web analytics
Header Ads
Beranda Blog Halaman 57

Kerjasama Keuangan Dan Kesehatan G20 Untuk Pemulihan, Perdamaian, Dan Kemakmuran Global

Bali– “Kerja sama antara sektor keuangan dan kesehatan belum pernah menjadi begitu sentral dalam tahap kebijakan global seperti saat ini. Pandemi COVID-19 telah menyadarkan kita pada fakta bahwa nasib ekonomi kita sangat erat kaitannya dengan kondisi kesehatan kita,” ungkap Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat memberikan opening remarks pada acara pertemuan gabungan antara Menteri Keuangan dan Kesehatan G20 yang kedua atau The 2nd Joint Finance and Health Ministers Meeting di Nusa Dua Bali, Sabtu, (12/11).

“Kesehatan adalah kekayaan sejati kita. Tanpa kesehatan, ekonomi kita menderita. Dan sebaliknya, kekayaan mengarah pada kesehatan yang lebih baik. Bagaikan dua tali yang saling bergantung yang diselaraskan dan dijalin menjadi satu tali yang kuat, kerja sama antara keuangan dan kesehatan inilah yang membuat umat manusia saat ini semakin kuat,” tambah Menkes Budi.

Dalam kesempatan ini, Menkes Budi menyampaikan apresiasinya atas dibentuknya Dana Pandemi (sebelumnya dinamai Dana Perantara Keuangan atau Financial Intermediary Fund (FIF)) untuk pencegahan, kesiapsiagaan, dan respon terhadap pandemi di masa yang akan datang.

“Saya ingin menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang memungkinkan terwujudnya Dana Pandemi. Ini merupakan kulminasi yang tidak hanya dari kerja keras dan dedikasi, tetapi juga kemanusiaan dalam diri kita masing-masing, kemanusiaan untuk membuat perbedaan dan membangun dunia yang lebih baik bagi anak cucu kita, ujar Menkes Budi.

Saat ini total dana yang terkumpul mencapai 1,4 miliar dolar AS. Dana tersebut berasal dari Australia, Kanada, Komisi Eropa, Perancis, Jerman, China, India, Indonesia, Italia, Jepang, Korea, Selandia Baru, Norwegia, Afrika Selatan, Singapura, Inggris, Spanyol, Amerika Serikat dan UEA. Ada pula tiga filantropi, yaitu The Bill & Melinda Gates Foundation, The Rockefeller Foundation, dan Wellcome Trust. Dana tersebut masih akan bertambah seiring terealisasinya janji dari para pendonor baru.

“Kedepannya, seperti yang digarisbawahi oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, harus disepakati bagaimana kita akan memanfaatkan Dana Pandemi sebaik-baiknya. Untuk menciptakan dunia yang lebih tangguh dan tahan terhadap pandemi. Dana Pandemi akan memberikan pembiayaan untuk kapasitas pencegahan, persiapan, dan respon terhadap pandemi dengan mengatasi kesenjangan kritis sesuai standar International Health Regulation (2005), antara lain surveilans penyakit, sistem laboratorium, penguatan tenaga kesehatan, dan kesiapan penanggulangan medis,” tambah Menkes Budi.

“Kerja sama antara keuangan dan kesehatan G20 hari ini, saya yakin telah memenuhi tujuan ini yaitu kerjasama yang membawa kita dari krisis menuju perdamaian, dari trauma menuju kemenangan, dari bencana menuju pemulihan, dari penyakit dan kemiskinan menuju kesehatan dan kemakmuran.

Harapan saya adalah ikatan antara keuangan dan kesehatan akan tetap kuat di tahun-tahun mendatang, karena pekerjaan penting kami untuk memperkuat arsitektur kesehatan global tetap relevan seperti sebelumnya, baik untuk kesehatan dan ekonomi kita,” tutup Menkes Budi.

