CKG di BPS, Tubuh Sehat untuk Data yang Berkualitas

38

Jakarta – Sebagai bentuk komitmen dan perhatiannya terhadap kesehatan para pegawai, Badan Pusat Statistik (BPS) menyelenggarakan Cek Kesehatan Gratis (CKG) selama 5 hari ke depan, yaitu 8-11 dan 15 Juni 2026 di Gedung Pusat BPS pada Senin (8/6). Rencananya pelaksanaan CKG BPS akan menyasar 2.067 pegawai yang terdiri dari pegawai BPS Pusat, Pusdiklat BPS dan Politeknik Statistika STIS.

Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo yang memberikan sambutan dan arahan pada kegiatan ini menyampaikan bahwa Cek Kesehatan Gratis adalah program yang sangat penting. Ini merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas sumber daya manusia.

“Sama halnya dengan sensus ekonomi, kadang kita merasa ekonomi baik-baik saja tapi setelah disensus, kita jadi tahu apakah ekonomi sedang sehat atau sakit. Sehingga ada upaya untuk menangani dan mewujudkan masa depan yang lebih baik,” ujar Sonny

Lebih lanjut dijelaskan Sonny langkah promotif dan preventif jauh lebih murah dibandingkan dengan kuratif. Jika kita mengetahui apa yang menjadi masalah kita dan kemudian berupaya mengubah pola hidup menjadi lebih sehat maka kualitas hidup yang jauh lebih baik akan kita dapatkan.

Baca Juga  Parameter Antropometri Lokal untuk Mengatasi Masalah Gizi

“Organisasi tidak hanya ditentukan oleh sistem dan tata kelola yang baik, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusianya. Bagaimana mungkin kita menghasilkan data yang berkualitas jika tubuh kita tidak berkualitas. Mulai hari ini kita canangkan gerakan hidup sehat di lingkungan BPS!” seru Sonny.

Pada kesempatan ini Wakil Kepala BPS juga mengingatkan agar para pegawai tidak hanya sekadar melakukan CKG, tetapi juga melakukan tindak lanjut dari hasil CKG jika ditemukan permasalahan kesehatan.

“Hasil CKG harus diterima dengan lapang dada, jangan denial. Kita atur strategi untuk perbaiki kondisi kesehatan kita. Yang paling penting bukan hanya cek, tapi tindak lanjutnya untuk mengatasi masalah yang dihadapi,” pungkas Sonny.

Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Prof. Asnawi Abdullah yang berkesempatan hadir untuk memberikan sambutan, menyampaikan bahwa pada program CKG tahun ini fokusnya bukan lagi sekadar jumlah peserta melainkan kualitas tindak lanjut. Data yang dikumpulkan tetapi tidak ditindaklanjuti menurutnya tidak akan bermanfaat.

Baca Juga  Kemenkes Integrasikan Ratusan Aplikasi Menuju Era SATUSEHAT

Nilai CKGbaru terasa ketika ada tindakan nyata setelah pemeriksaan. Tindak lanjutnya sederhana yakni dengan mulai membiasakan pola hidup sehat jika hasilnya normal, dengan melakukan konseling dan pemantauan mandiri jika diketahui memiliki faktor risiko, atau segera merujuk ke fasilitas kesehatan jika terdiagnosis,” ujar Prof. Asnawi.

Dijelaskan Kepala BKPK bahwa sesuai data resmi BPS, Umur Harapan Hidup (UHH) masyarakat Indonesia saat ini 74.5 tahun. Namun, angka HALE (Health Adjusted Life Expectancy) atau rata-rata jumlah tahun yang diharapkan untuk hidup dalam kondisi sehat sepenuhnya baru mencapai 63 tahun. Artinya, rata-rata penduduk Indonesia menghabiskan sekitar 11.5 tahun terakhir hidupnya dalam kondisi sakit-sakitan.

“Kita tentunya tidak hanya ingin berumur panjang. Kita ingin usia panjang yang berkualitas dan tetap produktif tanpa terhambat penyakit. Inilah mengapa kita perlu melakukan CKG. CKG adalah strategi kita untuk mendeteksi dini faktor risiko dan potensi penyakit. Kita bisa bertindak jauh sebelum kondisi memburuk,” terang Prof. Asnawi.

Baca Juga  Serosurvei Antibodi Covid-19 Bersiap Lakukan Pengumpulan Data di 34 Provinsi

Kepala BKPK sangat mengapresiasi penyelenggaraan CKG di BPS. Hal ini membuktikan bahwa BPS tidak hanya sebagai lembaga yang menghasilkan data untuk bangsa, tetapi juga lembaga yang sangat peduli pada kesehatan orang-orang di balik data tersebut.

Penyelenggaraan CKG di BPS bekerja sama dengan tim kesehatan dari Puskesmas Menteng,  Sawah Besar, Kemayoran, Gambir, Johar Baru, Cempaka Putih, Senen, dan Tanah Abang. Kepala Pusat Kebijakan Sistem Ketahanan Kesehatan BKPK dan perwakilan dari Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat turut hadir untuk memantau penyelenggaraan CKG.

Ada 7 pemeriksaan yang dilayani pada CKG di BPS yakni pemeriksaan tekanan darah dan gula darah, pemeriksaan antropometri, pemeriksaan mata, pemeriksaan gigi dan mulut, pemeriksaan telinga, pemeriksaan TB, serta pemeriksaan IVA dan Sadanis khusus bagi pegawai perempuan.

(Penulis: Kurniatun Karomah, Editor: Timker HDI)