web analytics
Header Ads
Beranda Blog Halaman 58

Melaju Menjadi Yang Terdepan Di Jakarta Laser Run HKN Ke-58

Jakarta– Hari ini Minggu (6/10) Lomba Jakarta Laser Run 2022 dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 Tahun 2022 memasuki hari terakhir, setelah hari sebelumnya diperlombakan kategori Junior dan Youth. Hari kedua ini kategori yang dilombakan adalah tingkat Putri Senior, Perorangan Senior dan Senior Relay Team

Salah satu peserta mengungkapkan kepuasannya pada gelaran lomba ini. “Saya sangat senang mengikuti lomba ini, selain bisa berlomba dan bertemu kembali dengan peserta dari Jakarta, juga turut memeriahkan Hari Kesehatan Nasional ke-58” ungkap Wilis peserta dari Jawa Tengah.

Ada juga peserta Wuri dari mahasiswi Poltekkes Surakarta yang merupakan juara 1 lomba lari Putri senior yang merasa senang mengikuti lomba ini karena seru dan penuh tantangan. Persiapan yang telah dilakukannya cukup lama mendapatkan hasil maksimal.

Peserta  yang bertanding tidak hanya datang dari Jakarta tapi juga dari beberapa daerah. Selain diikuti umum,  peserta terdiri dari instansi kementerian/lembaga negara juga POLRI.

Muhammad Rijadi inisiator sekaligus Bidang Kompetisi Jakarta Laser Run 2022 mengatakan perlombaan Laser Run ini baru pertama kali di adakan di Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Lebih lanjut Rijadi mengatakan acara berjalan dengan lancar. Kedepan rencananya akan diadakan secara regular setiap bulan Oktober.

Selain ingin mempopulerkan olahraga pentathlon secara lebih luas ke masyarakat dari berbagai usia, diharapkan perlombaan ini mampu mencetak bibit unggulan yang diproyeksikan untuk kejuaraan nasional.

Pada kesempatan ini Juliani sebagaii National Technical Observer (NTO) Pengurus Pusat Modern Pentathlon Indonesia (PP MPI), yang mengawasi dan memimpin juri lomba Jakarta Laser Run 2022 berlisensi UIPM juga mengatakan bahwa acara berjalan sukses berkat kerjasama panitia serta seluruh tim yang terlibat. Jakarta Laser Run ini secara regulasi di buat profesional, sesuai aturan yang terdapat di induk olahraga pentathlon dunia (UIPM), tutupnya.

Dalam perlombaan ini, Kemenkes memperoleh Juara Ketiga Kategori Senior Relay Team. Salah satu peserta yang mewakili Kemenkes yakni Nowo Setiyo Raharjo dari Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK).

(Penulis Nowo SR/Editor Fachrudin Ali)

Sekretaris BKPK Membuka Secara Resmi Lomba Jakarta Laser Run 2022

Sekretaris BKPK Nana Mulyana melepas peserta Lomba Jakarta Laser Run 2022

Jakarta– Sekretaris Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Nana Mulyana membuka secara resmi Lomba Jakarta Laser Run 2022 di Jakarta (5/10).

Dalam sambutannya mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKPK, Nana mengungkapkan kompetisi modern pentathlon pasca PON XX Papua 2021 ini dapat digelar pertama kali di Kementerian Kesehatan.

“Hal ini penting untuk menyosialisasikan dan menggairahkan olah raga modern pentathlon yang semakin banyak digemari oleh kawula muda, generasi milenial,” ungkapnya.

Menurut Nana, Lomba Jakarta Laser Run 2022 penting untuk membangun semangat masyarakat Indonesia khususnya Pegawai Kementerian Kesehatan dan Jajaran Kesehatan/kedokteran TNI-POLRI untuk bangkit dari Pandemi Covid-19 dan mendukung Program Pemerintah dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Saya sangat bangga dengan keterbatasan sarana dan prasarana cabang olah raga modern pentathlon di Kementerian Kesehatan, kita masih dapat melaksanakan kejuaraan Jakarta Laser Run 2022 yang cukup membanggakan meskipun dengan persiapan yang sangat mepet namun dapat terlaksana dengan baik,” jelas Nana lebih lanjut.

