web analytics
Header Ads
Beranda Blog Halaman 42

Mengenang Masa Kelam Pandemi Lewat Mini Museum COVID-19

Jakarta– Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) berpartisipasi dalam Festival Ayo Sehat melalui pameran Mini Museum COVID-19. Digelarnya pameran mini museum COVID-19 sebagai penyebarluasan informasi dan dokumentasi sejarah, perjuangan, kebijakan serta implementasinya saat pandemi COVID-19. Hal ini  menjadi bahan pembelajaran dalam menyusun kebijakan kesehatan kedepannya, terutama terkait transformasi sistem ketahanan kesehatan.

Pameran ini merupakan hasil kolaborasi antara BKPK dan institusi GLAM (Gallery, Library, Archive and Museum). GLAM adalah sebuah lembaga dokumentasi yang memiliki akses pengetahuan sebagai misinya.

Pameran mini museum COVID-19 terdiri dari beberapa zona yaitu Zona Pandemi Global, Zona Kebijakan, Zona Kolaborasi, Zona Indonesia Sehat, dan Zona Kilas Balik. Selain zona tersebut, tersedia area Bude Jamu, Layanan Informasi, Permainan Anak, serta penyampaian kesan dan pesan pengunjung.

Zona pandemi global menggambarkan terjadinya COVID-19 yang ada di dunia, zona kebijakan menampilkan dokumen kebijakan penanggulangan COVID-19 di Indonesia dan quote para tokoh/stakeholders bidang kesehatan. Zona Indonesia Sehat menampilkan gambaran perjuangan Indonesia bersama-sama dalam menghadapi krisis global yang ditampilkan dalam bentuk rangkaian video. Zona ini juga menampilkan penghargaan terkait COVID-19 dan prangko COVID-19.

Sementara itu, Zona Kolaborasi menceritakan kurun waktu kejadian COVID-19, mulai dari ditemukan kasus COVID-19 untuk pertama kalinya sampai berakhirnya pandemi COVID-19. Zona ini  menampilkan diorama Instalasi Gawat Darurat, laboratorium pemeriksaan COVID-19, serosurvey dan vaksin. Zona Kilas Balik menampilkan perjuangan dan kolaborasi Indonesia mengatasi pandemi COVID-19 dalam bentuk rangkaian foto.

Area Bugar dengan Jamu atau disingkat Bude Jamu menyuguhkan beberapa jenis jamu untuk kebugaran yang biasa dikonsumsi masyarakat saat masa pandemi COVID-19 untuk mencegah dan mengurangi risiko terpapar COVID-19 seperti jahe dan temulawak.

Area permainan menyuguhkan permainan ular tangga yang dapat dimainkan oleh pengunjung sebagai media edukasi COVID-19, display ilustrasi kartun COVID-19 dan adapula storytelling mengenai edukasi COVID-19 kepada pengunjung anak-anak.

Sementara area layanan informasi menyediakan layanan informasi COVID-19 dan buku-buku COVID-19.

Selepas pembukaan Ayo Sehat Festival pada Sabtu (11/11), Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin didampingi Sekretaris Jenderal, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat dan Kepala BKPK serta beberapa pejabat eselon 1 dan 2 lainnya mengunjungi mini museum.

Sekjen Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugraha saat kedua kalinya berkunjung pada Minggu (12/11) menyampaikan adanya Mini Museum COVID-19 ini mengingatkan akan memori kelam pada saat pandemi. “Ini menjadi pelajaran bagi kita, apa saja kekurangan kita semasa itu sehingga bisa mempersiapkan lebih baik lagi agar nanti saat terjadi sesuatu lagi atau krisis lagi, kita jauh lebih siap,” ungkap Kunta lebih lanjut.

GLAM (Galery, Library, Archive dan Museum) dalam Penanggulangan Pandemi COVID-19 dan Pembangunan Kesehatan ditutup Minggu (12/11). (Penulis KK)

Talkshow GLAM dan JKN Turut Meriahkan Pameran HKN ke-59

Jakarta– Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) melaksanakan talkshow di Jakarta Convention Center pada Sabtu (11/11). Talkshow ini merupakan rangkaian kegiatan pameran HKN Ke-59 Tahun 2023 membahas dua tema yaitu Kolaborasi dan Peran GLAM (Galery, Library, Archive dan Museum) dalam Penanggulangan Pandemi COVID-19 dan Pembangunan Kesehatan. Tema kedua membahas pilar pembiayaan kesehatan yakni capaian Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

GLAM memberi manfaat bagi pembangunan kesehatan, karena menjadi sumber informasi yang dibutuhkan masyarakat. “Salah satu kementerian yang lengkap koleksi GLAM adalah Kemenkes, karena ada galeri di Percetakan Negara 23,” ujar Maman Suherman. Menurutnya Kemenkes memiliki perpustakaan, penataan arsip dan museum yang baik. Maman Suherman merupakan penulis sekaligus pembahas dalam acara ini.