Acara The 2nd Joint Finance and Health Ministers’ Meeting yang diadakan di Mulia Resort Nusa Dua, Bali ini tidak hanya dihadiri oleh para delegasi negara G20, tetapi juga perwakilan lembaga donor seperti GAVI, World Bank, IMF, OECD, CEPI, dan lembaga internasional seperti UNICEF, UNDP dan WHO.  (Penulis Kurniatun K/Editor Fachrudin Ali)

Menkes Sampaikan Dua Pesan Kesehatan dalam Upacara HKN Ke-58

Jakarta– Tepat tanggal 12 November diperingati sebagai Hari Kesehatan Nasional (HKN). Upacara peringatan HKN Ke-58 tahun 2022 dipimpin Inspektur Upacara Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin yang berlangsung di lapangan Upacara Gedung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Kuningan Jakarta yang dilakukan secara hybrid.

Dalam arahannya, Menkes Budi menyatakan hari ini 12 November 2022 merupakan Hari Kesehatan Nasional ke-58 yang pertamakali diselenggarakan sesudah pandemi Covid-19 terkendali.

Dalam kesempatan ini ada dua pesan yang disampaikan Menkes Budi terhadap jajaran Kemenkes. “Pertama, mengucapkan terimakasih kepada jajaran Kementerian Kesehatan yang sudah bekerja keras untuk memastikan pandemi Covid19 bisa kita atasi bersama dan kehidupan bisa kembali normal, bisa kembali bekerja dengan normal, dan bisa mengunjungi keluarga kita dimanapun dia berada dengan normal”, ungkap Menkes lebih lanjut.

Menkes Budi menitipkan pesan agar terus memonitor keadaan pandemi ini karena masih adanya varian-varian baru Covid-19 dan mudah-mudahan tidak ada lagi lonjakan berarti yang membebani rumah sakit dan masyarakat.

Pesan kedua yaitu dengan terkendalinya pandemi Covid-19 ini, waktu yang tersisa adalah bagaimana memastikan pesan Presiden Joko Widodo untuk melakukan transformasi sistem  kesehatan nasional. “Ada 6 pilar transformasi kesehatan dan satu pilar tambahan yang harus dilakukan ke dalam,” jelas Menkes

Pilar pertama adalah transformasi dari Sistem Layanan Primer yang akan memperkuat Posyandu, Puskesmas, seluruh Laboratorium Kesehatan Masyarakat, dan melengkapinya dengan layanan berbasis teknologi digital untuk bisa mendekatkan ke seluruh masyartakat Indonesia.

Kedua, transformasi Sistem Layanan Rujukan atau Rumah Sakit (RS). Memastikan RS dilengkapi dengan sumber daya yang cukup, baik dalam bentuk alat dan tenaga. Khususnya dalam melayani penyakit yang menyebabkan kasus kematian tertinggi yang ada di Indonesia sekarang.

Transformasi ketiga adalah transformasi Sistem Ketahanan Kesehatan. Bencana kesehatan terjadi dan memiliki siklus yang panjang. “Bisa 100 tahun sekali, bisa puluhan tahun sekali. Tapi yang pasti mengakibatkan korban banyak sekali di seluruh dunia,” papar Menkes.

Menkes mengatakan harus memastikan generasi selanjutnya lebih siap menghadapi bencana berikutnya, khususnya siap dalam penyediaan alat kesehatan seperti dalam bentuk vaksin dan pabrik pembuatannya di dalam negeri. Termasuk memiliki cukup sumber daya

Transformasi keempat adalah transformasi Sistem Pembiayaan Kesehatan. Penduduk Indonesia semakin lama semakin menua dan berdampak pada biaya kesehatan yang semakin tinggi. Kita harus memastikan sistem pembiayaan cukup, adil, dan bisa di akses oleh seluruh masyarakat Indonesia terutama kalangan masyarakat yang makin menua di seluruh wilayah kota besar, kota kecil dan pedesaan di seluruh pelosok di Indonesia.