Nana mengungkapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada Panitia Pelaksana dari BKPK Kemenkes, Juri PP MPI yang berlisensi UIPM yang telah bekerja keras selama ini dalam waktu mendesak sekitar 3 minggu bisa menyelenggarakan event perintisan kejuaraan Jakarta Laser Run untuk pencarian dan pembinaan atlet muda sebagai sumbangsih menjadi atlet provinsi, nasional dan atlet dunia.

“Saya berharap ada atlet yang hadir di sini bisa mewakili Indonesia dan mendapatkan medali emas,” harapnya.

Dalam laporannya, Cahaya Indriaty selaku Ketua Panitia Jakarta Laser Run 2022 mengungkapkan jumlah peserta atau atlet yang mendaftar sebanyak 41 orang nomor perorangan, 11 team dan 5 tim campuran (mixed team).

Kejuaraan Jakarta Laser Run 2022 merupakan tes event untuk persiapan Kejuaraan Nasional untuk Seleksi Nasional Atlet Asian Games 2023 cabang olah raga modern pentathlon yang akan diselenggarakan PP MPI pada tanggal 26-27 November 2022.

Kejuaraan ini merupakan ajang sosialisasi dan penerapan aturan UIPM Competition Rules and Regulation yang mulai berlaku 1 Januari 2022. Selain itu kejuaraan ini merupakan tes event untuk persiapan Kejuaraan Nasional untuk Seleksi Nasional Atlet Asian Games 2023 cabang olah raga modern pentathlon yang akan diselenggarakan 26-27 November 2022. (Penulis Dwi Arianto/Editor Fachrudin Ali)

BKPK Raih Penghargaan Pada HKN Ke-58

Sekretaris BKPK menerima penghargaan dari Dirjen Farmalkes sekaligus Plt. Kepala BKPK setelah Unit Kearsipan BKPK berhasil mendapatkan kategori AA atau sangat memuaskan dengan nilai 96.26

Tangerang Selatan– Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI berhasil meraih sejumlah penghargaan dalam rangkaian Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 Tahun 2022. Penghargaan tersebut diraih Sekretariat BKPK, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga, serta Loka Penelitian dan Pengembangan (Loka Litbang) Pangandaran.

B2P2TOOT Tawangmangu menerima penghargaan satuan kerja dengan kepatuhan interaksi pelayanan publik dengan kategori sangat baik

Sekretariat BKPK meraih penghargaan pada unit kearsipan. Berhasil mendapatkan kategori AA atau sangat memuaskan dengan nilai 96.26 berdasarkan hasil pengawasan kearsipan internal Kemenkes 2022. Sementara satuan kerja BKPK meraih penghargaan kepatuhan interaksi pelayanan publik. B2P2TOOT Tawangmangu dan Loka Litbang Pangandaran meraih kategori sangat baik sedangkan B2P2VRP Salatiga masuk kategori baik.

Sekretaris BKPK Nana Mulyana setelah menerima penghargaan merasa bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Nana juga mengapresiasi kepada para arsiparis, pengelola arsip, dan Kepala Sub Bagian Umum dalam mengawal kearsipan.

B2P2VRP menerima penghargaan satuan kerja dengan kepatuhan interaksi pelayanan publik dengan kategori baik

 “Ini merupakan bentuk pengakuan dari organisasi kemenkes yang diraih, harapannya ke depan pengelolaan arsip lebih baik lagi dan bisa menjadi contoh bukan hanya di level Kementerian Kesehatan tapi juga nasional,” ucap Nana usai menerima penghargaan di Pameran Hari Kesehatan Nasional pada Sabtu, (5/11).