Narasumber di acara talkshow GLAM adalah Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI Adin Bondar, dan Direktur Layanan dan Pemanfaatan, Arsip Nasional RI Eli Ruliawati serta Kepala Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Desentralisasi Kesehatan BKPK Kemenkes Yuli Farianti.

Peserta talkshow terdiri dari arsiparis, pustakawan, analis kebijakan, pengelola informasi dan pranata humas, pengelola museum serta masyarakat umum. Para peserta talkshow sangat antusias. Banyak pertanyaan yang diajukan kepada narasumber.

Tujuan talkshow ini adalah memberikan informasi dan edukasi, serta berbagi pengalaman kepada masyarakat terkait dengan GLAM dan manfaatnya terhadap pembangunan kesehatan. Selain itu memberi informasi terkait transformasi kesehatan mengenai pilar pembiayaan kesehatan khususnya program JKN.

Program JKN diharapkan masyarakat dapat mengikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Dengan adanya transformasi pembiayaan kesehatan diharapkan akan memberikan kemudahan dan keringanan bagi masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang dibutuhkan.

Kepala Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Desentralisasi Kesehatan BKPK Kemenkes menyampaikan bahwa JKN bersifat sosial sehingga seluruh masyarakat harus menyadari bahwa menjadi peserta JKN itu sangat penting. Hal ini karena kondisi sakit tidak dapat diprediksi. Untuk itu, biaya kesehatan dapat diatasi sejak awal. “JKN itu seperti sedia payung sebelum hujan,” tutur Yuli.

Pameran HKN secara resmi ditutup pada Sabtu (11/11). Dalam kesempatan rangkaian penutupan, BKPK memperoleh tiga penghargaan yakni BKPK sebagai Unit Utama dengan Nilai Kinerja Anggaran (NKA) Tertinggi ke-2 Tahun 2022, penghargaan bagi Sekretariat BKPK sebagai Unit Kerja Terbaik Peringkat III dalam Pemanfaatan Aplikasi SRIKANDI Kategori Kantor Pusat dan Unit Kearsipan dengan Nilai Pengawasan Kearsipan Internal Terbaik Peringkat III dengan memperoleh Kategori AA (Sangat Memuaskan). (Penulis Yuliana).

Menkes Berpesan Atur Pola Makan dan Olahraga

Jakarta– Festival Ayo Sehat menjadi salah satu rangkaian perayaan Hari Kesehatan Nasional ke-59 yang diadakan Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes). Acara digelar di area Stadion Akuatik Gelora Bung Karno selama dua hari hingga tanggal 12 November 2023. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membuka acara ini secara resmi pada Sabtu (11/11).

Kegiatan diisi dengan berbagai acara yang dikemas meriah dan menarik. Kegiatan-kegiatan tersebut diantaranya Family Gathering Kemenkes, Pameran Mini Museum dan Talkhow Kebijakan Penanggulangan Covid 19  dan Implementasinya, 5.9 Healthies Fun Run, Skrining Kesehatan, Senam Jantung, Senam Kardio, Jambore Kader Posyandu, Stand Up Komedi, Demo Masak, Drama Musical, Potluck Sehat, dan banyak kegiatan lainnya.

Festival Ayo Sehat diadakan sebagai ajang untuk edukasi masyarakat bahwa hidup sehat sangatlah penting. Festival Ayo Sehat dibagi dalam beberapa zona yaitu zona ibu hamil dan ibu menyusui, zona bayi dan balita, zona anak, zona remaja, zona dewasa, zona lanjut usia, dan zona olahraga

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Maria Endang Sumiwi menjelaskan Festival Ayo Sehat digelar dengan pendekatan siklus hidup manusia yang dimulai dari ibu hamil dan ibu menyusui, bayi dan balita, anak, remaja, usia dewasa, dan lanjut usia.

“Ini yang mendasari Ayo Sehat Festival, supaya setiap orang Indonesia dapat melalui tiap tahap kehidupannya dengan sehat,” tutur Maria Endang Sumiwi.