Transformasi kelima adalah Sumber Daya Manusia Kesehatan. Menkes berharap jajaran Kemenkes melengkapi janjinya agar semua Puskesmas harus ada dokter, memiliki semua nakes yang lengkap.

Transformasi keenam adalah Teknologi Kesehatan. Ini adalah tranformasi untuk mempersiapkan Kemenkes di masa depan. “Kita harus memastikan teknologi informasi Kesehatan benar-benar siap dan berbasis teknologi digital untuk mempermudah akses Kesehatan dari masyarakat kedepannya,” terang Menkes.

Selain itu harus juga mempersiapkan teknologi bioteknologi kesehatan. Kedepannya, teknologi Kesehatan bersifat lebih personal, partisipatif dan yang penting akan menimbulkan loncatan dan terbosan baru di bidang kesehatan dalam hal diagnostik dan terapetik bagi semua masyarakat yang terkena penyakit.

Semua ini bisa dilakukan jika ada transformasi ketujuh yang hanya untuk internal Kemenkes yang dilakukan dengan sebaik-baiknya. Yaitu, transformasi dari Budaya dan Organisasi Kesehatan

Tidak mungkin transformasi kesehatan dijalankan tanpa didukung jajaran kemenkes yang profesional, berintegritas dan bekerja berfokus hanya satu yakni melayani masyarakat. Bekerja dengan dengan sepenuh hati, bahwa kita hadir untuk melayani negeri.

Dalam upacara peringatan HKN Ke-58, Menkes Budi memberikan penghargaan MoH Award di lingkungan Kantor Pusat Kemenkes. Hal ini diberikan dalam rangka meningkatkan motivasi, kinerja, dan wujud apresiasi Kemenkes terhadap pegawai yang berprestasi.

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) memperoleh empat penghargaan yang diperoleh pimpinan dan pegawai atas nama :

  • Lucia Rizka Andalusia Dirjen Kefarmasian dan Alkes dan Plt. Kepala BKPK memperoleh penghargaan Kategori Inspiring Leaders
  • Nirmala Ahmad Ma’ruf memperoleh penghargaan Kategori The Best Transformers
  • Lisa Angelia memperoleh penghargaan kategori PMO Of The Year
  • Melyana memperoleh penghargaan Kategori Mentor Of The Year (Penulis Fachrudin Ali)6

Apresiasi terhadap Sosok Inspiratif Kesehatan Indonesia

Jakarta– Penghargaan Tenaga Kesehatan (Nakes) Teladan merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada pemberi pelayanan kesehatan penggerak transformasi kesehatan yang bangga melayani bangsa. Penghargaan ini merupakan agenda tahunan yang di anugerahkan kepada nakes di fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) serta Puskesmas.

Namun akibat pandemi Covid-19, pemberian penghargaan sempat terhenti dan kembali digulirkan secara luring tahun ini sebagai salah satu rangkaian acara Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58.

Tahun 2022, penghargaan juga diberikan kepada kader posyandu serta dosen dan mahasiswa berprestasi, Hal ini di sampaikan oleh Direktur Jendral Tenaga Kesehatan Arianti Anaya pada penganugrahan Nakes Teladan 2022 di hotel Sultan Jakarta (11/11/2022).

Para peraih Anugerah Nakes Teladan 2022 mendapat kehormatan untuk hadir dan membagi pengalamannya di program acara Kick Andy Metro TV. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin berkesempatan menjadi pendamping host utama Andi F Noya, Jumat 11 November.

Dari sekian banyak peraih penghargaan, ada tiga tokoh inspiratif yang mewakili para peraih nakes teladan 2022 yang tampil di panggung di Studio Metro TV Jakarta.

Nakes inspiratif pertama yang mewakili Nakes Teladan 2022 pada acara ini adalah dr. Medianto Rombetasik, Sp.B yang bertugas di kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara sebagai pemenang kategori Rumah Sakit Pemerintah Daerah.

