Kemenkes Bekali Pelajar Jadi First Aider Kesehatan Jiwa Lewat Bedah Buku P3LP

31

Jakarta – Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggelar Bedah Buku “Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) bagi First Aiders di Sekolah” di Auditorium Siwabessy Kemenkes pada Kamis (23/7). Kegiatan ini diselenggarakan untuk memperkuat literasi kesehatan jiwa dan mencetak first aider di lingkungan sekolah jenjang SMP dan SMA.

Kegiatan hasil kolaborasi antara Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Direktorat Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan, Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) serta Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenkes ini merupakan bagian dari upaya memperluas edukasi mengenai pentingnya pertolongan pertama pada luka psikologis di lingkungan sekolah.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, dalam sambutan pembukaan mengatakan, “Kegiatan ini bertujuan selain untuk meningkatkan literasi kesehatan, juga untuk memperkenalkan koleksi buku Kemenkes khususnya terkait kesehatan jiwa, serta memberikan pemahaman P3LP bagi siswa. Kami juga ingin memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam perlindungan kesehatan jiwa,” ujar Aji.

Baca Juga  BKPK Menerima Kunjungan DPRD Provinsi Sumatera Utara

Kegiatan ini dihadiri 150 peserta yang terdiri dari perwakilan pengurus OSIS, UKS, guru, kepala sekolah dari jenjang SMP/SMA se-Jakarta, perwakilan Kemenkes, serta beberapa mitra Kemenkes.

Sekretaris BKPK, Etik Retno Wiyati, menegaskan bahwa momentum HAN 2026 bertema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” menjadi pengingat bahwa investasi terbesar bangsa bukanlah infrastruktur yang megah ataupun teknologi yang canggih, melainkan adalah anak-anak yang sehat, cerdas, berkarakter, dan memiliki mental yang baik.

“Kesehatan fisik dan mental adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Ketika remaja mengalami krisis, orang pertama yang mereka cari adalah sahabat-sahabatnya. Melalui buku saku ini, Kemenkes membekali kalian menjadi First Aider – pemberi pertolongan pertama pada luka psikologis,” jelas Etik.

Baca Juga  Pelatihan Bantuan Hidup Dasar bagi Pegawai BKPK

Etik menambahkan, Buku Saku P3LP yang dibahas hari ini merupakan salah satu contoh bagaimana ilmu pengetahuan diterjemahkan menjadi panduan praktis yang dapat digunakan tidak hanya oleh guru, siswa, melainkan juga masyarakat umum. Komitmen BKPK dalam menyebarluaskan pengetahuan juga diwujudkan melalui tersedianya Perpustakaan dengan layanan inklusif literasi informasi, audiovisual, theater, working place, kids corner, serta Galeri Kebijakan Kesehatan.

Dukungan serupa disampaikan Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenkes, Ida Budi Gunadi Sadikin. Ia mengapresiasi antusiasme para pelajar yang hadir atas inisiatif sendiri untuk belajar menjadi penolong bagi diri sendiri dan lingkungannya.

“Di tengah gempuran media sosial dan tantangan hidup, tetaplah memiliki mental yang kuat dan sehat. Akan selalu ada orang-orang baik di sekitar kalian yang siap menolong saat menghadapi cobaan,” tutur Ida.

Hadir sebagai narasumber, Psikolog Klinis Sulastry Pardede memaparkan bahwa 1 dari 8 anak di dunia mengalami gangguan jiwa, dan 1 dari 3 remaja di Indonesia menghadapi masalah kesehatan mental yang signifikan. Masa transisi yang diwarnai perubahan fisik, emosional, dan sosial membuat remaja sangat rentan terhadap maslaah kesehatan jiwa.

Baca Juga  Keterampilan Esensial yang harus dimiliki ASN

“P3LP adalah bantuan psikologis paling dasar dan sederhana untuk mengurangi tekanan berlebih pada orang yang mengalami kejadian berat. Ada tiga prinsip utama dalam tindakan P3LP, yaitu Look (memperhatikan), Listen (mendengarkan), dan Link (menghubungkan ke bantuan profesional jika diperlukan),” terang Sulastry.

Sebagai rangkaian acara, Kemenkes juga mengumumkan pemenang Lomba Poster P3LP tingkat SMP dan SMA se-Jabodetabek yang berlangsung pada 5 -16 Juli 2026. Sebanyak 129 karya poster (67 jenjang SMP dan 62 jenjang SMA) telah disaring secara ketat oleh dewan juri berdasarkan kesesuaian tema, kreativitas, komunikasi visual, dan call to action. (Penulis: Nisa Fitriyani, Editor: Timker HDI)