Wapres Ma’ruf Amin Buka Pameran Inovasi dan Teknologi Kesehatan

170

Jakarta – Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres) Ma’ruf Amin membuka secara resmi Pameran Pembangunan Kesehatan dan Transformasi Kesehatan di Jakarta Convention Center (9/11). Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-59 tahun yang mengusung tema Melesat Maju Menuju Resiliensi Kesehatan. Kegiatan direncanakan berlangsung 3 hari hingga tanggal 11 November 2023.

Wapres menyampaikan inovasi dan teknologi kesehatan adalah peradaban masa depan. “Inovasi harus menjadi urat nadi transformasi kesehatan yang sedang kita jalankan,” ujarnya lebih lanjut.

Wapres menekankan sebagai negara besar yang kaya sumber daya alam dan manusia, maka harus selalu perkuat penguasaan teknologi sehingga Indonesia tidak tertinggal dalam bidang pembangunan dan kesehatan. Inovasi dan teknologi kesehatan akan menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang praktis, cepat dan mudah serta terjangkau. Simbiosis antara inovasi teknologi dan kesehatan akan melahirkan prinsip penting dalam pelayanan kesehatan yaitu efisiensi.

Baca Juga  Penguatan Anggaran Kesehatan Berbasis Kinerja Melalui UU Kesehatan

Acara dihadiri Menteri Kesehatan dan pejabat kementerian, lembaga pemerintah dan swasta, serta duta besar negara sahabat. Kegiatan menampilkan Pameran Inovasi dan Teknologi Kesehatan dalam Transformasi Kesehatan. Hal ini merupakan langkah kongkret yang dilakukan Kementerian Kesehatan dalam upaya meningkatkan ketahanan nasional atau resiliensi di bidang farmasi dan alat kesehatan.

Dalam kesempatan ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa pameran ini menjadi ajang informasi, edukasi, dan promosi hasil karya anak bangsa kepada masyarakat dan stakeholders. Ini dilakukan dalam upaya menggerakkan masyarakat untuk hidup sehat.

Pameran ini juga berkaitan dengan transformasi kesehatan secara keseluruhan. Belajar dari kasus pandemi COVID-19, Indonesia akan mengubah sistem kesehatan khususnya yang berkaitan dengan obat-obatan, vaksin dan alat kesehatan agar dapat diproduksi di dalam negeri. Hal ini merupakan upaya meningkatkan ketahanan nasional di bidang farmasi dan alat kesehatan.

”Hasil pencapaian tiga tahun terakhir Indonesia memiliki tiga perusahaan vaksin yang sudah bisa memproduksi vaksin didalam negeri,” ungkap Menkes. Selain itu, Indonesia juga mengurangi impor bahan baku obat sebesar sembilan puluh persen, karena bahan baku tersebut sudah bisa diproduksi didalam negeri.

Baca Juga  Platform Pendanaan untuk Pencegahan, Persiapan dan Respon terhadap Pandemi

Dalam pameran pembangunan kesehatan terdapat beberapa kegiatan antara lain peluncuran Tanaman Obat Indonesia Unggulan dan Peraturan Presiden (Perpres) Pengembangan dan Pemanfaatan Jamu. Harapan adanya Perpres Pengembangan dan Pemanfaatan Jamu, akan semakin banyak masyarakat yang mengkonsumsi jamu demi menjaga kesehatan.

Berdasarkan jumlah penderita penyakit hati di Indonesia yang cukup tinggi, maka Temulawak dipilih menjadi tanaman obat unggulan Indonesia karena kandungan temulawak bisa menjadi bahan baku obat untuk beberapa penyakit, serta memiliki berbagai khasiat lainnya, dan dapat diproduksi didalam negeri.

Pameran inovasi dan teknologi kesehatan menampilkan stand/booth hasil produk dalam negeri berupa sediaan farmasi dan alat kesehatan. Tersedia juga pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis. business matching dan business networking terkait pemenuhan kebutuhan alat kesehatan untuk berbagai program prioritas dan penjajakan potensi kerja sama ‘green industry’ pada sektor industri farmasi yang diikuti oleh entitas industri farmasi dan alat kesehatan nasional, para peneliti, serta mitra luar negeri.

Baca Juga  Kemenkes Adakan Pelatihan Asesor Akreditasi KEPK Gelombang Kedua

Ada juga talkshow sebagai media edukasi kepada masyarakat, Pemberian  berbagai penghargaan Karya Anak Bangsa kepada Inventor, Industri dan Start-up Company di bidang Farmasi dan Alat Kesehatan. Selain itu diberikan penghargaan kepada beberapa dinas kesehatan dan rumah sakit. Pameran juga dilengkapi dengan acara hiburan berupa orkestra, live music, games dan doorpize.

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) ikut serta dalam pameran dengan menampilkan informasi antara lain seputar Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023, program Inovasi Pendanaan Kesehatan Tuberkulosis di Indonesia, capaian Transformasi Pendanaan Kesehatan, kegiatan KTT Asean Bidang Kesehatan, Serosurvei dan hasil Survei Status Gizi Indonesia Tahun 2022. (Penulis Yuliana)