Kolaborasi Mitra Kesehatan Mendukung Transformasi Kesehatan

76

Jakarta– Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) menggelar Indonesia Health Partners Meeting 2024 pada Rabu (26/6) di Jakarta. Pertemuan ini diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi pada para donor kesehatan yang telah berkolaborasi dengan Kemenkes untuk menyukseskan transformasi kesehatan. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono dalam sambutannya menyampaikan Kemenkes dengan para mitra telah bekerja sama dengan erat dalam beberapa tahun ini. Ia juga mengatakan agar kerja sama ini dapat diperkuat dan memperkaya langkah kedepannya. 

“Kami benar-benar menghargai peranan dari mitra pembangunan dalam transformasi sistem kesehatan kita. Oleh karena itu kami bertekad untuk melalui proses yang jelas dan bertanggung jawab melalui kesepakatan dengan mitra. Saya percaya bahwa dengan upaya bersama membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin,” tuturnya. 

Baca Juga  Indonesia Ajak Negara G20 Berinvestasi untuk Tuberculosis

Selanjutnya, Dante menyampaikan Kemenkes telah mencatat komitmen bersama dari luar Kemenkes mulai dari 2021 sampai 2025 yaitu kurang lebih 931.7 juta USD. Komitmen ini dialokasikan pada pendanaan barang dan jasa dengan penggunaan dana kurang lebih 276.2 juta USD di 2023. “Itu yang membuat kami bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan spesifik dari program-program kami,” katanya.

Hampir 48% atau sebanyak 131.8 juta USD dimanfaatkan untuk mendukung implementasi program, bantuan kepada masyarakat, dan penyediaan alat kesehatan. Selebihnya, 72.8 juta USD didistribusikan untuk penyediaan jasa atau layanan teknis, konsultan, implementasi program, dan pelatihan. Selain itu sebanyak 71.6 juta USD dialokasikan untuk obat-obatan, vaksin, dan alat-alat kesehatan. 

Baca Juga  Harmonisasi Pusat dan Daerah Sukseskan Transformasi Kesehatan

Pada kesempatan ini, Dante mengucapkan terima kasih kepada para donor dan mitra kesehatan. “Kami sangat berterima kasih atas dukungan terhadap agenda transformasi kesehatan. Itu tidak hanya dukungan melalui kesepakatan, tapi juga kemitraan strategis. Kami sangat beruntung mendapatkan mitra yang dapat diandalkan dari pemerintah juga sektor swasta,” ucapnya.

Dante berharap dengan upaya bersama dan dukungan sumber daya yang lain, bisa memberikan dampak signifikan dan mengatasi kesenjangan anggaran. Upaya ini juga menunjukkan fleksibilitas dan agility yang luar biasa. Hal ini menjadi faktor pendorong inovasi di ekosistem kesehatan di Indonesia. “Kami sudah menyaksikan hal-hal yang sangat berhasil di daerah-daerah.  Perawatan kesehatan sekunder telah meningkatkan keterampilan para profesional kesehatan. Selain itu juga peningkatan keterampilan dan teknologi pada vaksin, terapeutik, teknologi diagnostik, dan juga bioteknologi,” ujarnya. 

Baca Juga  Hasil Serosurvei Merefleksikan Imunitas Masyarakat Di Daerah 

Lebih lanjut, Dante menceritakan kisah sukses dukungan mitra pembangunan kesehatan untuk penanganan tuberkulosis, membangun rumah sakit di beberapa tempat, mendirikan dan mentransfer teknologi dari berbagai macam negara. “Semoga program ini bisa berjalan terus dan kita bisa menyukseskan program ini dengan baik dan kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan donatur-donatur tersebut berlangsung secara terus menerus,” pungkasnya. (Penulis Faza Nur/Edit Pusjak KGTK-Timker HDI)