web analytics
Header Ads
Beranda Blog Halaman 41

Melalui Transformasi, Bersama Kita Maju

Jakarta– Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengadakan townhall mengikutsertakan pimpinan dan pegawai bertajuk “Melalui Transformasi, Bersama Kita Maju”. Acara dihelat Jumat (1/12). Hadir Kepala BKPK Syarifah Liza Munira dan Sekretaris BKPK Nana Mulyana beserta seluruh Kepala Pusat.

Nana Mulyana dalam laporannya menyampaikan bahwa acara townhall internal ini baru pertamakali diadakan. “Kegiatan ini dalam rangka mempererat silaturahmi dan memperkokoh komitmen kita sebagai bagian dari Kemenkes dalam melaksanakan transformasi kesehatan,” ungkap Sekretaris BKPK. Penggunaan baju putih dan celana jeans menurut Nana melambangkan semangat kerja tulus dan ikhlas sekaligus menunjukkan keleluasaan dalam bekerja. Dalam acara ini akan ada dialog antara pimpinan dan pegawai, penyampaian program para Champions BKPK dan pemilihan pegawai BKPK yang akan menerima penghargaan Hero Of The Month.

Pada sesi Leader’s Talk, Kepala BKPK menyatakan senang sekali adanya acara ini. Ditengah kesibukan dengan segala aktifitas dan rapat, masih dapat menyelenggarakan kegiatan ini. “Ini juga bukan yang terakhir,” jelas Liza Munira.

Liza menjelaskan sudah banyak capaian yang dihasilkan BKPK hingga saat ini. Antara lain mengawal pembahasan rancangan UU Kesehatan dimana BKPK ditugaskan untuk quality control dan clearing house sebelum ditetapkan. Hingga saat ini masih terus berproses pembahasan rancangan turunan Undang-undang Kesehatan tersebut.

Selanjutnya melakukan survei untuk melihat capaian pembangunan kesehatan. “Tahun lalu ada SSGI,” terang Liza. Tahun ini sedang bekerja keras bersama unit-unit di daerah menyelesaikan Survei Kesehatan Indonesia (SKI).

BKPK pada tahun 2022 juga melakukan Serosurvei yang digunakan sebagai pertimbangan pengambilan keputusan untuk mengakhiri PPKM dan transisi dari pandemi Covid-19 ke endemi. Pada bulan Oktober 2023 juga meluncurkan portal layanan data yang hasil datanya dapat didigunakan oleh para peneliti dan pakar.

Capaian lainnya adalah melaksanakan Townhall Pilar Pembiayaan Kesehatan dimana BKPK merupakan penanggung jawab dari pilar transformasi ini. BKPK juga sukses melaksanakan pertemuan internasional yaitu pertemuan tingkat pejabat senior dan Menteri Kesehatan G20 tahun 2022 dan Menteri Kesehatan ASEAN tahun 2022 dan tahun 2023.

Kepala BKPK menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kerja keras dan dedikasi semua pegawai dalam melaksanakan transformasi Kesehatan. “Ini tidak mudah,” terangnya lebih lanjut. Karena BKPK merupakan organisasi yang baru, banyak mengalami perubahan termasuk pegawai yang mengalami perubahan.

Sebagai tugas dari BKPK, Liza Munira berharap BKPK tidak hanya menghasilkan rekomendasi kebijakan namun mengawal dan memastikan bahwa rekomendasi kebijakan tersebut harus menjadi kebijakan yang keluar dari Kemenkes  untuk memenuhi kepentingan masyarakat.

Dalam rangka mewujudkan transformasi kesehatan diperlukan kerja keras dari semua pegawai namun tidak boleh mengorbankan kesehatan. Diperlukan work-smart dan work-life-balance agar  mampu bekerja dengan efektif, efisien, dan berkualitas. Oleh sebab itu BKPK menyiapkan berbagai fasilitas untuk menjaga kesehatan, kebugaran dan olahraga.