Selain itu, Nana juga memberikan ucapan selamat dan apresiasi kepada B2P2TOOT Tawangmangu, B2P2VRP Salatiga, dan Loka Litbang Pangadaran atas prestasi yang diraih. Nana mengatakan apresiasi ini menunjukkan satuan kerja sudah melakukan pelayan publik yang baik dan mendapatkan apresiasi dari Kemenkes.

“Kami harapkan, teman-teman satker meski nanti sudah tidak berada di BKPK lagi mereka tetap dapat mempertahankan dan meningkatkan pelayanan publik yang telah mereka lakukan yang berprestasi ini,” pesannya.

Loka Litbang Pangandaran menerima penghargaan satuan kerja dengan kepatuhan interaksi pelayanan publik dengan kategori sangat baik

Nana pun berharap untuk Sekretariat BKPK, dapat lebih banyak melakukan kegiatan untuk pelayanan publik. “Harapan dan targetnya tahun depan ada satu atau dua Sekretariat BKPK meraih penghargaan pelayanan publik,” tutupnya. (Penulis Faza Nur Wulandari/Editor Fachrudin Ali)

INA Grouper Resmi Diluncurkan Di Pameran HKN Ke-58 Tahun 2022

Tangerang Selatan– INA Grouper resmi diluncurkan pada acara Pameran Bangga Produk Inovasi dan Teknologi Kesehatan Dalam Negeri Untuk Mendukung Transformasi Sistem Kesehatan di hadapan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan sejumlah undangan yang hadir di Tangerang Selatan, Rabu (3/11).

Untuk mendukung sosialisasi dan promosi, Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Desentralisasi Kesehatan (Pusjak PDK) Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes RI) menggelar booth di acara pameran ini yang diselenggarakan sebagai salah satu rangkaian acara memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-58 Tahun 2022.

Booth Pusjak PDK BKPK Kemenkes RI menyajikan informasi INA Grouper. INA Grouper merupakan grouper yang dibangun oleh Kemenkes dengan masukan dari organisasi profesi. Tujuannya untuk menghasilkan pengelompokan baru untuk kasus (diagnosis dan penyakit) yang disesuaikan dengan kondisi di Indonesia.

Pihak- pihak yang terlibat dalam proses reklasifikasi INA Grouper adalah Tim Tarif INA-CBG, rumah sakit serta organisasi profesi dokter spesialis.

Dalam acara ini, BKPK juga menampilkan booth Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu yang menampilkan bahan baku tanaman obat dalam bentuk simplisia. Menurut Santosa (4/11) selaku Penanggungjawab Pusat Pengolahan Pascapanen Tanaman Obat B2P2TOOT yang hadir di pameran ini mengatakan simplisia yang ditampilkan merupakan hasil dari instalasi pasca panen B2P2TOOT.

“Ada simplisia kamilen, simplisa kapulaga, teh hijau, temulawak, echinacea dan sebagainya,” ungkapnya menjelaskan. Simplisia Rimpang Kunyit atau Curcuma Domestica Val. berkhasiat untuk mengobati obat demam, diare dan nyeri.

“Simplisia Krangean memiliki khasiat afrodisiaka, mengatasi bengkak, dan bronkitis,” ungkap Santosa.

Pameran HKN Ke-58 berlangsung hingga Sabtu (5/11). (Penulis Fachrudin Ali)

Anggota Komisi IX DPR RI Harapkan Kebijakan Kesehatan yang Terukur

Wawancara Wakil Ketua Komisi IX DPR RI oleh Ketua Tim Kerja Hukum dan Humas Sekretariat BKPK Cahaya Indriaty

Jakarta– Wakil Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Emanuel Melkiades Laka Lena menyatakan dukungan terhadap perubahan organisasi di Kementerian Kesehatan (Kemenkes). “Komisi IX termasuk serius untuk memberikan dukungan kepada Menteri Kesehatan agar perubahan struktur di Kemenkes betul-betul berbasis kinerja dan memenuhi harapan banyak kalangan terkait dengan pelayanan kesehatan di negeri ini,” ucap Melki, sapaan akrabnya, saat ditemui di ruang kerja Kantor DPR RI oleh Tim BKPK, pada Kamis (3/11).

