
Jakarta – Pusat Pengembangan Kompetensi Aparatur (P2KA) berkolaborasi dengan Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) mengadakan kegiatan Penyampaian Hasil Survei Pulse Check Budaya Kerja Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Tahun 2026 pada Senin (21/9). Bertempat di Ruang Rapat Arslonga Gedung 3 BKPK, kegiatan ini dilakukan secara luring dan daring.
Tahun ini Kemenkes mendapat skor 3,27 dari maksimal 4 dan pada tahun ini, BKPK berhasil menaikkan posisi menjadi ke-4 dari total 8 unit utama yang disurvei. Nilai yang diperoleh BKPK adalah 3,19 atau selisih 0,08 dari angka nasional 3,27.
Menanggapi hasil ini Sekretaris BKPK Etik Retno Wiyati menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh insan BKPK atas partisipasi dan komitmennya dalam pelaksanaan survei. Dari target 366 pegawai, seluruhnya berpartisipasi dalam survei ini (100% response rate). Suatu pencapaian yang luar biasa.
“Atas nama institusi saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tim BKPK atas partisipasi dan komitmennya dalam survei ini. Kita berhasil mencapai seratus persen tingkat partisipasi, meliputi 5 satuan kerja. Partisipasi penuh ini menunjukkan komitmen, kepedulian dan juga keterlibatan seluruh insan BKPK untuk penguatan budaya kerja,” ujar Etik saat memberikan sambutan.
Lebih lanjut disampaikan Etik bahwa hasil pulse check tahun ini menunjukkan perkembangan yang positif pada posisi BKPK karena pada tahun lalu BKPK menempati posisi ke-8 dari 8 Unit Utama dan tahun ini BKPK berhasil menempati posisi ke-4.
“Perubahan posisi ini merupakan suatu penyemangat, menunjukkan bahwa kita sudah berhasil bergerak walaupun mungkin belum sesuai apa yang ditujukan, tetapi kita sudah menunjukkan semangat untuk adanya perkembangan penguatan budaya kerja dan ini tidak lepas dari kerja sama, komitmen dan juga kontribusi seluruh pegawai,” tegas Etik.
Etik berharap agar capaian tersebut dimaknai sebagai tanggung jawab untuk mempertahankan hal-hal yang sudah baik serta memperkuat aspek-aspek yang masih perlu ditingkatkan. Menurutnya perubahan budaya kerja ini tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas Leader of Change, Humas Internal, Agent of Change atau Champion tapi tanggung jawab semua pegawai BKPK.
“Kami berharap hasil pulse check ini menjadi cerminan sekaligus pijakan untuk memperkuat budaya kerja BKPK ke depan,” pungkas Etik.

Kepala P2KA Kemenkes, Dwi Meilani turut mengapresiasi BKPK atas keberhasilannya dalam menaikkan posisi tahun ini. Dwi berharap perolehan BKPK yang berhasil menempati posisi ke 4 memang menunjukkan terjadinya perubahan budaya kerja yang lebih baik.
“Ini luar biasa sekali, bagaimana para pimpinan, para Katim dan para PMO menggerakkan rekan-rekan yang ada di BKPK untuk berpartisipasi aktif mengisi survei ini,” ujar Dwi.
Menurut Dwi nilai 3,19 jika dibandingkan dengan nilai nasional sedikit di bawahnya. Tetapi kita tidak fokus kepada angka, melainkan apa yang bisa dimaksimalkan dan apa yang perlu dipertahankan. Bisa juga dibagikan praktik-praktik baik di tiap unit kerja, apa yang menjadi kelemahan untuk bisa kita intervensi bersama.
Dijelaskan Dwi jika dilihat dari hasil BKPK, yang tertinggi adalah Engagement pada Tim, Cara Kerja Baru pada Kolaborasi, Engagement pada Growth serta Eksekusi pada Pengembangan Kompetensi. Ini merupakan subdimensi-subdimensi yang ingin kita lihat. Apa praktik baik yang sudah dilakukan di BKPK sehingga mungkin bisa untuk diduplikasi pada unit utama lainnya.
Lebih lanjut Dwi menjelaskan setelah penyampaian hasil ini, akan disepakati dua sampai tiga prioritas perubahan di BKPK, kemudian menetapkan owner untuk setiap prioritasnya dan membuat rencana aksi selama sembilan puluh hari ke depan dari tiap unit untuk menetapkan jadwal review dan indikatornya dalam dashboard budaya kerja.
Dalam penyusunan rencana aksi ini perwakilan dari Pusjak, Setban dan PMO seluruh satuan kerja di lingkungan BKPK berkumpul di ruang Arslonga dengan dipandu oleh tim P2KA untuk menghasilkan tindak lanjut yang konkrit dan terukur.
Dengan demikian, Pulse Check Budaya Kerja 2026 tidak hanya menjadi alat untuk memotret kondisi budaya kerja BKPK, tetapi juga menjadi pijakan untuk memperkuat perubahan internal melalui aksi yang dilakukan secara konsisten di setiap unit kerja. (Penulis: Kurniatun Karomah, Editor: Timker HDI)