Dalam kesempatan townhall ini juga diberikan penghargaan Hero Of The Month kepada Miko Hananto (Pusat Kebijakan Kesehatan Global dan Teknologi Kesehatan), Ida Susanti (Pusat Kebijakan Sistem Ketahanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan), Muhammad Karyana (Pusat Kebijakan Upaya Kesehatan), Joko Purnomo (Sekretariat Badan), serta Dwi Antasari (Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Desentralisasi Kesehatan). Acara ditutup dengan pentas seni dan hiburan musik. (Penulis Fachrudin Ali/Edit Timker Humdatin)

Indonesia, Tamu Kehormatan pada Pameran Sains dan Teknologi Internasional di Tiongkok

Mianyang, Sichuan RRT– Indonesia menjadi tamu kehormatan pada 11th China (Mianyang) Science & Technology City International High-Tech Expo di Kota Mianyang, Provinsi Sichuan, Tiongkok.

Pameran diselenggarakan pada tanggal 22-26 November 2023 dengan mengusung tema “Lead by Science and Technology—Innovation, Transformation, Open-up and Cooperation”. Dalam pameran tersebut Indonesia ditunjuk sebagai negara tamu kehormatan dalam rangka memperingati 10 tahun kerja sama strategis Indonesia dan Tiongkok dan merupakan salah satu tindak lanjut hasil pertemuan Presiden Jokowi dengan Presiden Xi Jinping di Chengdu bulan Juli lalu.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam kesempatan mengunjungi pameran menyampaikan, “Melihat sejarah, Tiongkok dan Indonesia telah menjadi saudara selama berabad-abad melalui aktivitas perdagangan, pertukaran budaya, dan diplomasi bilateral”. Berdasarkan data Bea Cukai China, sepanjang Januari – September 2023, total nilai perdagangan kedua negara mencapai USD 103,21 miliar. “Dengan semangat komitmen dan solidaritas, kita akan mampu memperkuat kerja sama untuk memperjuangkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, serta mengundang masyarakat Tiongkok unutk berinvestasi pada kesehatan masyarakat Indonesia terutama pengembangan teknologi kedokteran Indonesia” ujar Menkes Budi dalam sambutan pembukaan Paviliun tanggal 22 November 2023.

Sore harinya, Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin melakukan pertemuan bilateral dengan Cao Lijun, Anggota Komite CPC Provinsi Sichuan dan Sekretaris Jenderal CPC Kota Mianyang. Dalam kesempatan tersebut dibahas potensi kerja sama Indonesia dan Tiongkok, khususnya Provinsi Sichuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kunjungan kerja dilanjutkan pada hari berikutnya di Rumah Sakit (RS) Zhongshan di Shanghai merupakan salah satu RS terbaik milik Kemenkes RRT selain RS Militer. Delegasi Indonesia melihat adanya potensi kolaborasi untuk dokter indonesia belajar di RS tersebut melalui kerjasama antar business (B to B) maupun pemerintah (G to G).

Kunjungan hari terakhir ke China National GeneBank (CNGB) milik pemerintah RRT dan dioperasikan secara independen oleh BGI-Research di bawah bimbingan dan pengawasan State High-Tech Industrial Innovation Center, Shenzhen. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka kolaborasi Pengembangan National Gene Bank di Indonesia. (Penulis Sigit Purwonugroho, Pusjak KGTK/Edit Timker Humdatin)

Waspada Low Back Pain Saat Bekerja

Sumber Foto Freepik

Bekerja seharian dengan posisi duduk berjam-jam di depan komputer tentu sudah menjadi makanan sehari-hari pekerja kantoran. Namun, kondisi ini acapkali menimbulkan rasa lelah dan ketegangan otot di area sekitar punggung.

Posisi duduk yang kurang tepat dan tidak ergonomis ketika bekerja dapat menyebabkan ketegangan otot dan rasa nyeri punggung bawah atau low back pain. Tanpa disadari, perilaku menekuk (membungkuk), posisi kepala tidak tegak, pandangan selalu ke bawah, dan pola kerja yang monoton seringkali dilakukan saat bekerja. Padahal semua aktivitas itu dapat menjadi pemicu terjadinya low back pain.

Tak hanya itu, kondisi ini dapat juga dipengaruhi oleh beberapa faktor lain seperti usia, jenis kelamin, kebiasaan duduk, kondisi tulang belakang yang tidak normal, atau penyakit tertentu seperti penyakit degenaratif.

