Filipina dan Indonesia gelar ASEAN Non-Communicable Diseases Conference 2026: Seruan Aksi ASEAN untuk Percepatan Intervensi Penyakit Tidak Menular

8

Pemerintah Filipina dan Indonesia selaku Lead Country dan Co-Lead Country berhasil menyelenggarakan ASEAN Non-Communicable Diseases Conference 2026 yang dilaksanakan secara daring pada 4–6 Agustus 2026. Konferensi ini menghasilkan ASEAN Call to Action on Accelerating NCD Response in ASEAN sebagai komitmen bersama negara-negara anggota ASEAN untuk mempercepat implementasi pencegahan dan pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) melalui pendekatan whole-of-government, whole-of-society, dan Health in All Policies. Konferensi ini juga menjadi momentum penting dalam mengawali implementasi Agenda Pembangunan Kesehatan ASEAN Pasca-2025 yang berfokus pada aksi yang lebih terukur, kolaboratif, dan berdampak.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut berbagai komitmen regional ASEAN di bidang PTM, dengan tujuan mempercepat transformasi komitmen menjadi aksi nyata yang terkoordinasi, multisektoral, dan lintas pilar di seluruh negara anggota ASEAN. Selama tiga hari penyelenggaraan, para pembuat kebijakan, akademisi, organisasi internasional, masyarakat sipil, dan mitra pembangunan membahas strategi percepatan pengendalian PTM melalui penguatan pelayanan kesehatan primer, kebijakan publik, transformasi digital, pembiayaan kesehatan, lingkungan pangan sehat, serta kolaborasi lintas sektor.

Baca Juga  Pentingnya Vaksinasi Untuk Tingkatkan Titer Antibodi

Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan Kemenkes), Prof. Asnawi Abdullah, dalam sambutan pembukaan menyampaikan bahwa berdasarkan WHO Global Health Estimates tahun 2024, PTM menyebabkan sekitar 43 juta kematian setiap tahun atau sekitar 75 persen dari seluruh kematian di dunia. Sekitar 18 juta di antaranya merupakan kematian dini sebelum usia 70 tahun, dengan hampir 82 persen terjadi di negara berpendapatan rendah dan menengah. Lebih dari satu miliar orang hidup dengan hipertensi, sekitar 830 juta orang dewasa hidup dengan diabetes, dan angka kejadian kanker terus meningkat secara global.

“Data tersebut menunjukkan bahwa PTM merupakan tantangan bersama yang tidak dapat dihadapi oleh satu negara saja. ASEAN perlu bergerak lebih cepat, memperkuat kolaborasi, dan memastikan setiap komitmen diterjemahkan menjadi aksi nyata yang memberikan dampak bagi masyarakat,” ujar Prof. Asnawi.

Baca Juga  IHPM, Dampak Sukses Kolaborasi Para Donor dan Mitra Kesehatan Global

Indonesia berkontribusi aktif dalam penyelenggaraan konferensi melalui keterlibatan sejumlah pejabat Kemenkes sebagai narasumber dan moderator pada berbagai sesi strategis. Kontribusi tersebut mencerminkan komitmen Indonesia untuk berbagi praktik baik serta memperkuat kerja sama regional dalam pencegahan dan pengendalian PTM.

Sebagai hasil utama konferensi, seluruh negara anggota ASEAN mengadopsi ASEAN Call to Action on Accelerating NCD Response in ASEAN. Dokumen tersebut menegaskan komitmen bersama ASEAN untuk:

  • memperkuat pelayanan kesehatan primer dan memperluas akses layanan PTM dalam kerangka Cakupan Kesehatan Semesta (Universal Health Coverage/UHC);
  • mempercepat implementasi kebijakan berbasis bukti untuk menurunkan faktor risiko PTM, termasuk pengendalian tembakau, promosi pola makan sehat, aktivitas fisik, serta pengurangan konsumsi gula, garam, dan lemak;
  • meningkatkan pembiayaan yang berkelanjutan bagi pencegahan dan pengendalian PTM;
  • memperkuat sistem data, surveilans, riset, dan transformasi digital;
  • mendorong kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan whole-of-government, whole-of-society, dan Health in All Policies; serta
  • mengembangkan ASEAN NCD Implementation Roadmap 2026-2030 dan ASEAN Compendium of Scalable NCD Best Practices sebagai tindak lanjut implementasi di tingkat regional.
Baca Juga  KTT Eliminasi Malaria Asia Pasifik ke-9 diselenggarakan pada 16-17 Juni 2025 di Bali

Melalui konferensi ini, Indonesia bersama Filipina berhasil memfasilitasi lahirnya komitmen baru ASEAN untuk mempercepat pengendalian PTM. Ke depan, Indonesia akan terus mendukung implementasi ASEAN Call to Action melalui penguatan pelayanan kesehatan primer, transformasi digital kesehatan, serta pengembangan kebijakan berbasis bukti guna mewujudkan masyarakat ASEAN yang lebih sehat, produktif, dan tangguh.

(Penulis: Kurniatun Karomah dan Rita Ratna Puri, Editor: Timker HDI)