Selain itu, Melki turut memberikan dukungan pada Badan Kebijakan Pembangungan Kesehatan (BKPK) Kemenkes sebagai unit eselon satu. “Ketika kebijakan kesehatan menjadi salah satu dari eselon satu di Kemenkes tentu mendukung agar melalui eselon satu khusus ini benar-benar bisa memastikan bahwa seluruh program di Kemenkes bisa terekam dengan baik,” ujarnya.

Selanjutnya, Melki menginginkan adanya identifikasi dan memberikan cacatan terkait respon Kemenkes dan seluruh pemangku kepentingan lainnya yang terkait agar bisa bekerja secara bersama. Melalui BKPK sebagai eselon satu khusus, agar kebijakan kesehatan lebih terukur, terarah, dan sistematis ke depan. “Tentu ini adalah terobosan yang baik dari kemenkes dan Komisi IX akan mendukung dengan kuat untuk ke depan,” ucap Melki.

Meski demikian, Melki merasa program kesehatan saat ini belum secara optimal menyentuh persoalan saat ini maupun potret kesehatan yang akan datang. Sehingga menurutnya, perlu adanya riset yang bagus untuk menghasilkan kebijakan yang responsif, terukur, dan tepat. Sebagai contoh pemerintah belum mempunyai regulasi untuk merespon kejadian gagal ginjal akut yang sedang terjadi saat ini.

“Regulasi ini mesti disusun atau mitigasi bencana semacam gagal ginjal akut ini harus terlahir dari kebijakan kesehatan yang tepat. Ini butuh riset yang baik dan kebijakan yang tepat, sehingga nanti persoalan program dan anggaran benar-benar tepat untuk kita alokasikan,” tegasnya.

(Penulis Faza Nur Wulandari/Editor Fachrudin Ali)

Bangkit Indonesiaku, Sehat Negeriku

Tangerang Selatan– Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menggelar Pameran Bangga Produk Inovasi dan Teknologi Kesehatan Dalam Negeri Untuk Mendukung Transformasi Sistem Kesehatan. Pameran yang mengusung tema Bangkit Indonesiaku, Sehat Negeriku ini berlangsung selama 3 hari (3-5 November) di Indonesia Convention Exibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang Selatan Banten. Pameran ini menampilkan produk-produk kesehatan karya anak bangsa.

Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Rizka Andalucia mengatakan pameran ini diikuti oleh 469 peserta. “Selain pameran juga diselenggarakan business forum, talkshow, lomba-lomba, serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat,” ujarnya.

Pameran dibuka secara resmi oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Dalam sambutannya, Menkes Budi menuturkan 6 bidang transformasi kesehatan yang saat ini tengah dilakukan kemenkes. Yang pertama adalah transformasi layanan primer. “Ini yang menjaga agar masyarakat hidup sehat, bukan hanya mengobati. Kita akan merevitalisasi 300 ribu Posyandu dan  lebih dari 10 ribu Puskesmas,” terangnya.

Lebih lanjut Menkes Budi menjelaskan Posyandu dan Puskesmas akan dilengkapi dengan alat-alat yang dibutuhkan seperti antropometri dan USG yang tidak hanya digunakan untuk pemeriksaan ibu dan bayi namun dapat digunakan sebagai deteksi dini dari kanker payudara.

Puskesmas dan Posyandu akan memiliki alat yang cukup untuk melakukan skrining terutama untuk pemeriksaan gula darah, tekanan darah tinggi, dan juga kolesterol yang merupakan penyebab terbesar untuk penyakit tidak menular yang ada di Indonesia.