Medianto mengatakan bahwa keterbatasan fasilitas tidak menghalanginya untuk tetap berusaha membantu sesama. Bahkan yang menjadi tantangan saat bertugas di daerah adalah meyakinkan penduduk agar mau berobat ke fasilitas kesehatan karena kepercayaan masyarakat terhadap dukun tradisional sangat tinggi.

Medianto berhasil membuat inovasi dan pendekatan hingga masyarakat mau mengunjungi fasilitas kesehatan untuk berobat tanpa harus berkonflik dengan dukun tradisional.

Nakes inspiratif kedua yakni dokter gigi muda Muhammad Hirzi Nugraha sebagai pemenang kategori Puskesmas. Dokter gigi ini bertugas di Puskesmas Kalumpang di daerah terpencil Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan setelah 23 tahun lamanya di puskesmas tersebut tidak ada dokter gigi.

Salah satu program unggulan yang dibuat adalah pencegahan stunting sejak dini melalui pendekatan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil. Muhammad Hirzi mengembangkan inovasi Scaling Mobile Service (SMS) yang dilakukan dengan cara jemput bola, yaitu datang langsung ke tempat tinggal penduduk untuk pemeriksaan gigi yang jaraknya 30 km dari Puskesmas.

Inovasi ini dilatarbelakangi minimnya pengetahuan masyarakat tentang kesehatan gigi, yang mengakibatkan kunjungan pasien gigi sedikit di Puskesmas Kalumpang. Inovasi dilakukan karena adanya keterbatasan alat pemeriksa gigi, hingga akhirnya dokter muda ini menciptakan pembersih karang gigi portable yang bisa dibawa kemana-mana.

Menanggapi hal ini, Menkes Budi menambahkan faktor resiko stunting memang lebih banyak di ibu bulan waktu bayi lahir, saat ibu kekurangan gizi atau kekurangan darah baik sebelum hamil atau pada saat hamil kemungkinan besar anak yang dilahirkan stunting.  “Jadi kesehatan gigi itu penting agar ibu tidak kekurangan gizi,” jelasnya.

Tokoh inspiratif ketiga adalah dr. Johan Gonga Bupati Kepulauan Aru yang mempunyai komitmen di bidang gizi dan stunting serta dinilai berkontribusi tinggi pada pengembangan kesehatan di Kepulauan Aru.

Menkes menyampaikan alasan penghargaan diberikan kepada satunya kepala daerah. “Sejak adanya undang-undang otonomi daerah, urusan kesehatan menjadi wewenang kepala daerah. Jika kepala daerahnya berkomitmen memperbaiki sistem kesehatan di daerahnya, maka rakyatnya akan terbantu. Itu sebabnya pentingnya membangun jejaring dan berinteraksi dengan kepala daerah agar bisa membantu Kementerian Kesehatan” kata Menkes Budi.

Pada kesempatan ini Menkes Budi juga menyampaikan adanya 6 transformasi Kesehatan diantaranya adalah transformasi sistem layanan primer, sistem layanan rujukan, sistem ketahanan Kesehatan, sistem pembiayaan kesehatan, sistem sumberdaya manusia kesehatan, sistem teknologi Kesehatan.

Pada akhir acara, Menkes berharap tiga motivator ini bisa menjadi inspirasi bagi para nakes agar bekerja dengan hati dan mau menjangkau daerah terpencil di pelosok negeri (Penulis Nowo S/Editor Fachrudin Ali)

Peran Advokasi dalam Mendukung Kualitas Kebijakan

Bogor– Sekretaris Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Nana Mulyana membuka secara resmi acara Penyusunan Pedoman Advokasi, Indeks Kualitas Kebijakan (IKK) dan Analisis Isu Kesehatan, Senin (7/11) di Bogor. Acara berlangsung hingga 9 November.

Dalam sambutannya, Nana menyampaikan pembuatan pedoman advokasi sangat strategis, karena akan menjadi guidance advocator saat mengadvokasi pembuat kebijakan.