Setiap zona menyuguhkan kegiatan tersendiri yang sesuai dengan fase kehidupannya. Misalkan pada zona ibu hamil dan menyusui ada pemeriksaaan kehamilan dan pemeriksaan menggunakan alat USG, sementara zona kebugaran mengadakan berbagai kelas kebugaran

“Acara dan pemeriksaan kesehatan ini semuanya terbuka untuk umum dan gratis,” terang Maria.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam sambutannya menyampaikan hidup sehat jauh lebih baik, maka itu sangat perlu menjaga kesehatan. Hidup sehat itu mudah, cukup dengan mengatur 2 hal yaitu atur pola makan dan olahraga.

“Dalam agama saya, diajarkan sebelum kenyang harus berhenti makan dan berolahraga 30 menit dalam sehari, 5 kali dalam seminggu sampai kita wafat,” Kata Menkes Budi.

Menkes juga berpesan ke seluruh masyarakat agar menjaga kesehatan bukan hanya kesehatan fisik tetapi juga kesehatan mental.

“Kesehatan mental sedang tren, jangan lupa untuk senang-senang, dengerin musik, ngobrol dengan keluarga, dan juga rajin olahraga supaya jiwanya juga sehat,” pesan Menkes Budi.

Festival Ayo Sehat melibatkan 56 mitra mulai dari akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah daerah, dan media untuk berperan aktif dan berkolaborasi dalam memberikan dorongan promosi gaya hidup sehat. Setidaknya ada sebanyak 116 aktivitas selama festival berlangsung dua hari ini. (Penulis KK).

Semarak Pameran HKN 2023

Hari kedua penyelenggaraan Pameran Inovasi dan Teknologi Kesehatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Tahun 2023 berlangsung meriah. Selain menampilkan booth yang memamerkan berbagai produk dan inovasi di bidang kesehatan, diadakan acara talkshow mengangkat berbagai topik kesehatan. Hal ini sebagai media edukasi bagi masyarakat.

Terlihat sejumlah booth dipenuhi kerumunan pengunjung yang ingin mendapat informasi mengenai produk instansi/industri tertentu ataupun berpartisipasi dalam kuis yang ditawarkan penyelenggara. Salah satu yang menarik kerumunan pengunjung adalah booth Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK).

Dalam pameran yang bertajuk “Melesat Maju Menuju Resiliensi Kesehatan”, BKPK menampilkan informasi mengenai Transformasi Pembiayaan Kesehatan, Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023, Hasil Serosurvey Tahun 2023, Hasil SSGI tahun 2022 dan Kepemimpinan Indonesia dalam KTT ASEAN 2023 bidang kesehatan.

Untuk mengenalkan lebih dalam BKPK pada masyarakat, booth BKPK mengadakan kuis yang berisi informasi terkait tugas, fungsi dan hasil kinerja BKPK. Kuis diadakan dalam bentuk pertanyaan yang disediakan dalam box dan melalui layar monitor. Setiap peserta yang berhasil menjawab pertanyaan atau memenangkan kuis kahoot akan mendapat suvenir.

Tercatat ratusan pengunjung dari masyarakat umum yang berasal dari wilayah Jakarta, Depok, Bogor dan Tangerang mengisi daftar tamu dan berpartisipasi dalam kuis. Sebagai persyaratan partisipasi dalam kuis, pengunjung diminta untuk vote BKPK sebagai booth favorit dan mengikuti kanal media sosial BKPK.

Booth BKPK berada di jajaran unit utama Kemenkes dan industri kesehatan. Sejumlah booth terlihat berlomba-lomba untuk menarik sebanyak mungkin pengunjung dengan mengadakan kuis yang menawarkan berbagai suvenir yang menarik.

Selain itu, beberapa booth juga mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis seperti pemeriksaaan mata, pemeriksaan gula darah, pemeriksaaan kepadatan tulang, terapi akupunktur, deteksi dini penyakit tidak menular, deteksi dini kardiovaskular menggunakan NIVA, deteksi dini kanker serviks dengan IVA dan DNA HPV, deteksi dini kanker payudara menggunakan USG, unit mobile mamografi, dan donor darah. Kegiatan pameran diikuti oleh unit-unit utama Kemenkes, satuan-satuan kerja dibawah Kemenkes, sejumlah kementerian/lembaga lain, perguruan tinggi, dan pelaku industri. Dalam kesempatan ini diadakan pula pemberian penghargaan pada beberapa dinas kesehatan dan rumah sakit serta pemberian penghargaan Karya Anak Bangsa kepada inventor, industri dan start-up company di bidang farmasi dan alat kesehatan. (Penulis Kurniatun K)

Wapres Ma’ruf Amin Buka Pameran Inovasi dan Teknologi Kesehatan

Jakarta – Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres) Ma’ruf Amin membuka secara resmi Pameran Pembangunan Kesehatan dan Transformasi Kesehatan di Jakarta Convention Center (9/11). Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-59 tahun yang mengusung tema Melesat Maju Menuju Resiliensi Kesehatan. Kegiatan direncanakan berlangsung 3 hari hingga tanggal 11 November 2023.