Sebagai langkah awal pencegahan sekaligus agar meringankan gejalanya, dapat dilakukan beberapa aktivitas yang membantu. Misalnya dengan tetap mempertahankan postur tubuh yang benar selama bekerja dan melakukan peregangan setelah duduk dalam jangka waktu lama.

Melakukan olahraga rutin juga dianjurkan, terutama jenis olahraga yang dapat melatih otot punggung seperti yoga, pilates, jalan kaki, dan berenang.

Selain itu, perlu hindari mengangkat beban berat yang dapat mencederai otot. Berendam di air hangat dapat menjadi pilihan saat tiba di rumah setelah seharian bekerja. Selain meredakan rasa nyeri, aktivitas ini juga dapat menghindarkan dari stres.

Menerapkan gaya hidup sehat serta istirahat yang cukup juga perlu dilakukan. Selanjutnya, jangan lupa periksakan diri ke dokter apabila rasa nyeri yang dirasakan tidak kunjung reda.

Penulis Ripsidasiona

Rangkaian Kegiatan HLOM Kesebelas APRFHE Resmi Ditutup

Jakarta-– Hari ini (23/11), rangkaian kegiatan High Level Official Meeting (HLOM) ke-11 dari Asia Pacific Regional Forum on Health and Environment (APRFHE) secara resmi ditutup dengan kunjungan para delegasi ke Taman Wisata Alam Mangrove Kapuk Jakarta.

Para delegasi, yang terdiri dari 125 perwakilan dari 10 negara anggota dan non-anggota serta Sekretariat APRFHE, mengakhiri serangkaian kegiatan yang berlangsung selama dua hari, dimulai dari 22 hingga 23 November 2023 di Pantai Indah Kapuk Jakarta. Kunjungan ke Taman Wisata Alam Mangrove di Kapuk bertujuan untuk memperdalam pengalaman konservasi alam, melibatkan diri dalam penanaman mangrove, dan menikmati pesiar dengan speedboat sambil menikmati pemandangan.

APRFHE adalah forum diskusi yang menjadi wadah bagi pembahasan kebijakan dan intervensi di bidang kesehatan dan lingkungan, baik pada tingkat nasional maupun regional. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesehatan dan lingkungan, sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Indonesia memiliki kehormatan menjadi ketua APRFHE untuk periode 2020-2024, sesuai dengan kesepakatan yang dihasilkan dalam Ministerial Meeting di Manila, Filipina, pada tahun 2016.

Dalam penutupan HLOM ke-11 APRFHE, perwakilan Sekretariat APRFHE dari UNEP, Mitsugu Saito, menekankan pentingnya kolaborasi untuk mendukung forum regional di masa mendatang. Ia juga menggarisbawahi peran yang dimainkan oleh ketua dan wakil ketua APRFHE, termasuk sebagai tuan rumah pelaksanaan APRFHE.  “Negara yang belum pernah menjadi tuan rumah, dikarenakan kesiapan logistik, sebaiknya dapat berkolaborasi dengan pihak lain untuk mempersiapkan logistik,” ujar Mitsugu Saito.

Perwakilan Sekretariat APRFHE dari WHO, Nasir Hassan, memberikan apresiasi terhadap keberhasilan penyelenggaraan APRFHE ke-11 oleh Indonesia. “Pertemuan ini menghasilkan rekomendasi yang sangat berguna, khususnya terkait forum regional. Selamat kepada Indonesia atas kesuksesan penyelenggaraan APRFHE ke-11. Mari kita terus semangat untuk mencapai tujuan bersama,” kata Nasir Hassan.

HLOM ke-11 APRFHE memberikan informasi mendalam tentang isu-isu penting di bidang kesehatan dan lingkungan, baik di tingkat nasional, internasional, maupun regional. Kebutuhan untuk meningkatkan kolaborasi antarnegara, terutama terkait anggaran, menjadi salah satu poin yang diangkat.

Forum HLOM ke-11 mendukung inisiatif Indonesia untuk menambahkan Technical Working Group (TWG) One Health di bawah COP28 dan memperbincangkan isu kesehatan dan lingkungan yang krusial.

Kesepakatan untuk TWG harus segera direvisi, dan proposal yang sudah diajukan oleh Sekretariat WHO dan UNEP perlu dipertimbangkan kembali untuk mendapatkan persetujuan. TWG diharapkan mengadakan pertemuan tatap muka minimal satu kali dalam setahun selama tiga tahun. Semua kegiatan TWG, termasuk keanggotaan, pertemuan, dan pendanaan yang mendukung kerjanya, harus diketahui oleh Sekretariat APRFHE.