“Kita harapkan dengan adanya aktivitas di level Posyandu di 300 ribu dusun kita bisa menjangkau seluruh masyarakat untuk kegiatan yang sifatnya promotif preventif,” jelasnya.

Menurut Menkes Budi untuk transformasi pilar kedua, seluruh rumah sakit di 514 kabupaten/kota akan dipastikan memiliki alat kesehatan yang cukup untuk bisa melayani 4 penyakit utama, yaitu penyakit jantung, stroke, kanker, dan ginjal.

Selanjutnya pada transformasi yang ketiga yaitu transformasi sistem ketahanan kesehatan, pemerintah akan memastikan bahwa vaksin, obat-obatan, dan alat kesehatan sekurang-kurangnya 50 persen bisa di produksi didalam negeri.

Program kedua pada sistem ketahanan kesehatan adalah akan dibangunnya tenaga cadangan kesehatan. “Kita akan bekerja sama dengan seluruh perguruan tinggi, termasuk Politeknik Kesehatan (Poltekkes) untuk mempersiapkan mahasiswanya. Kita juga akan bekerjasama juga dengan Pramuka. Selain itu kita juga akan memastikan bahwa pendidikan kebencanaan baik bencana alam maupun bencana kesehatan akan masuk pada kurikulum SD, SMP dan SMA,” ujar Menkes Budi.

Transformasi yang keempat adalah transformasi sistem pembiayaan kesehatan. Ina Grouper akan segera diluncurkan. Transformasi kelima adalah transformasi sistem sumber daya manusia kesehatan. Pemerintah akan memastikan kecukupan jumlah tenaga kesehatan, baik dokter maupun perawat. Bidang transformasi yang terakhir adalah transformasi teknologi kesehatan. 

“Di bidang teknologi kesehatan program besar yang telah diluncurkan adalah program Satu Sehat. Semua data kesehatan akan didigitalisasi dan diakhir september 2023 harus bisa terkoneksi menjadi satu, baik itu data digital dari rumah sakit, dari klinik dan Puskesmas, data dari laboratorium dan data dari perusahaan farmasi,” terang Menkes.

Pada kesempatan ini hadir pula Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Menurut Muhadjir, transformasi kesehatan adalah bagian tak terpisahkan dari revolusi mental. Program ini termasuk program prioritas Presiden Joko Widodo untuk mempercepat perubahan mental bangsa Indonesia dari yang buruk menjadi baik, dari yang kurang baik menjadi baik, dan yang baik menjadi semakin baik untuk menuju indonesia yang maju dan setara dengan negara maju lainnya.

“Ada 3 karakter mental bangsa Indonesia yang diharapkan berubah semakin baik. Yang pertama soal integritas, yang kedua etos kerja, dan ketiga adalah semangat gotong royong,” jelas Menko Muhadjir.

Lebih lanjut Muhadjir mengatakan ada 4 program aksi bersama multi sektor, termasuk di sektor kesehatan. Keempat program ini adalah bersatu, bersih, mandiri, dan tertib.

“Saya mohon ini betul-betul didasari dan dilandasi nilai-nilai Pancasila. Integritas yang tinggi, kerja keras dan etos kerja yang tinggi, serta semangat gotong royong sebagai ciri khas bangsa Indonesia dan sari pati nilai Pancasila,” pungkasnya.

BKPK ikut berpartisipasi dalam pameran yang dihelat sebagai bagian dari rangkaian acara memperingati HKN Ke-58 ini dengan mengisi 2 stand/booth yang berada di area Pilar Transformasi Kesehatan Ketiga dan Keempat serta satu booth lagi oleh Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu. Materi yang ditampilkan antara lain hasil Sero Survei Antibodi Covid-19 Berbasis Komunitas dan Ina Grouper. Dalam kesempatan tersebut, hadir Sekretaris BKPK Nana Mulyana.