Nana mengemukakan bahwa advokasi yang dilakukan kepada lintas program di Kemenkes agar program Kemenkes bisa diadopsi atau diterima oleh pelaksana di lapangan. “Kalau program memang siap diimplementasikan agar pesan yang disampaikan bisa diterima,” ucap Nana.

Sementara advokasi yang dilakukan BKPK berbeda dengan kegiatan advokasi program. Tugas dan fungsi BKPK melakukan analisa dan memberikan rekomendasi kebijakan. Nana mengatakan agar rekomendasi kebijakan bisa diterima oleh stakeholders, maka harus dikomunikasikan melalui metode advokasi.

Nana juga mengarahkan dalam menyusun pedoman advokasi harus memuat kriteria advokator, media advokasi, dan sasaran advokasi. Selain itu, Nana menekankan agar materi rekomendasi kebijakan yang disampaikan adalah informasi yang terbaru.

“Di luar itu, ada hal teknis yang harus dipahami. Rekomendasi kebijakan harus relevan atau yang dibutuhkan pembuat kebijakan.Jangan memberikan yang sudah basi atau sudah lewat,” tegas Nana.

Nana pun mengatakan bahwa rekomendasi kebijakan harus berkualitas, berhasilguna, dan harus di evaluasi. Evaluasi dilakukan mengacu pada instrumen pengukuran Indeks Kualitas Kebijakan yang dikeluarkan Lembaga Administrasi Negara (LAN).

Selanjutnya, Pedoman Indeks Kualitas Kebijakan ini perlu diadopsi untuk dapat diberlakukan juga di lingkup Kemenkes dengan dikoordinasikan BKPK. (Penulis Faza Nur Wulandari/Editor Fachrudin Ali)

Melaju Menjadi Yang Terdepan Di Jakarta Laser Run HKN Ke-58

Jakarta– Hari ini Minggu (6/10) Lomba Jakarta Laser Run 2022 dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 Tahun 2022 memasuki hari terakhir, setelah hari sebelumnya diperlombakan kategori Junior dan Youth. Hari kedua ini kategori yang dilombakan adalah tingkat Putri Senior, Perorangan Senior dan Senior Relay Team

Salah satu peserta mengungkapkan kepuasannya pada gelaran lomba ini. “Saya sangat senang mengikuti lomba ini, selain bisa berlomba dan bertemu kembali dengan peserta dari Jakarta, juga turut memeriahkan Hari Kesehatan Nasional ke-58” ungkap Wilis peserta dari Jawa Tengah.

Ada juga peserta Wuri dari mahasiswi Poltekkes Surakarta yang merupakan juara 1 lomba lari Putri senior yang merasa senang mengikuti lomba ini karena seru dan penuh tantangan. Persiapan yang telah dilakukannya cukup lama mendapatkan hasil maksimal.

Peserta  yang bertanding tidak hanya datang dari Jakarta tapi juga dari beberapa daerah. Selain diikuti umum,  peserta terdiri dari instansi kementerian/lembaga negara juga POLRI.

Muhammad Rijadi inisiator sekaligus Bidang Kompetisi Jakarta Laser Run 2022 mengatakan perlombaan Laser Run ini baru pertama kali di adakan di Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Lebih lanjut Rijadi mengatakan acara berjalan dengan lancar. Kedepan rencananya akan diadakan secara regular setiap bulan Oktober.

Selain ingin mempopulerkan olahraga pentathlon secara lebih luas ke masyarakat dari berbagai usia, diharapkan perlombaan ini mampu mencetak bibit unggulan yang diproyeksikan untuk kejuaraan nasional.

Pada kesempatan ini Juliani sebagaii National Technical Observer (NTO) Pengurus Pusat Modern Pentathlon Indonesia (PP MPI), yang mengawasi dan memimpin juri lomba Jakarta Laser Run 2022 berlisensi UIPM juga mengatakan bahwa acara berjalan sukses berkat kerjasama panitia serta seluruh tim yang terlibat. Jakarta Laser Run ini secara regulasi di buat profesional, sesuai aturan yang terdapat di induk olahraga pentathlon dunia (UIPM), tutupnya.

