
Kinerja media dan sentimen publik terhadap Kementerian Kesehatan RI pada periode 3–10 Juli 2026 menunjukkan dominasi sentimen positif yang kuat, mencapai rata-rata 78,7% di media massa dan 58,2% di media sosial. Akumulasi komunikasi selama periode analisis ini terbilang sangat luas, terbukti dari adanya 1.534 berita dan 1.224 percakapan di media sosial. Secara spesifik, pilar Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan menjadi pusat perhatian dengan volume komunikasi tertinggi yang mencapai 359 percakapan.
Meskipun secara keseluruhan didominasi oleh sentimen positif, terdapat area kritis yang menjadi prioritas pemantauan karena mencatat volume sentimen negatif tertinggi. Pilar Layanan Primer menempati posisi puncak dengan 142 volume negatif yang didorong oleh isu standarisasi kemasan rokok. Posisi selanjutnya ditempati oleh pilar SDM Kesehatan dengan 81 volume negatif terkait kasus perundungan (bullying) Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), serta pilar Budaya Kerja dengan 47 volume negatif yang berfokus pada isu rangkap jabatan dan temuan BPK.
Beberapa isu strategis tersebut telah bereskalasi menjadi “Red Flags” persisten yang membutuhkan langkah manajemen krisis dan amplifikasi konten proaktif dari Kemenkes. Isu yang paling persisten selama lima minggu adalah penolakan standarisasi kemasan rokok polos dengan 122 sebutan negatif dari industri tembakau. Selain itu, isu perundungan menuntut Kemenkes untuk melakukan percepatan reformasi sistem pendidikan PPDS melalui pengadaan hotline dan sanksi tegas. Di luar isu tersebut, ancaman keberlanjutan JKN juga menjadi sorotan utama akibat estimasi defisit operasional BPJS Kesehatan yang mencapai Rp2 Triliun per bulan