(Penulis Dian Widiati/Editor Fachrudin Ali)

Belajar Nilai Kejujuran Dari Sosok Endang, Menkes Kabinet Indonesia Bersatu II

Karawang — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Rizka Andalucia mengingatkan agar semangat juang almarhumah Endang Rahayu Sedyaningsih, Menteri Kesehatan pada Kabinet Indonesia Bersatu II (Oktober 2009 – April 2012) terus di gelorakan.

“Sebagaimana pesan beliau agar bersikap jujur, walaupun kejujuran itu tidak semuanya nyaman. Selalu fokus atau jelas arahnya, konsentrasi, dan disiplin waktu”, ungkap Rizka pada kegiatan Tabur Bunga di Makam Pahlawan San Diego Hills Karawang Jawa Barat, pada Rabu (2/11). Acara ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 Tahun 2022.

Acara dihadiri keluarga almarhumah Endang yang diwakili suami Reanny Mamahit,  Sekretaris BKPK Nana Mulyana, Kepala Pusat Kebijakan (Pusjak) Sistem Ketahanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan Wirabrata, Kepala Pusjak Kesehatan Global dan Teknologi Kesehatan Bonanza Perwira Taihitu, serta perwakilan Balai Kesehatan Mata Masyarakat Cikampek, Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Jakarta, Kantor Kesehatan Pelabuhan Tanjung Priok serta Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta III dan staf di lingkungan BKPK.

Dalam kesempatan tersebut, Rizka menyampaikan sebagai insan kesehatan agar selalu berupaya untuk menghormati dan mengenang jasa-jasa para pahlawan kesehatan, khususnya para menteri kesehatan yang pernah menjabat dan telah wafat.

“Beliau-beliau adalah orang-orang yang telah berjasa membesarkan Kementerian Kesehatan,” ujar Rizka.

Para pahlawan kesehatan telah merintis berbagai perkembangan dan terobosan di dunia kesehatan. Semua itu dilakukan agar kesehatan di Indonesia terus maju dan dapat mewujudkan insan Indonesia yang sehat dan berdaya saing tinggi.

Meski telah wafat sepuluh tahun yang lalu, Rizka mengingatkan agar insan kesehatan terus mengenang dan mengingat jasa-jasa almarhumah Endang. Khususnya BKPK yang sebelumnya merupakan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) yang sangat lekat dengan almarhumah. Pasalnya, almarhumah Endang pernah menjabat sebagai peneliti serta Kepala Puslitbang Biomedis dan Farmasi Balitbangkes

Rizka menuturkan dari pengalamannya, dulu Litbang rumah sakit memiliki anekdot sulit berkembang. Namun, almarhumah Endang berpesan agar bagian ini harus menjadi unit yang elit dan membanggakan.

Sekarang, menurut Rizka, penelitian-penelitian di rumah sakit vertikal sudah maju dan berkembang. Ke depan diharapkan agar semua evidence based dalam pelayanan kesehatan di mulai dari penelitian yang berbasis pada hospital based.

“Jadi kita tidak melakukan penelitian-penelitian dasar, tapi kita melakukan penelitian translasional from the bench to the bedside and from the bedside to the bench”, kata Rizka.

Rizka juga meminta agar semua insan kesehatan melakukan refleksi kembali untuk terus membawa amanah-amanah almarhumah Endang dan meneruskan nilai-nilai baik ke dalam kehidupan dan bekerja sehari-hari.