Proses pemilihan ketua APRFHE untuk periode berikutnya akan dilaksanakan pada HLOM-12 tahun 2024. Indonesia mengusulkan agar pemilihan ketua bersifat sukarela tanpa batasan bagi anggota lama atau baru. Durasi keketuaan selama 5 tahun juga dianggap terlalu panjang, dan hal ini akan dipertimbangkan kembali pada pertemuan tingkat menteri berikutnya.

Selama kepemimpinan Indonesia, rangkaian pertemuan akan dilaksanakan secara berkala, mencakup 2 kali pertemuan High-Level Official Meeting, 1 kali Ministerial Meeting, termasuk pelaksanaan TWG Meeting dan Scientific Panel Meeting.

Direktur Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Anas Ma’ruf, secara resmi menutup HLOM ke-11 APRFHE dengan menyampaikan pesan Mahatma Gandhi, “Nasib masa depan tergantung pada apa yang kita lakukan hari ini.” Anas Ma’ruf juga menyoroti rekomendasi untuk melakukan restrukturisasi tata kelola pemerintah dengan memperkuat kolaborasi dan mempertahankan komitmen bersama, serta memprioritaskan kesejahteraan masyarakat. (Penulis Yuliana/Edit DZ)

Kolaborasi Kemenkes dan KLHK dalam Penyelenggaraan APRFHE ke – 11

Jakarta – Pertemuan Pejabat Tingkat Tinggi Kesebelas Forum Regional Asia-Pasifik untuk Kesehatan dan Lingkungan Hidup dengan tema “Peran Kesehatan dan Lingkungan Strategis dalam Pembangunan Nasional Untuk Mencapai SDGs” diselenggarakan Kementerian Kesehatan RI berkolaborasi dengan Kementerian Lingkungan dan Kehutanan RI secara hybrid pada 22 – 23 November 2023 di Jakarta. Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono membuka acara secara resmi pada Rabu (22/11).

“Hubungan antara perubahan iklim dan kesehatan sudah tidak diragukan lagi, peran kita untuk berkomitmen dan melakukan tindakan nyata secara bersama-sama demi keberlanjutan kesehatan dan bumi kita” ujar Wamenkes Dante Saksono.

Peran Indonesia sebagai Ketua Kelima Asia Pasific Regional Forum On Health and Environment (APRFHE) periode tahun 2020 -2024, yakni menyelaraskan kesehatan dan lingkungan sebagai pusat pembangunan nasional. APRFHE kesebelas ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran dan dampak dari forum ini ditingkat nasional, regional dan internasional.

Pertemuan ini juga membahas bidang teknis yang relevan dan mekanisme koordinasi yang selaras dengan prioritas global dalam kesehatan manusia dan lingkungan selain mempersiapkan pertemuan pejabat tingkat tinggi keduabelas pada tahun 2024.

Wamenkes Dante Saksono menyampaikan saat ini bumi mengalami kenaikan suhu global rata-rata sebesar lima derajat celsius akibat ulah manusia. Jika kenaikan suhu global terus diabaikan, kemungkinan bumi mengalami panas lebih tinggi dengan konsekuensi yang tidak dapat dipulihkan yang dapat menyebabkan masalah kesehatan.

Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK Sigit Reliantoro yang menyampaikan sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menyebutkan bahwa pertemuan ini meningkatkan kerja sama yang lebih kuat dan kolaborasi diantara negara-negara anggota. Hal itu telah mempertahankan tingkat kerja sama yang efektif dengan mengintensifkan dinamika, berbagi pengetahuan dan praktik terbaik.