Dalam perlombaan ini, Kemenkes memperoleh Juara Ketiga Kategori Senior Relay Team. Salah satu peserta yang mewakili Kemenkes yakni Nowo Setiyo Raharjo dari Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK).

(Penulis Nowo SR/Editor Fachrudin Ali)

Sekretaris BKPK Membuka Secara Resmi Lomba Jakarta Laser Run 2022

Sekretaris BKPK Nana Mulyana melepas peserta Lomba Jakarta Laser Run 2022

Jakarta– Sekretaris Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Nana Mulyana membuka secara resmi Lomba Jakarta Laser Run 2022 di Jakarta (5/10).

Dalam sambutannya mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKPK, Nana mengungkapkan kompetisi modern pentathlon pasca PON XX Papua 2021 ini dapat digelar pertama kali di Kementerian Kesehatan.

“Hal ini penting untuk menyosialisasikan dan menggairahkan olah raga modern pentathlon yang semakin banyak digemari oleh kawula muda, generasi milenial,” ungkapnya.

Menurut Nana, Lomba Jakarta Laser Run 2022 penting untuk membangun semangat masyarakat Indonesia khususnya Pegawai Kementerian Kesehatan dan Jajaran Kesehatan/kedokteran TNI-POLRI untuk bangkit dari Pandemi Covid-19 dan mendukung Program Pemerintah dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Saya sangat bangga dengan keterbatasan sarana dan prasarana cabang olah raga modern pentathlon di Kementerian Kesehatan, kita masih dapat melaksanakan kejuaraan Jakarta Laser Run 2022 yang cukup membanggakan meskipun dengan persiapan yang sangat mepet namun dapat terlaksana dengan baik,” jelas Nana lebih lanjut.

Nana mengungkapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada Panitia Pelaksana dari BKPK Kemenkes, Juri PP MPI yang berlisensi UIPM yang telah bekerja keras selama ini dalam waktu mendesak sekitar 3 minggu bisa menyelenggarakan event perintisan kejuaraan Jakarta Laser Run untuk pencarian dan pembinaan atlet muda sebagai sumbangsih menjadi atlet provinsi, nasional dan atlet dunia.

“Saya berharap ada atlet yang hadir di sini bisa mewakili Indonesia dan mendapatkan medali emas,” harapnya.

Dalam laporannya, Cahaya Indriaty selaku Ketua Panitia Jakarta Laser Run 2022 mengungkapkan jumlah peserta atau atlet yang mendaftar sebanyak 41 orang nomor perorangan, 11 team dan 5 tim campuran (mixed team).

Kejuaraan Jakarta Laser Run 2022 merupakan tes event untuk persiapan Kejuaraan Nasional untuk Seleksi Nasional Atlet Asian Games 2023 cabang olah raga modern pentathlon yang akan diselenggarakan PP MPI pada tanggal 26-27 November 2022.

Kejuaraan ini merupakan ajang sosialisasi dan penerapan aturan UIPM Competition Rules and Regulation yang mulai berlaku 1 Januari 2022. Selain itu kejuaraan ini merupakan tes event untuk persiapan Kejuaraan Nasional untuk Seleksi Nasional Atlet Asian Games 2023 cabang olah raga modern pentathlon yang akan diselenggarakan 26-27 November 2022. (Penulis Dwi Arianto/Editor Fachrudin Ali)

BKPK Raih Penghargaan Pada HKN Ke-58

Sekretaris BKPK menerima penghargaan dari Dirjen Farmalkes sekaligus Plt. Kepala BKPK setelah Unit Kearsipan BKPK berhasil mendapatkan kategori AA atau sangat memuaskan dengan nilai 96.26

Tangerang Selatan– Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI berhasil meraih sejumlah penghargaan dalam rangkaian Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 Tahun 2022. Penghargaan tersebut diraih Sekretariat BKPK, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga, serta Loka Penelitian dan Pengembangan (Loka Litbang) Pangandaran.