Kegiatan tabur bunga ke makam Almarhumah Endang diawali Plt. Kepala BKPK Kemenkes RI Rizka Andalucia, dilanjutkan Reanny Mamahit,  Sekretaris BKPK Nana Mulyana, Kepala Pusat Kebijakan (Pusjak) Sistem Ketahanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan Wirabrata, Kepala Pusjak Kesehatan Global dan Teknologi Kesehatan Bonanza Perwira Taihitu dan perwakilan undangan yang hadir. (Penulis Ripsidasiona/Editor Fachrudin Ali)

Pengajuan Usulan Topik Penilaian Teknologi Kesehatan (PTK)

Komite Penilaian Teknologi Kesehatan (KPTK) menerima usulan topik yang diajukan oleh asosiasi profesi, rumah sakit, BPJS Kesehatan, asosiasi pasien, universitas, industri farmasi/alat kesehatan, pusat studi independen, maupun unit-unit di Kementerian Kesehatan. 

Dalam mengajukan usulan topik, pengusul harus mengisi formulir berikut ini serta melampirkan data pendukung /data set sebagai berikut:

1. Surat pengantar pengajuan usulan dengan kop surat dan/atau cap resmi (bila ada) dari institusi/organisasi pengusul
2. Surat keterangan / perizinan / panduan resmi terkait teknologi yang diusulkan:
   – Surat keterangan izin edar teknologi kesehatan yang diusulkan (misalnya untuk usulan topik tentang obat maka dilengkapi dengan nomor izin edar dari BPOM dan untuk non-obat/alkes dari Ditjen Kefarmasian dan Alkes Kemenkes atau lembaga resmi yang terotorisasi);
   – Panduan tata laksana terkait teknologi kesehatan yang diusulkan (contoh: PNPK, dll)
   – Untuk obat : Sertakan Lampiran halaman Formularium Nasional yang menunjukkan terdaftarnya obat yang diusulkan
   – Untuk alat kesehatan: (1) Foto alat kesehatan yang diusulkan; (2) Dokumen petunjuk penggunaan alat kesehatan yang diusulkan

3. File pendukung terkait komparator/pembanding dari teknologi yang diusulkan (contoh: Nomor Izin Edar, Foto Produk, dll), bila ada

4. Informasi, data, keterangan, dan dokumen pendukung terkait teknologi:
   – Perkiraan biaya satuan penggunaan teknologi per episode sakit atau per pasien atau per tahun penggunaan;
   – Data insidens, prevalensi dan beban penyakit yang terkait dengan teknologi kesehatan yang diusulkan (disertai sumber)
   – Data utilisasi atau data klaim penggunaan teknologi kesehatan (disertai sumber)
   – Publikasi dalam jurnal ilmiah yang relevan dengan topik yang diusulkan yang menyangkut keamanan, efikasi, efektivitas, dan mutu teknologi kesehatan
   – Dokumen yang tidak dipublikasi (grey literature, bila ada) yang relevan dengan topik yang diusulkan;
   – Data pendukung lain yang relevan (misalnya dokumen kebijakan yang selaras dengan teknologi)

Usulan Topik dapat disampaika di tautan berikut : link.kemkes.go.id/UsulanTopikPTKTh2022

Narahubung:

[email protected]

Inisiatif One Health Untuk Dunia Yang Lebih Baik

Bali– Bersamaan dengan pelaksanaan pertemuan Para Menteri Kesehatan Negara G20 yang Kedua (The 2nd Health Minister Meeting), telah dilaksanakan konferensi pers Side Event One Health dengan tema Implementing One Health to Achieve Health Security and Economic Stability di Bali (27/10). Side Event One Health dilaksanakan secara back-to-back dengan forum Health Working Group Kedua yang dilaksanakan pada tanggal 8 Juni 2022 di Lombok.

Pandemi COVID-19 memberikan peringatan kepada dunia dengan dampak yang luas terhadap ekonomi dan kehidupan sosial. Pandemi tidak dapat diatasi secara efektif tanpa koordinasi dan komunikasi kerja sama lintas sektor antara dan di dalam negara terutama melalui pendekatan One Health.