“Dengan mendasari perlunya tindakan kolektif yang lebih kuat dan kolaborasi dengan melakukan semua hal dalam menghadapi berbagai tantangan seperti dimasa pandemik COVID-19. Kita perlu mempertimbangkan dan mengevaluasi dengan cermat masalah kesehatan sederhana apa yang dapat diterapkan pada faktor lingkungan dan sebaliknya,” ungkap Sigit Reliantoro

Perwakilan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sekaligus Sekretaris Internasional untuk APRFHE Momoe Takeuchi menyampaikan dengan memanfaatkan kekuatan dan kumpulan keahlian didunia ini, akan memiliki potensi bukan hanya untuk mengatasi tantangan lingkungan dan kesehatan yang dihadapi oleh penduduk Asia-Pasifik, tetapi juga memberikan kontribusi yang substansial dalam skala global. Hal ini dapat mencegah kematian secara global dan mempromosikan kesehatan serta kesejahteraan yang berkelanjutan di seluruh dunia.

“Kami berkomitmen untuk memberikan dukungan teknis dan keahlian kepada forum serta memobilisasi sumber daya untuk meningkatkan upaya kolektif kita, khususnya dalam bidang kesehatan dan lingkungan,” jelas Momoe.

Pertemuan ini membahas hal-hal yang selaras dengan kelompok kerja tematik dan akan direvitalisasi. Bahkan penyederhanaan jumlah kerja tematik untuk meningkatkan fokus saat implementasinya. Output berupa rekomendasi untuk memperbarui rencana kerja APRFHE, aktivitas kelompok kerja tematik APRFHE, persetujuan tata kelola, dan hal-hal operasional serta mekanisme jaringan pengetahuan.

Direktur The United Nations Environment Programme (UNEP) untuk Asia Pasifik Marlene Nilsson memberikan apresiasi terhadap Pemerintah Indonesia atas dukungan terhadap forum APRFHE, serta komitmen dan kepemimpinan yang ditunjukkan oleh para anggota regional dalam kolaborasi antara sektor kesehatan dan lingkungan, baik di tingkat regional maupun nasional. Indonesia juga telah mengambil langkah menuju pendekatan One Health dengan mengatasi deforestasi melalui inisiatif seperti moratorium pembukaan lahan baru untuk area lahan yang dikonversi. Selain itu, telah ada upaya yang dilakukan untuk mengurangi polusi udara di kota-kota besar melalui langkah-langkah seperti sumber energi yang lebih bersih dan peningkatan penggunaan transportasi umum.

“Pendekatan holistik dan terintegrasi diperlukan untuk memastikan kesehatan masyarakat sekaligus mengatasi krisis yang saling terkait. Pendekatan ini membutuhkan keterlibatan dari berbagai sektor, termasuk kesehatan, lingkungan, pertanian, dan lain-lain” tutur Marlene Nilsson

APRFHE dihadiri oleh Kementerian Kesehatan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta delegasi dari lima puluh satu negara,. Hadir perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNEP. (Penulis Yuliana)

Malas Gerak Tingkatkan Kegemukan dan Risiko Penyakit

Obesitas merupakan penyakit. Ada banyak faktor yang dapat membuat orang berisiko lebih tinggi mengalami obesitas yakni faktor biologi, genetik, kesehatan mental, akses ke perawatan kesehatan, dan paparan makanan yang diproses secara berlebihan, seperti menambahkan perisa, gula, lemak, atau pengawet makanan berbahan kimia (ultra processed), serta makanan yang tidak sehat (unhealthy foods).

Individu dengan obesitas menempatkan orang tersebut pada risiko yang lebih tinggi terkena penyakit jantung, diabetes, dan beberapa jenis kanker.

World Health Organization (WHO) menyatakan obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di negara maju maupun negara berkembang. Obesitas merupakan kondisi adanya penumpukan lemak tubuh yang berlebih, sehingga berat badan seseorang jauh di atas normal dan dapat membahayakan kesehatan.

Obesitas sentral menurut Nurkotimah dkk dalam jurnal Media Litbangkes, Vol. 29 No. 3 yang terbit di bulan September 2019 dianggap lebih baik dalam menilai tingkat obesitas dibandingkan menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT). Mengutip laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 obesitas sentral atau obesitas abdominal adalah kumpulan lemak abdominal berlebih yang terdapat di daerah abdomen atau perut. Batasan obesitas sentral adalah jika nilai lingkar perut pada laki-laki lebih besar dari 90 cm dan di kalangan perempuan lebih besar dari 80 cm.

Berdasarkan hasil Riskesdas 2018 dengan melakukan pengukuran lingkar perut pada penduduk dewasa berusia 15 tahun ke atas, diperoleh data 1 dari 3 orang Indonesia menderita obesitas sentral.