Wapres menyampaikan inovasi dan teknologi kesehatan adalah peradaban masa depan. “Inovasi harus menjadi urat nadi transformasi kesehatan yang sedang kita jalankan,” ujarnya lebih lanjut.

Wapres menekankan sebagai negara besar yang kaya sumber daya alam dan manusia, maka harus selalu perkuat penguasaan teknologi sehingga Indonesia tidak tertinggal dalam bidang pembangunan dan kesehatan. Inovasi dan teknologi kesehatan akan menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang praktis, cepat dan mudah serta terjangkau. Simbiosis antara inovasi teknologi dan kesehatan akan melahirkan prinsip penting dalam pelayanan kesehatan yaitu efisiensi.

Acara dihadiri Menteri Kesehatan dan pejabat kementerian, lembaga pemerintah dan swasta, serta duta besar negara sahabat. Kegiatan menampilkan Pameran Inovasi dan Teknologi Kesehatan dalam Transformasi Kesehatan. Hal ini merupakan langkah kongkret yang dilakukan Kementerian Kesehatan dalam upaya meningkatkan ketahanan nasional atau resiliensi di bidang farmasi dan alat kesehatan.

Dalam kesempatan ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa pameran ini menjadi ajang informasi, edukasi, dan promosi hasil karya anak bangsa kepada masyarakat dan stakeholders. Ini dilakukan dalam upaya menggerakkan masyarakat untuk hidup sehat.

Pameran ini juga berkaitan dengan transformasi kesehatan secara keseluruhan. Belajar dari kasus pandemi COVID-19, Indonesia akan mengubah sistem kesehatan khususnya yang berkaitan dengan obat-obatan, vaksin dan alat kesehatan agar dapat diproduksi di dalam negeri. Hal ini merupakan upaya meningkatkan ketahanan nasional di bidang farmasi dan alat kesehatan.

”Hasil pencapaian tiga tahun terakhir Indonesia memiliki tiga perusahaan vaksin yang sudah bisa memproduksi vaksin didalam negeri,” ungkap Menkes. Selain itu, Indonesia juga mengurangi impor bahan baku obat sebesar sembilan puluh persen, karena bahan baku tersebut sudah bisa diproduksi didalam negeri.

Dalam pameran pembangunan kesehatan terdapat beberapa kegiatan antara lain peluncuran Tanaman Obat Indonesia Unggulan dan Peraturan Presiden (Perpres) Pengembangan dan Pemanfaatan Jamu. Harapan adanya Perpres Pengembangan dan Pemanfaatan Jamu, akan semakin banyak masyarakat yang mengkonsumsi jamu demi menjaga kesehatan.

Berdasarkan jumlah penderita penyakit hati di Indonesia yang cukup tinggi, maka Temulawak dipilih menjadi tanaman obat unggulan Indonesia karena kandungan temulawak bisa menjadi bahan baku obat untuk beberapa penyakit, serta memiliki berbagai khasiat lainnya, dan dapat diproduksi didalam negeri.

Pameran inovasi dan teknologi kesehatan menampilkan stand/booth hasil produk dalam negeri berupa sediaan farmasi dan alat kesehatan. Tersedia juga pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis. business matching dan business networking terkait pemenuhan kebutuhan alat kesehatan untuk berbagai program prioritas dan penjajakan potensi kerja sama ‘green industry’ pada sektor industri farmasi yang diikuti oleh entitas industri farmasi dan alat kesehatan nasional, para peneliti, serta mitra luar negeri.

Ada juga talkshow sebagai media edukasi kepada masyarakat, Pemberian  berbagai penghargaan Karya Anak Bangsa kepada Inventor, Industri dan Start-up Company di bidang Farmasi dan Alat Kesehatan. Selain itu diberikan penghargaan kepada beberapa dinas kesehatan dan rumah sakit. Pameran juga dilengkapi dengan acara hiburan berupa orkestra, live music, games dan doorpize.

