
Jakarta – Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) kembali mengadakan kegiatan BKPK Mengajar tahun ini. Kegiatan BKPK Mengajar kali ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-62 di SMAN 117 Jakarta. Sejumlah 80 siswa kelas X dan XI dikumpulkan di Aula Lantai 5 Gedung SMAN 117 untuk mendapatkan edukasi mengenai kesehatan secara umum dari BKPK.
Dua narasumber dari Pusat Kebijakan Sistem Ketahanan Kesehatan (Pusjak SKK), Tri Maharani dan Ira Cyndira Tresna dihadirkan untuk memberikan materi mengenai Pertolongan Pertama dalam Menangani Gigitan Ular serta Kesiapsiagaan dalam Menghadapi Situasi Darurat. Selain mendengarkan materi paparan, para siswa juga diajak melakukan praktik langsung bagaimana imobilisasi dan cuci luka gigitan ular serta simulasi evakuasi bencana.
Tri Maharani dalam paparannya menjelaskan bahwa untuk melakukan pertolongan akibat gigitan ular, langkah pertama adalah mengidentifikasi ular. Namun karena orang awam umumnya tidak bisa, maka Maha menyarankan untuk men-download aplikasi virtual voice receiver atau bergabung dalam WA Group yang dirinya buat.
“Dokter di UKS boleh bergabung dalam WA Grup, nanti bisa kita pandu untuk identifikasinya. Untuk imobilisasinya caranya bagaimana? Yaitu dengan membidai bagian yang tergigit oleh ular,” ujar Maha.
Selanjutnya Ira Cyndira Tresna dalam paparannya menjelaskan bahwa sebagai upaya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, para siswa harus menyiapkan satu tas berisi barang-barang berharga seperti masker, senter, peluit, korek api, obat-obatan, makanan yang tahan lama serta air mineral secukupnya.
“Untuk upaya penyelamatan diri, adik-adik harus menyesuaikan dengan jenis bencananya, misalkan kalau terjadi gempa maka harus merunduk dan berlindung di bawah meja, kalau terjadi kebakaran harus segera evakuasi melalui tangga darurat bukan melalui lift, dan kalau terjadi banjir atau tsunami maka harus mencari dan berlindung di tempat paling tinggi,” jelas Ira.

Dalam sambutannya Ketua Tim Kerja Humas, Data, dan Informasi (Timker HDI) Grace Lovita Tewu mengatakan bahwa BKPK ingin membekali para siswa pengetahuan kesehatan yang bisa dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Dijelaskannya bahwa permasalahan kesehatan sangat luas, bukan hanya mengenai penyakit menular dan tidak menular, ada juga permasalahan kesehatan yang disebabkan oleh keracunan dan bencana. Penanganan keracunan dari hewan berbisa serta penanganan saat terjadi bencana adalah pengetahuan praktis yang bisa diterapkan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari.
“Bencana dapat terjadi pada siapa saja, kapan saja, dan dimana saja, karena itu edukasi mengenai hal ini sangat penting agar adik-adik tidak panik dan tahu apa yang harus dilakukan. Dengan pembekalan pengetahuan ini adik-adik diharapkan dapat menyelamatkan diri sendiri, keluarga dan orang sekitar,” ujar Vita.
Hal senada disampaikan Kepala Pusjak SKK, Dwi Puspasari yang menyempatkan hadir dalam kegiatan ini. Dijelaskannya bahwa wilayah Jakarta mempunyai potensi bencana seperti gempa dan tsunami sehingga kesiapsiagaan perlu dilakukan.
“Adik-adik merupakan calon pemimpin masa depan, dengan pembekalan pengetahuan yang luas diharapkan dapat membantu menyelamatkan sesama dan lingkungan serta dapat mengajak keluarga dan sekitarnya untuk lebih memperhatikan kesehatan,” ujar Dwi.
Menutup sambutannya Dwi mengajak para siswa dan para guru agar dapat mengunjungi Perpustakaan dan Galeri Kesehatan BKPK di lain kesempatan. Perpustakaan dan Galeri Kesehatan mempunyai koleksi berbagai buku serta menawarkan banyak informasi yang sangat berguna untuk menambah wawasan dan pengetahuan para siswa.
Kegiatan BKPK Mengajar dikemas secara fun dan interaktif, baik dengan penyampaian materi dan praktik langsung maupun dengan games serta senam gerakan ringan dan lucu untuk menciptakan suasana yang tidak membosankan. Melalui kegiatan BKPK Mengajar, para siswa SMAN 117 Jakarta membawa bekal pengetahuan berharga yang siap diterapkan demi keselamatan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar.
Sinergi edukasi yang interaktif ini diharapkan dapat terus berlanjut. Guru dan siswa pun didorong untuk memanfaatkan fasilitas Perpustakaan dan Galeri Kesehatan BKPK di kemudian hari guna memperluas wawasan kesehatan demi mencetak generasi muda yang tangguh, tanggap, dan siap menghadapi tantangan kesehatan serta kebencanaan di masa depan. (Penulis: Kurniatun Karomah, Editor: Tim Ker HDI)