B2P2TOOT Tawangmangu menerima penghargaan satuan kerja dengan kepatuhan interaksi pelayanan publik dengan kategori sangat baik

Sekretariat BKPK meraih penghargaan pada unit kearsipan. Berhasil mendapatkan kategori AA atau sangat memuaskan dengan nilai 96.26 berdasarkan hasil pengawasan kearsipan internal Kemenkes 2022. Sementara satuan kerja BKPK meraih penghargaan kepatuhan interaksi pelayanan publik. B2P2TOOT Tawangmangu dan Loka Litbang Pangandaran meraih kategori sangat baik sedangkan B2P2VRP Salatiga masuk kategori baik.

Sekretaris BKPK Nana Mulyana setelah menerima penghargaan merasa bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Nana juga mengapresiasi kepada para arsiparis, pengelola arsip, dan Kepala Sub Bagian Umum dalam mengawal kearsipan.

B2P2VRP menerima penghargaan satuan kerja dengan kepatuhan interaksi pelayanan publik dengan kategori baik

 “Ini merupakan bentuk pengakuan dari organisasi kemenkes yang diraih, harapannya ke depan pengelolaan arsip lebih baik lagi dan bisa menjadi contoh bukan hanya di level Kementerian Kesehatan tapi juga nasional,” ucap Nana usai menerima penghargaan di Pameran Hari Kesehatan Nasional pada Sabtu, (5/11).

Selain itu, Nana juga memberikan ucapan selamat dan apresiasi kepada B2P2TOOT Tawangmangu, B2P2VRP Salatiga, dan Loka Litbang Pangadaran atas prestasi yang diraih. Nana mengatakan apresiasi ini menunjukkan satuan kerja sudah melakukan pelayan publik yang baik dan mendapatkan apresiasi dari Kemenkes.

“Kami harapkan, teman-teman satker meski nanti sudah tidak berada di BKPK lagi mereka tetap dapat mempertahankan dan meningkatkan pelayanan publik yang telah mereka lakukan yang berprestasi ini,” pesannya.

Loka Litbang Pangandaran menerima penghargaan satuan kerja dengan kepatuhan interaksi pelayanan publik dengan kategori sangat baik

Nana pun berharap untuk Sekretariat BKPK, dapat lebih banyak melakukan kegiatan untuk pelayanan publik. “Harapan dan targetnya tahun depan ada satu atau dua Sekretariat BKPK meraih penghargaan pelayanan publik,” tutupnya. (Penulis Faza Nur Wulandari/Editor Fachrudin Ali)

INA Grouper Resmi Diluncurkan Di Pameran HKN Ke-58 Tahun 2022

Tangerang Selatan– INA Grouper resmi diluncurkan pada acara Pameran Bangga Produk Inovasi dan Teknologi Kesehatan Dalam Negeri Untuk Mendukung Transformasi Sistem Kesehatan di hadapan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan sejumlah undangan yang hadir di Tangerang Selatan, Rabu (3/11).

Untuk mendukung sosialisasi dan promosi, Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Desentralisasi Kesehatan (Pusjak PDK) Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes RI) menggelar booth di acara pameran ini yang diselenggarakan sebagai salah satu rangkaian acara memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-58 Tahun 2022.

Booth Pusjak PDK BKPK Kemenkes RI menyajikan informasi INA Grouper. INA Grouper merupakan grouper yang dibangun oleh Kemenkes dengan masukan dari organisasi profesi. Tujuannya untuk menghasilkan pengelompokan baru untuk kasus (diagnosis dan penyakit) yang disesuaikan dengan kondisi di Indonesia.