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) ikut serta dalam pameran dengan menampilkan informasi antara lain seputar Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023, program Inovasi Pendanaan Kesehatan Tuberkulosis di Indonesia, capaian Transformasi Pendanaan Kesehatan, kegiatan KTT Asean Bidang Kesehatan, Serosurvei dan hasil Survei Status Gizi Indonesia Tahun 2022. (Penulis Yuliana)

Labkesmas Siap lakukan Pemeriksaan MonkeyPox

Jakarta– Monkeypox (Mpox) pernah ditetapkan sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) oleh Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) pada tanggal 23 Juli 2022. Saat ini status PHEIC telah dicabut pada tanggal 11 Mei 2023. Meskipun demikian, kasus masih terus dilaporkan oleh berbagai negara. Jumlah kumulatif kasus sejak 1 Januari 2022 hingga 26 September 2023 sebanyak 90.618 kasus dengan 157 kematian yang dilaporkan dari 115 negara. Dua regional yang melaporkan kasus paling banyak pada bulan September yaitu Pasifik Barat (51,9%) dan Asia Tenggara (18,1%).

Indonesia pernah melaporkan kasus Mpox pertama pada tanggal 20 Agustus 2022. Pada tanggal 13 Oktober 2023, Indonesia kembali melaporkan 1 kasus Mpox tanpa ada riwayat perjalanan dari negara terjangkit (transmisi lokal). Sampai 5 November 2023, di Indonesia dilaporkan kasus konfirmatif Mpox sebanyak 34 orang. Semua bergejala ringan, semua tertular dari kontak seksual, semua laki-laki usia 25-50 tahun. Jumlah ini kemungkinan akan meningkat seiring dengan penguatan surveilans. Diprediksi di Indonesia kasus monkeypox bisa mencapai 3.600 kasus apabila tidak dilakukan edukasi pada kelompok berisiko tinggi.

Merespon kemungkinan kasus Monkeypox terus meningkat, pada tanggal 5-8 November 2023 telah dilakukan Workshop Deteksi Molekuler Monkeypox yang dilaksanakan di Laboratorium Nasional Prof. Sri Oemijati, Pusat Kebijakan Sistem Ketahanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan (Pusjak SKK dan SDK) Badan Kebijakan dan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Pelatihan diikuti 18 peserta yang berasal dari 18 Balai Besar/ Balai serta Loka Labkesmas serta Labkesda DKI Jakarta.

Dalam Workshop ini, peserta dilatih pemahaman terkait situasi global dan nasional Monkeypox, penatalaksanaan spesimen, prinsip dasar dan algoritma pemeriksaan Monkeypox. Tidak kalah penting, peserta melakukan praktek deteksi pemeriksaan Monkeypox secara molekuler. (Penulis Subangkit/Pusjak SKK & SDK)

Kemenkes Inisiasi Pembahasan Patogen Prioritas Berpotensi Wabah

Jakarta– Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) melalui Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) mengadakan pertemuan pembahasan penyusunan patogen prioritas berpotensi menimbulkan pandemik pada 26-28 Oktober 2023 di Jakarta secara hibrid. Kemenkes berkomitmen dalam menginisiasi untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan patogen yang memiliki potensi menyebabkan pandemi, serta membangun kerjasama yang erat antara pemerintah dan para pakar dari berbagai disiplin ilmu. Hal ini akan membantu dalam pengembangan strategi pencegahan, deteksi dini, dan respon yang efektif terhadap ancaman pandemi.

Pada pertemuan ini, Kepala BKPK Syarifah Liza Munira menyampaikan perlunya kewaspadaan dan kesiapsiagaan agar tidak terjadi lagi pandemi. Untuk itu perlu mendapatkan rumusan untuk menentukan metode menyusun daftar patogen proritas yang berpotensi menimbulkan pandemi.

Pertemuan melibatkan para pakar dari berbagai disiplin ilmu, termasuk virologi, mikrobiologi, parasitologi, dan mikologi. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan pemahaman yang lebih baik tentang patogen prioritas dan mekanisme penularannya, serta mengidentifikasi intervensi yang efektif untuk mengurangi risiko pandemi di masa depan.

Masing-masing pakar dari berbagai disiplin ilmu menyampaikan patogen-patogen yang berpotensi high risk menimbulkan ancaman, baik kepada manusia maupun hewan. Disinggung juga terjadinya climate change dan interaksi antara manusia dan satwa liar mempengaruhi juga terjadinya patogen yang berpotensi pandemi. Selain itu, diperlukan juga surveilans terkait patogen secara rutin dengan tujuan untuk mengendalikan terjadinya pandemi menjadi penting.

Para pakar virus menyepakati bahwa selama satu abad terakhir, pandemic disebabkan oleh setidaknya hanya 5 famili virus, mencakup coronaviridae (contohnya SARSCOV-2), flaviviridae (dengue, zika), orthomixoviridae (influenza), paramixoviridae (virus Nipah, virus hendra), togaviriade (Chikungunya). Lima famili virus ini yang perlu dipantau baik pada manusia maupun pada hewan. Kemungkinan adanya patogen yang sangat baru (disease X), mungkin rendah namun tetap harus diantisipasi. Salah satu metode penemuan disease X ini adalah dengan metode genomic surveilan dan juga secara discovery melalui metagenomic.