Hasil penelitian Sudikno dkk yang dimuat di Jurnal Gizi Indonesia (2018) menggunakan data Studi Kohor Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular (FRPTM) dengan memantau populasi penelitian yakni semua anggota rumah tangga berumur 25 tahun ke atas di 5 kelurahan dari 11 kelurahan di Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, yaitu Kebon Kalapa, Babakan Pasar, Babakan, Ciwaringin dan Panaragan selama 6 tahun. Dari pantauan tersebut diperoleh hasil bahwa faktor risiko terjadinya obesitas sentral pada orang dewasa adalah jenis kelamin, kelompok umur, status kawin, dan aktivitas fisik. Subjek perempuan dengan aktivitas fisik kurang nyatanya lebih cepat mengalami obesitas sentral dibandingkan subjek laki-laki dengan aktivitas fisik kurang. Untuk itu, disarankan dilakukannya pencegahan obesitas sentral pada orang dewasa melalui pemenuhan aktivitas fisik yang cukup dan mempertahankan berat badan normal.

Kemenkes RI telah gencar menggalakkan program Gerakan masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Gerakan Masyarakat Hidup Sehat merupakan tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan, dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Salah satu kegiatan yang digalakkan adalah peningkatan aktivitas fisik. Berdasarkan panduan GERMAS, aktivitas fisik diartikan sebagai gerakan tubuh yang melibatkan otot rangka dan mengakibatkan pengeluaran energi. Aktivitas fisik dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, paling sedikit dengan durasi 30 menit setiap harinya. Kegiatan banyak duduk sebaiknya dibatasi, seperti menonton TV, main gim dan komputer, apalagi bersamaan waktunya dengan makan makanan kudapan yang manis, asin dan berminyak.

Kemenkes menganjurkan masyarakat saat di rumah melakukan pekerjaan rumah seperti menyapu, mencuci, berkebun, dan menemani anak bermain. Di tempat kerja tetap rutin berolahraga dan melakukan peregangan di sela jam kerja. Perbanyak kegiatan berjalan.

Saat dalam perjalanan dapat memarkir kendaraan agak jauh dari lokasi kantor agar dapat melanjutkan dengan berjalan, berhenti untuk peregangan dalam perjalanan jarak jauh atau mengalami kemacetan serta melakukan peregangan di dalam mobil dan bis. Ingat jangan malas untuk bergerak untuk meningkatkan aktivitas fisik. Kemalasan dapat membawa masalah kesehatan, salah satunya kematian.

Fachrudin Ali Ahmad (Pranata Humas Ahli Madya BKPK)

Kunjungan Bank Dunia ke Puskesmas Setiabudi

Jakarta– Senin (20/11), Puskesmas Kecamatan Setiabudi Jakarta Selatan menerima kunjungan perwakilan Bank Dunia. Tujuan kunjungan kali ini adalah untuk melihat secara langsung pelaksanaan kegiatan yang didukung oleh portfolio Program Nutrisi dan Kesehatan Bank Dunia Indonesia di Puskesmas serta memahami proses yang dilakukan selama ini. Selain itu juga untuk memahami akses terhadap layanan kesehatan primer, pemanfaatannya dan tantangan yang dihadapi melalui interaksi dengan penerima manfaat dan petugas kesehatan.

Perwakilan Bank Dunia yang berkunjung adalah Alberto Rodriguez (Direktur Regional Pembangunan Manusia Wilayah Asia Timur dan Pasifik), Achim Daniel Schmilen (Pimpinan Program Pembangunan Manusia Wilayah Indonesia dan Timor Leste), Ronald Upenyu Mutasa (Manajer Praktik Kesehatan, Nutrisi dan Populasi wilayah Asia Timur dan Pasifik), dan Somil Nagpal (Spesialis Kesehatan Senior dan Pimpinan Klaster Program Nutrisi dan Kesehatan Wilayah Indonesia dan Timor Leste).

Kepala Puskesmas Kecamatan Setiabudi, Gafar Hartatiyanto menyambut kedatangan tamu didampingi beberapa staf. Tinjuan dimulai dari ruang layanan 24 jam dan gawat darurat, selanjutnya rombongan mengarah ke Ruang Persalinan sebagai bagian dari layanan Ibu dan Anak. Sembari menggali informasi mengenai layanan ini, para tamu menyempatkan melihat layanan USG dan ruang pemeriksaaan ibu hamil.