Pihak- pihak yang terlibat dalam proses reklasifikasi INA Grouper adalah Tim Tarif INA-CBG, rumah sakit serta organisasi profesi dokter spesialis.

Dalam acara ini, BKPK juga menampilkan booth Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu yang menampilkan bahan baku tanaman obat dalam bentuk simplisia. Menurut Santosa (4/11) selaku Penanggungjawab Pusat Pengolahan Pascapanen Tanaman Obat B2P2TOOT yang hadir di pameran ini mengatakan simplisia yang ditampilkan merupakan hasil dari instalasi pasca panen B2P2TOOT.

“Ada simplisia kamilen, simplisa kapulaga, teh hijau, temulawak, echinacea dan sebagainya,” ungkapnya menjelaskan. Simplisia Rimpang Kunyit atau Curcuma Domestica Val. berkhasiat untuk mengobati obat demam, diare dan nyeri.

“Simplisia Krangean memiliki khasiat afrodisiaka, mengatasi bengkak, dan bronkitis,” ungkap Santosa.

Pameran HKN Ke-58 berlangsung hingga Sabtu (5/11). (Penulis Fachrudin Ali)

Anggota Komisi IX DPR RI Harapkan Kebijakan Kesehatan yang Terukur

Wawancara Wakil Ketua Komisi IX DPR RI oleh Ketua Tim Kerja Hukum dan Humas Sekretariat BKPK Cahaya Indriaty

Jakarta– Wakil Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Emanuel Melkiades Laka Lena menyatakan dukungan terhadap perubahan organisasi di Kementerian Kesehatan (Kemenkes). “Komisi IX termasuk serius untuk memberikan dukungan kepada Menteri Kesehatan agar perubahan struktur di Kemenkes betul-betul berbasis kinerja dan memenuhi harapan banyak kalangan terkait dengan pelayanan kesehatan di negeri ini,” ucap Melki, sapaan akrabnya, saat ditemui di ruang kerja Kantor DPR RI oleh Tim BKPK, pada Kamis (3/11).

Selain itu, Melki turut memberikan dukungan pada Badan Kebijakan Pembangungan Kesehatan (BKPK) Kemenkes sebagai unit eselon satu. “Ketika kebijakan kesehatan menjadi salah satu dari eselon satu di Kemenkes tentu mendukung agar melalui eselon satu khusus ini benar-benar bisa memastikan bahwa seluruh program di Kemenkes bisa terekam dengan baik,” ujarnya.

Selanjutnya, Melki menginginkan adanya identifikasi dan memberikan cacatan terkait respon Kemenkes dan seluruh pemangku kepentingan lainnya yang terkait agar bisa bekerja secara bersama. Melalui BKPK sebagai eselon satu khusus, agar kebijakan kesehatan lebih terukur, terarah, dan sistematis ke depan. “Tentu ini adalah terobosan yang baik dari kemenkes dan Komisi IX akan mendukung dengan kuat untuk ke depan,” ucap Melki.

Meski demikian, Melki merasa program kesehatan saat ini belum secara optimal menyentuh persoalan saat ini maupun potret kesehatan yang akan datang. Sehingga menurutnya, perlu adanya riset yang bagus untuk menghasilkan kebijakan yang responsif, terukur, dan tepat. Sebagai contoh pemerintah belum mempunyai regulasi untuk merespon kejadian gagal ginjal akut yang sedang terjadi saat ini.

“Regulasi ini mesti disusun atau mitigasi bencana semacam gagal ginjal akut ini harus terlahir dari kebijakan kesehatan yang tepat. Ini butuh riset yang baik dan kebijakan yang tepat, sehingga nanti persoalan program dan anggaran benar-benar tepat untuk kita alokasikan,” tegasnya.

(Penulis Faza Nur Wulandari/Editor Fachrudin Ali)

12,541FansLike
3,200,000FollowersFollow
4,251,000FollowersFollow
3,251,580FollowersFollow
9,320SubscribersSubscribe