Selain diskusi dengan para pakar, perwakilan dari WHO SEARO menyampaikan pengalaman beberapa negara dalam penentuan prioritas patogen seperti Bangladesh, Jepang dan Nepal. Dijelaskan bahwa bagaimana tahapan dalam penentuan patogen prioritas, beberapa metode yang digunakan dalam penentuan patogen. Diantaranya dengan menggunakan Strategic Toolkits for Assessing Risks (STAR). Disamping itu, disampaikan juga bahwa pendapat dari para ahli adalah sumber informasi yang penting, dan proses penentuan patogen prioritas harus transparan. Komposisi para ahli harus mencerminkan tujuan dan ruang lingkup pelaksanaan penentuan prioritas.

Dibidang parasitologi, potensi keparahan akibat parasit terbesar adalah malaria (plasmodium). Meskipun cakupan malaria makin mengecil secara global, Indonesia masih menjadi wilayah endemik malaria, dimana Mimika dan Kota Jayapura, merupakan lokasi terbesar infeksi malaria nomor dua didunia setelah Afrika.

Ditengah upaya penanganan malaria, dunia dihadapkan ancaman zoonotic malaria (plasmodium knowlesi) yang menginfeksi primata. Indonesia sendiri merupakan negara dengan populasi primata terbesar ketiga didunia setelah Brazil dan Madagaskar. Selain malaria, toksoplasma juga menjadi ancaman tersembunyi. Tidak sedikit kecacatan pada bayi yang disebabkan infeksi toksoplasma yang tidak disadari. Salah satu sumber penularan toksoplasma berasal dari kucing liar.

Prof Retno Wahyuni (Universitas Kristen Indonesia) menjelaskan bahwa selain virus, bakteri dan parasit, jamur/fungi juga harus diwaspadai menimbulkan keparahan penyakit, walau risiko pandemik masih dianggap rendah. Anggota Kelompok Penasihat (Advisory Group) WHO dalam bidang fungi ini juga menjelaskan bahwa dari semua daftar fungi patogen prioritas kelompok kritikal dan high group yang dikeluarkan WHO pada 2022, hampir semua ada di Indonesia dan masih belum ada data epidemiologi dari infeksi jamur di Indonesia.

Selain itu infeksi jamur zoonotic yang menjadi patogen berasal dari kotoran atau air liur hewan, seperti burung, kelelawar, anjing, kucing, dan lain-lain merupakan patogen yang berbahaya menimbulkan penyakit pada manusia. Prof Agustin (Institut Pertanian Bogor) menjelaskan ada 3 (tiga) kriteria jamur patogen yaitu critical group, high grup dan medium grup. Pada critical group terdapat 4 (jamur) patogen yaitu cryptococcus neoformans, candida auris, aspergillus fumigotus dan candida albicans.

Pertemuan ini mengundang para pakar dan peserta yang berasal dari akademisi (UI, IPB, UGM, UNPAD, UKI), Kementerian (Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan), Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) dan World Health Organization (WHO). (Penulis Sugiharti/Pusjak KGTK)

BKPK Adakan Evaluasi Pembinaan Wilayah di 5 Provinsi

Bekasi– Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI (BKPK Kemenkes) melaksanakan evaluasi pembinaan wilayah selama 4 hari pada tanggal 1 – 4 November secara hybrid di Bekasi Jawa Barat.

Acara dibuka Sekretaris BKPK Nana Mulyana. “Kegiatan ini merupakan momen yang baik untuk saling berbagi antara pusat dan daerah dan berbagi pengalaman antar provinsi,” ungkap Nana.

Lima provinsi yakni Jambi, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Papua Barat Daya mengikuti acara ini.

Dalam kesempatan yang sama, Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Media Rendi Witular menyampaikan paparan pilar transformasi kesehatan terkini, arah implementasi kebijakan yang menitikberatkan pada upaya preventif, serta deteksi dini.

Menurut Rendi Witular, hal ini berkaitan dengan bonus demografi yang akan dihadapi tujuh tahun lagi. “Untuk mencapai bonus demografi itu harus memenuhi syarat menjadi negara maju yaitu pendapatan negara harus meningkat dalam sepuluh tahun sebanyak tiga kali lipat. Salah satu caranya adalah masyarakat Indonesia harus sehat, sehingga biaya untuk pengobatan menjadi rendah,” jelas Rendi Witular.