Para tamu juga mengunjungi layanan imunisasi dan layanan konsultasi gizi. Disini, para tamu menanyakan apakah vaksin tersimpan dengan baik, bagaimana pelaporannya, dan seperti apa laporannya di aplikasi SMILE. Sementara di klinik gizi, perwakilan Bank Dunia menanyakan penanganan stunting sebagai satu kordinasi. dr. Prisiana selaku Pelaksana Tugas Kepala Sub Bagian Tata Usaha Puskesmas menjelaskan dengan lengkap setiap pertanyaan yang diajukan.

Terkait layanan imunisasi, para tamu mendapatkan penjelasan dari dr. Utami Wulandari bahwa Puskesmas Kecamatan Setiabudi melaksanakan imunisasi dasar lengkap, HPV dan rencananya ada tambahan Rotavirus di tahun ini.

Rombongan menyempatkan melihat aplikasi PCare yang dijalankan Puskesmas. Sambil melihat cara kerja aplikasi tersebut, para tamu menanyakan jumlah warga yang dilayani Puskesmas Kecamatan Setiabudi.

Pengelolaan kegiatan dan pelayanan yang dilakukan oleh Puskesmas juga dijelaskan dengan lengkap seperti cara melakukan screening penyakit tidak menular dan pelaksanaannya di lapangan.

Puskesmas Kecamatan Setiabudi memiliki gedung empat lantai dan pelayanan kesehatan yang diberikan antara lain layanan ISPA, layanan TBC dan kusta, pemeriksaan penyakit tidak menular, kesehatan gigi dan mulut, pemeriksaan lansia, pemeriksaaan kesehatan jiwa dan psikologi. (Penulis KK)

Capacity Building HTA

Jakarta— Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Desentralisasi Kesehatan (Pusjak PDK) Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama Universitas Gadjah Mada selaku agen HTA dan The Medicines, Technologies, and Pharmaceutical Services (MTaPS) USAID dan melaksanakan Capacity Building Health Technology Assessment (HTA)dengan mengusung tema Metode Pemodelan dan Kalibrasi Evaluasi Ekonomi Pemberian Trastuzumab Adjuvan untuk Kanker Payudara Stadium Dini HER2-positif. Kegiatan ini dapat terselenggara atas dukungan dari World Health Organization (WHO).

Acara peningkatan kapasitas ini dibuka oleh Pusjak PDK Kemenkes, yang diwakili oleh Ketua Tim Kerja Kebijakan HTA, Lusiana Siti Masytoh pada hari Rabu (1/11). Acara dihadiri oleh Kementerian Kesehatan, Agen HTA dan perwakilan Universitas, seperti CEEBM RSCM, CHEPS FKM Universitas Indonesia, Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, CHES Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Airlangga, Universitas Padjadjaran, Universitas Negeri Sebelas Maret, Universitas Diponegoro, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Sriwijaya, dan perwakilan mitra pembangunan (WHO dan USAID-MTaPS).

Tujuan peningkatan kapasitas HTA ini adalah untuk memberikan gambaran pelaksanaan HTA kepada agen HTA lainnya, serta meningkatkan kapasitas agen HTA dalam hal pemodelan dan penerapan Real World Data (RWD). Selain membahas pelaksanaan HTA secara umum, juga disampaikan gambaran evaluasi ekonomi, systematic review dan meta-analysis, costing, kalibrasi probabilitas transisi markov model, serta budget impact analysis.

Pelaksanaan kalibrasi pada pelaksanaan HTA Evaluasi Ekonomi Pemberian Trastuzumab Adjuvan pada Pasien Kanker Payudara Stadium Dini HER2-positif merupakan suatu terobosan baru dalam pelaksanaan HTA di Indonesia. Dalam pelaksanaan kalibrasi tersebut menggunakan data kesintasan yang diperoleh dari data registri kanker Indonesia. Pelaksanaan kalibrasi ini merupakan suatu upaya yang dianggap penting dan berpeluang untuk dapat dilaksanakan pada pelaksanaan HTA selanjutnya karena selaras dengan tujuannya untuk lebih dapat menghasilkan luaran HTA yang mendekati dengan kondisi pasien Indonesia.