One Health adalah pendekatan pemersatu yang diindikasikan yang bertujuan untuk secara berkelanjutan menyeimbangkan dan mengoptimalkan hubungan erat dan ketergantungan diantara manusia hewan dan ekosistem, mengakui kesehatan hewan peliharaan dan liar, tumbuhan, dan  lingkungan yang lebih luas.

Pendekatan One Health, memobilisasi banyak sektor, disiplin ilmu dan komunitas yang memberikan arahan kepada berbagai tingkatan masyarakat untuk bekerja bersama dalam  mendorong kesejahteraan dan menghadapi ancaman taktis yang mengganggu kestabilan ekosistem. Hal ini diupayakan sambil mengatasi Kebutuhan kolektif akan air bersih, energi, dan udara, langkah penghematan energi dan makanan, serta mengambil tindakan terhadap perubahan iklim, yang berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. 

“Berdasarkan pengalaman mempelajari respons global terhadap pandemi COVID- 19. Kami menganggap bahwa  forum  G20 akan menjadi forum yang paling tepat  untuk mengambil   cara terbaik untuk menghadapi pandemi saat ini  dan krisis kesehatan di masa depan. Inilah sebabnya mengapa kami memutuskan untuk menyelenggarakan acara side-event tentang One Health bersamaan dengan masa  kepresidenan Indonesia di forum G20,” Ungkap Imran Pambudi, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Menular Direktorat Jenderal P2P Kementerian Kesehatan (27/10).  

Pertemuan Lombok 8 Juni lalu itu menghasilkan dua luaran penting utama. Pertama, Lombok G20  One Health Policy Brief dan Gap Analysis on The One Health Implementation For Zoonotic  Diseases. Kedua, luaran ini telah dikonsultasikan melalui tiga pertemuan pre-event G20 One Health Side Event  dan rangkaian diskusi intensif yang melibatkan  pemangku kepentingan nasional dan  internasional. Hasil dari analisis kesenjangan didasarkan pada kuesioner penilaian mandiri yang dikembangkan oleh Indonesia, dan dianalisis lebih lanjut  oleh One Health Iniciatives oleh WHO.

One Health Iniciatives  adalah suatu Sekretariat Kerja berbagai panel ahli tingkat tinggi yang membahas tentang topik One Health yang diinisiasi WHO. Sekretariat ini juga berfungsi sebagai Sekretariat WHO untuk koordinasi internal (WHO Internal Coordination on One Health), kerjasama antara FAO/UNEP/WHO/WOAH (dikenal dengan istilah quadripartite).

Dalam Lombok G20 Policy Brief, ada tujuh langkah untuk meningkatkan dan optimalisasi kerangka One Health. Pertama, meningkatkan kesadaran. Kedua, mengidentifikasi kesenjangan dan peluang. Ketiga, mengembangkan mekanisme untuk mendukung satu  kerangka kesehatan, tata kelola dan koordinasi secara menyeluruh;  mengembangkan ilmu pengetahuan, dipandu oleh quadripartit, rencana aksi bersama satu kesehatan yang juga berfungsi sebagai cetak biru rencana tindakan. Kemudian yang terakhir adalah menerapkan pendekatan One Health secara nyata, yakni satu kebijakan untuk lebih baik, mencegah,  mendahului dan mendeteksi, mempersiapkan respon terhadap ancaman kesehatan.

“Kami berharap bahwa Lombok One Health Policy Brief akan dapat memandu kita melalui upaya kolektif kita dalam memperkuat arsitektur kesehatan global yang telah menjadi tema sentral Presidensi Indonesia di G20. Kami akan sangat berterima kasih atas dukungan berbagai pemangku kepentingan dalam upaya untuk membuat dunia sebagai tempat tinggal yang lebih baik bagi kita semua,” ungkap Imran lebih lanjut.

(Penulis Ully Adhie M/Editor Fachrudin Ali)

12,541FansLike
3,200,000FollowersFollow
4,251,000FollowersFollow
3,251,580FollowersFollow
9,320SubscribersSubscribe