Rendi Witular menyampaikan pemerintah daerah harus merencanakan kebutuhan tenaga kesehatan dan anggaran di daerah. Berdasarkan perencanaan tersebut dan memenuhi kebutuhan SDM tenaga Kesehatan, Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan Kemenkes bersama pemerintah daerah akan berkoordinasi mengatur jumlah tenaga kesehatan dan pendistribusiannya sesuai kebutuhan masing-masing daerah.

Ketua Tim Kerja Binwil Sekretariat BKPK Nirmala Ma’ruf dalam laporannya menyampaikan BKPK memiliki tugas membawahi, membina atau mendampingi pelaksanaan program transformasi kesehatan di lima wilayah. Hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) No 2 tahun 2023.

Kegiatannya adalah melakukan evaluasi pelaksanaan pembinaan wilayah selama satu tahun serta pendampingan terkait hasil pelaksanaan kajian yang dilakukan oleh perwakilan dinas kesehatan beserta tim kajian.  

Kegiatan dibagi menjadi dua tematik yaitu paparan informatif dan paparan hasil kajian yang disampaikan oleh perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi dan Poltekkes. Paparan hasil kajian masing-masing provinsi langsung dibahas dan mendapat masukan dari para pembahas. Berdasarkan hasil paparan kajian masing-masing provinsi secara garis besar permasalahannya adalah tenaga kesehatan khususnya dokter spesialis yang belum sesuai dengan kebutuhan.

Kegiatan pembinaan wilayah BKPK sudah dilaksanakan sejak bulan Maret – Oktober 2023. Kegiatan pendampingan di lima provinsi itu dilakukan oleh unit kerja di BKPK. Tugasnya melakukan evaluasi, diseminasi dan melaporkan seluruh pembinaan wilayah di Kemenkes.

Untuk pembagian pendampingan diatur untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur oleh Pusat Kebijakan Sistem Ketahanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan, Provinsi Jambi oleh Pusat Kebijakan Upaya Kesehatan, Provinsi Kalimantan Selatan oleh Pusat Kebijakan Kesehatan Global dan Teknologi Kesehatan, Provinsi Gorontalo oleh Pusat Desentralisasi dan Pembiayaan Kesehatan, serta Provinsi Papua Barat Daya oleh Sekretariat BKPK.

(Penulis Yuliana)

Peringati HKN ke-59, Kemenkes Adakan Ziarah dan tabur Bunga ke Makam Mantan Menkes Endang

Jakarta— Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dengan kepanitiaan oleh Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) bersama Inspektorat Jenderal dan Biro Umum Kemenkes menyelenggarakan Upacara Ziarah dan Tabur Bunga untuk Mantan Menteri Kesehatan dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH. di TPU San Diego Hills Karawang, pada Kamis (2/11). Kegiatan dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-59 Tahun 2023.

Sekretaris BKPK Nana Mulyana mengatakan upacara ziarah dan tabur bunga dilakukan di makam para Pahlawan Kesehatan yang dipandang telah berjasa dalam pembangunan Kesehatan. “Tidak terasa sudah 11 tahun berlalu almarhumah dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, salah satu orang terbaik pergi mendahului kita,” tutur Nana.

Lebih lanjut, Nana mengatakan sebagai orang yang beriman, sudah sepantasnya kita wajib ziarah dan mendoakan Ibu Endang. Nana mengatakan pemimpin atau orang tua wajib dihormati. “Apalagi beliau senior dan pemimpin kita,” katanya.

Kegiatan seperti ini dilangsungkan satu kali setahun dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN). Khusus tahun ini, semua mantan Menteri Kesehatan yang dianggap berjasa di Kemenkes dilakukan prosesi ziarah dan tabur bunga.

Nana mengungkapkan keyakinan dan optimismenya, kedepannya Kemenkes dan warganya lebih baik. Apalagi di era belajar dari Covid-19, ada loncatan teknologi dan Iptek yang sangat cepat. Tentunya, kita harus merespon ini dengan sebaik-baiknya.

Sekretaris BKPK mengajak peserta ziarah untuk banyak beribadah dan berharap dalam kehidupan beragama dapat direfleksikan dalam kehidupan pekerjaan menjadi lebih baik lagi. “Niatkan bekerja adalah ibadah dan ikhlas sehingga energi positif akan keluar,” jelasnya lebih lanjut.

Dalam kesempatan ini suami almarhumah, Reanny Mamahit sebagai perwakilan keluarga menyampaikan terimakasih atas kehadiran peserta ziarah dan tabur bunga.  Menurutnya acara ini tiap tahun dilakukan.

“Saya kagum sekali dengan situasi ini. Bahwasanya, kita bisa menghormati jasa para pemimpin yang telah mendahului kita. Tentunya, hal ini dalam kehidupan pribadi saya begitu mengharukan,” tutur Mamahit.

