Pacific Commission: Reimagining Healthcare in Indonesia for 2045 dan menempatkan kepemimpinan penuh ilmuwan Indonesia di Komisi ini.

Untuk menandai pencapaian Indonesia, Kementerian Kesehatan melakukan peluncuran The Lancet Regional Health Western Pacific Commission: Reimagining Healthcare in Indonesia for 2045 pada Senin (22/6) di Jakarta. Momen ini mengawali dimulainya rangkaian kerja sama selama tiga tahun ke depan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang berkesempatan memberikan sambutan menyampaikan bahwa dirinya sangat bangga ilmuwan Indonesia untuk pertama kalinya memimpin sebuah komisi di jurnal The Lancet.

“Ini menunjukkan kematangan ekosistem riset kita. Ke depannya kita berharap bisa meningkat dari The Lancet Regional ke The Lancet Internasional,” ujar Budi.

Membahas tema Reimagining Healthcare in Indonesia for 2045, Menkes Budi mengatakan sangat penting bagi Indonesia untuk mencapai ambisi Indonesia Emas pada tahun 2045. Indonesia bermimpi menjadi negara berpendapatan tinggi pada tahun 2045.

Pembangunan manusia yang sehat dan berkualitas menurut Budi merupakan kunci utama pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan guna membawa Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah.

Baca Juga  Rakornis SKI 2023 Provinsi Aceh

“Saat kita mendapat bonus demografi, jumlah penduduk usia produktif yang tinggi dapat menghasilkan nilai GNI tertinggi. Jika kita memiliki penduduk yang pintar dan sehat, kita akan mendapatkan keuntungan,” terang Budi.

Lebih lanjut, Menkes Budi menjelaskan bahwa jika populasi Indonesia yang berjumlah lebih dari 280 juta jiwa tidak sehat dan tidak pintar, tidak mungkin Indonesia akan mencapai Gross National Income (GNI) 14.000 USD per kapita.

“Masa depan bukan sesuatu yang diwarisi, masa depan adalah sesuatu yang perlu kita bangun. Jadi mari kita upayakan hidup sehat dan berkualitas,” tegasnya.

Editor-in-Chief The Lancet Regional Health Western Pacific Dr. Jie Cai dalam sambutannya menyampaikan bahwa sistem kesehatan di Indonesia telah meningkat pesat dan ia memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran kesehatan yang telah berkontribusi dalam merealisasikan reformasi tersebut.

“Hari ini adalah permulaan. Kita akan bekerja sama untuk menjalankan komisi ini. Mungkin tidak mudah, akan ada banyak pertentangan, banyak argumen. Namun pada akhirnya kita semua memiliki tujuan yang sama,” ujar Jie Cai.

Menurut Jie Cai, komisi ini akan menggabungkan keahlian nasional dan internasional untuk menghasilkan rekomendasi berbasis bukti yang melahirkan kebijakan berkeadilan untuk membangun Indonesia yang lebih sehat dan lebih akuntabel.

Baca Juga  Di hadapan Presiden Joko Widodo dan Presiden Xi Jinping, Menkes RI tanda tangani Plan of Action di bidang Kesehatan

Founding co-chair Dr. Sandersan Onie dalam sambutannya mengatakan ia mengajak orang-orang yang luar biasa ini untuk bergabung dalam upaya membangun ekosistem penelitian kesehatan yang lebih luas dan menuangkannya ke dalam literatur, terutama literatur global.

“Indonesia telah melakukan banyak hal dan sudah melakukan pekerjaan yang bagus dalam transformasi sistem kesehatan, namun tidak pernah diperkenalkan ke dalam literatur global. Kami berharap mulai hari ini hal tersebut akan berubah. Ambisi kami adalah meningkatkan publikasi kesehatan di Indonesia ke tingkat baru,” ujar Sandersan.

Dijelaskan Sandersan bahwa ini adalah komisi jurnal Lancet pertama yang dijalankan oleh Indonesia dan hanya ada sedikit negara yang eksis dalam sejarah komisi jurnal Lancet. Ini berarti transformasi sistem kesehatan Indonesia akan dibagikan ke seluruh dunia di masa depan seperti yang diharapkan para pendiri komisi ini.

“Kita bekerja sama untuk memastikan setiap suara terdengar, untuk bisa meningkatkan ekosistem publikasi di seluruh negeri, sehingga kita semua mendapatkan manfaat dari sebuah artikel dan perjalanan yang kita upayakan bersama,” terangnya.

Baca Juga  2nd HMM G20, Upaya Hasilkan Kesepakatan Penguatan Arsitektur Kesehatan Global

The Lancet Regional Health Western Pacific akan dijalankan secara kolaboratif dan melibatkan ilmuwan dari berbagai lembaga di Indonesia sebagai kepemimpinan bersama (co-chairs) yaitu terdiri dari Prof. Hasbullah Thabrany (Universitas Indonesia), Dr. Irmansyah (BRIN), dan Prof. Rina Agustina (Universitas Indonesia & Enhance Global) dan Dr. Sandersan Onie (Wellspring Center Indonesia & Research Fellow Harvard Medical School) selaku founding co-chair.

Sedangkan para Commissioners adalah Prof. Asnawi Abdullah (Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kemenkes), Dr. Wahyu Pudji Nugraheni (BRIN), Ahmad Fuady, PhD (Universitas Indonesia,) Dr. Balqis (Universitas Hasanuddin), A/Prof. Inge Dhamanti (Universitas Airlangga), Dr. Julita Hendrartini, PhD (Universitas Gadjah Mada,) A/Prof. Teguh Dartanto, Ph.D (Universitas Indonesia) dan Prof. Byron J. Good dari Department of Global Health and Social Medicine, Harvard Medical School.

Melalui sinergi lintas sektor Kementerian/Lembaga dan keterlibatan aktif perguruan tinggi, organisasi profesi, mitra pembangunan internasional, serta masyarakat sipil momentum ini diharapkan menjadi titik awal untuk memperkuat dialog kebijakan berbasis bukti serta merumuskan komitmen bersama guna mewujudkan sistem kesehatan Indonesia yang adil, tangguh, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045. (Penulis: Kurniatun Karomah, Editor: Timker HDI)