Seiring dengan meningkatnya jumlah permintaan HTA di Indonesia, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas agen HTA serta dapat menjaring universitas yang tertarik untuk menjadi agen HTA di Indonesia. (Pusjak PDK BKPK)

Mewujudkan Transformasi Kesehatan Mencapai Indonesia Maju

Jakarta– Kementerian Kesehatan RI menggelar upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang ke-59 tahun 2023. Acara berlangsung di lapangan upacara kantor Kementerian Kesehatan pada Senin (13/11). Peserta upacara terdiri dari Unit Utama, dan UPT Kementerian Kesehatan yang ada di Jakarta.

Dalam acara ini, Sekretaris Jenderal Kunta Wibawa Dasa Nugraha bertindak sebagai Inspektur upacara. Saat membacakan sambutan Menteri Kesehatan, Sekjen Kunta mengatakan Indonesia tengah mengalami bonus demografi yang hanya terjadi satu kali dalam peradaban sebuah negara.

“Kita, bangsa Indonesia, harus bekerja keras memanfaatkan peluang ini sebagai momentum Indonesia lolos dari middle income trap, menjadi negara berpendapatan tinggi, serta mencapai visi Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.

Untuk itu, manusia Indonesia harus sehat dan cerdas. Hal ini menjadi kunci mencapai masa keemasan tersebut. Karenanya, tema HKN Ke-59 tahun 2023 yaitu Transformasi Kesehatan untuk Indonesia Maju.

Enam pilar transformasi kesehatan penopang sistem kesehatan Indonesia harus dibangun bersama dan terus menerus sebagaimana amanat yang terdapat dalam UUD 1945 ‘Setiap orang berhak memperoleh pelayanan kesehatan dan negara bertanggung jawab terhadap penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan yang layak.

“Pasca disahkannya UU Nomor 17 tahun 2023 tentang kesehatan, pemerintah kini sedang menyusun rencana RIBK (Rencana Induk Bidang Kesehatan) yang berfungsi sebagai haluan bersama dalam upaya pembangunan kesehatan di seluruh Indonesia,” terang Sekjen Kunta.

Sekjen Kunta juga berpesan RIBK diacu oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam merencanakan, menganggarkan, dan mengimplementasikan program kesehatan di wilayah masing-masing.

Sekjen melanjutkan, enam pilar transformasi kesehatan dapat ditegakkan untuk perubahan yang lebih baik apabila ada kolaborasi yang erat dan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat. Tidak kalah penting, transformasi kesehatan tidak akan terwujud tanpa transformasi budaya kerja para insan kesehatan.

“Sebagaimana yang sering disebut bapak menteri, pilar transformasi ke tujuh, nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK wajib kita hidupi untuk mewujudkan birokrasi yang akuntabel, lincah, professional, dan tidak korupsi serta melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” lanjut Sekjen Kunta.

Ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya juga disampaikan kepada segenap insan kesehatan yang telah berjuang tanpa mengenal lelah dalam melaksanakan pembangunan kesehatan Indonesia.

“Terima kasih kepada tenaga medis, tenaga kesehatan, tenaga pendukung kesehatan, LSM, swasta, media, profesional, akademisi, seluruh pegawai dan pejabat pemerintah pusat dan daerah serta tak lupa para kader, terima kasih! Dan terus semangat, sebab perjuangan kita belum selesai”, tutur Sekjen Kunta..

Transformasi Kesehatan adalah tonggak penting dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia menuju bangsa yang maju. Transformasi Kesehatan harus menjangkau ke seluruh penjuru Indonesia, tidak terkecuali di daerah terpencil, tertinggal, perbatasan, maupun kepulauan.

Dalam upacara HKN tersebut juga dilakukan pemberian penghargaan kepada aparatur sipil negara (ASN) berprestasi di lingkungan Kementerian Kesehatan tahun 2023 dengan tiga kategori yakni Inspiring Leader, The Future Leader dan Best Innovator. (Penulis Fachrudin Ali)

12,541FansLike
3,200,000FollowersFollow
4,251,000FollowersFollow
3,251,580FollowersFollow
9,320SubscribersSubscribe