Acara dihadiri perwakilan pimpinan dan staf BKPK, Kantor Kesehatan Pelabuhan Tanjung Priok, serta Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta III. (Penulis Fachrudin Ali/Timker KLI)

Kemenkes Luncurkan Portal Layanan Data

Jakarta– Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes RI) menyediakan Portal Layanan Data yang diluncurkan secara resmi oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin pada hari Senin (16/10) di Jakarta. Setelah peluncuran, dilanjutkan Webinar Pemanfaatan Data Kesehatan yang dibawakan oleh sejumlah narasumber dalam dan luar negeri.

Portal Layanan Data dibangun guna menyediakan layanan satu pintu bagi seluruh data kesehatan di Indonesia. Didalamnya terdapat informasi yang telah bertahun-tahun dikumpulkan oleh personil Kementerian Kesehatan dan organisasi mitra yang terdiri informasi terkini terkait COVID-19, hasil pengumpulan data rutin, dan survei nasional seperti Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), dan Riset Fasilitas Kesehatan (Rifaskes).

Dikatakan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bahwa data kesehatan amatlah penting bagi peneliti, akademisi, serta analis dan penyusun kebijakan untuk mendapatkan referensi ilmiah, melakukan penelitian, hingga menetapkan kebijakan berdasarkan bukti. Demi memenuhi kebutuhan tersebut, maka Kementerian Kesehatan menyediakan akses data satu pintu melalui portal layanandata.kemkes.go.id.

“Kami membuka akses seluas-luasnya bagi pemanfaatan data kesehatan, jika diperlukan, data mentah pun dapat diakses melalui prosedur yang singkat dan transparan. Data-data ini dapat dimanfaatkan oleh semua orang tujuannya adalah untuk memberikan masukan secara ilmiah berbasis data mengenai kebijakan yang sudah dijalankan dan perbaikannya kedepan.” tutur Menkes.

Seiring diluncurkannya portal tersebut Menkes menyatakan harapannya agar semua kebijakan yang disusun nantinya selalu berbasis data, data-data ini agar diupayakan bersifat inklusif, analisa untuk kebijakan jangan dibatasi di lingkungan Kemenkes karena semakin banyak orang yang memberi masukan maka akan semakin bagus, dan agar data-data ini dapat dipakai untuk mendorong penelitian di bidang kesehatan sehingga bisa lebih maju dan berkembang.

Selain itu, Menkes berharap agar peluncuran portal ini menghasilkan outcome yang selaras dengan program Kemenkes dan berdampak pada masyarakat. Menkes juga meminta agar data-data tersebut dijaga kerahasiaannya dengan tidak menampilkan informasi individu dan agar dipastikan keamanan datanya mengikuti standar keamanan dari BSSN. Menkes menghimbau agar ada benefit sharing data yang jelas antara pemilik data (owner) dan pengguna data (user).

Senada dengan Menkes, Kepala BKPK Syarifah Liza Munira mengharapkan masyarakat, terutama para peneliti, akademisi, serta analis dan penyusun kebijakan dapat memanfaatkan berbagai data dan informasi yang tersedia. Selain itu, diharapkan dapat memberikan saran perbaikan demi terbangunnya sebuah portal data yang lengkap, akurat dan bermutu.

“Siapapun yang memerlukan data kesehatan Indonesia, kini dapat menemukan data dengan lebih mudah dan cepat melalui layanan katalog dan pelacakan status permohonan data. Kami mengajak Bapak dan Ibu untuk memanfaatkan data dan informasi yang tersedia untuk menerbitkan penelitian dan menyumbangkan bukti bagi penyusunan kebijakan Kesehatan,” jelas Liza lebih lanjut.

Peluncuran Portal Layanan Data dihadiri oleh sejumlah peneliti, akademisi, wakil dari berbagai organisasi mitra, unit di Kementerian Kesehatan serta para analis dan penyusun kebijakan baik secara luring maupun daring.

Webinar dengan topik pemanfaatan data kesehatan untuk studi kebijakan dibawakan lima narasumber yang ahli dibidangnya. Narasumber tersebut adalah Prof. Budi Resosudarmo dari Australia National University, Dicky Budiman dari Griffith University, Turro Wongkaren dari Universitas Indonesia, Panji Fortuna Hadisoemarto dari Universitas Padjajaran, dan Harimat Hendarwan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional. (Penulis Kurniatun K/Editor Timker KLI)

12,541FansLike
3,200,000FollowersFollow
4,251,000FollowersFollow
3,251,580FollowersFollow
9,320SubscribersSubscribe