
Tahukah kamu? Sebanyak 877.531 penduduk Indonesia tercatat menderita TBC Paru berdasarkan riwayat diagnosis dokter berdasarkan dara SKI 2023. Yang lebih ironisnya lagi, 37,5% pasien TBC paru tidak menuntaskan pengobatan selama 6 bulan penuh. Artinya sekitar 329 ribu orang berpotensi menjadi sumber penularan baru sekaligus mereka bersiko mengambangkan kuman TBC yang resiten terhadap obat.
Lalu apa alasan mereka untuk berhenti menuntaskan pengobatan? 34,3% mereka mengatakan obat yang tidak tersedia di fayankes, dan 32,4% mengatakan sudah merasa sehat walaupun belum menuntaskan pengobatan dan dinyatakan sembuh oleh dokter, dan alasan lainnya seperti malas dan lupa. Hal ini dapat terjadi karena 4 dari 10 penderita TBC tidak memiliki PMO (Pengawas Menelan Obat), padahal PMO adalah salah satu kunci keberhasilan pengobatan. Tanpa pengawasan, risiko resistensi obat menjadi ancaman nyata bagi pasien dan orang-orang disekitarnya. Mari dukung penderita TBC di sekitar kita untuk tuntas berobat hingga 6 bulan

Kalau kamu atau orang terdekatmu sedang menjalani pengobatan TBC, jangan berhenti sebelum 6 bulan selesai! Banyak pasien berhenti minum obat karena merasa sudah sehat, padahal bakteri TBC masih diam-diam bersembunyi di dalam tubuh. Jangan sampai kamu jadi bagian dari 37,5% pasien yang tidak tuntas berobat. Yuk, mulai dari hal sederhana yang bisa kita lakukan hari ini juga! Jadwalkan alarm pengingat minum obat, jangan kamu skip satu hari pun. Untuk para keluarga di rumah, berikan dukungan dan juga motivasi untuk sembuh dan menuntaskan pengobatan. Dan PMO pastikan obat tertelan oleh pasien dan selalu pantau perkembangan pasien. TBC bisa dikalahkan, tapi hanya dengan disiplin serta dukungan orang-orang sekitar. Bagikan konten ini agar makin banyak yang tahu dan peduli!
Desain/narasi: Ken Tsania Indiradjati, Poltekkes Kemenkes Jakarta 3 (Mahasiswa Magang di BKPK Kemenkes)









