
Sentimen pemberitaan Kementerian Kesehatan pada periode pemantauan ini secara umum didominasi oleh sentimen positif, yang bahkan sempat menyentuh angka 72%. Dominasi sentimen positif ini didorong oleh respons cepat Kemenkes dalam mengklarifikasi isu dugaan mark up alat kesehatan di RSUD Krui, penanganan langsung terhadap korban penyekapan di Bandung, serta antusiasme terhadap Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan capaian imunisasi. Selain itu, penyampaian konten edukasi kesehatan preventif dari Menkes yang sederhana dan berbasis bukti, serta komitmen terhadap kemandirian produksi vaksin dalam negeri, turut dinilai sangat efektif dalam mempertahankan respons positif masyarakat di ruang publik.
Di sisi lain, usulan untuk memasukkan pasien tuberkulosis (TBC) sebagai penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu topik dengan sorotan media tertinggi, namun memunculkan respons yang cenderung netral serta memicu pro dan kontra. Perdebatan yang berkembang di publik maupun legislatif tidak lagi berfokus pada urgensi kesehatan terkait pemenuhan gizi bagi pemulihan pasien, melainkan bergeser pada keraguan terhadap aspek implementasi kebijakan. Sorotan dan pertanyaan publik lebih banyak tertuju pada kesiapan anggaran, mekanisme penyaluran dan pendataan, serta sistem pengawasan agar program tetap tepat sasaran.

Sementara itu, sentimen negatif di media massa secara konsisten didominasi oleh penolakan terhadap rencana kebijakan standarisasi kemasan rokok polos (plain packaging) dari pelaku industri hasil tembakau yang terus menonjolkan narasi dampak kerugian ekonomi dan ancaman bagi tenaga kerja. Dinamika negatif juga terjadi di media sosial terkait isu kesejahteraan tenaga medis, khususnya polemik kesenjangan pendapatan dokter yang memanas akibat potongan pernyataan yang tersebar tanpa konteks utuh. Di samping itu, keluhan pelayanan kesehatan di daerah, seperti fasilitas IGD dan dugaan malpraktik, turut menyumbang percakapan negatif yang berpotensi memengaruhi kepercayaan publik jika tidak segera ditangani








