
Data dan Informasi Dampak Perubahan Iklim Sektor Kesehatan Berbasis Bukti di Indonesia
Buku ini menyajikan data dan informasi hasil analisis berbagai kasus (pola) penyakit terkait dampak perubahan iklim retrospektif (dalam kurun waktu 10 tahun) untuk mengidentifikasi dampak; yang dapat digunakan sebagai data dasar atau baseline bagi para pengambil keputusan di tingkat Pusat maupun Daerah dalam menetapkan Adaptasi Dampak Perubahan Iklim Bidang Kesehatan (APIK).

Menyusun Kebijakan Kesehatan Berdasar Data dan Analisis

Kementerian Kesehatan telah melakukan transformasi kesehatan sejak 2021 berfokus pada enam pilar. Yaitu, transformasi layanan primer, transformasi layanan rujukan, transformasi sistem ketahanan kesehatan, transformasi sistem pembiayaan kesehatan, transformasi sumber daya manusia kesehatan dan transformasi teknologi kesehatan.
Untuk mencapai target prioritas dari keenam pilar tersebut, Kementerian Kesehatan turut melakukan penataan organisasi dan sumber daya manusia kesehatan. Termasuk mereformasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan menjadi Badan Kebijakan Pembangungan Kesehatan (BKPK).
Melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 5/2022 telah dibentuknya BKPK, yang diharapkan dapat memenuhi think tank untuk menjawab permasalahan kesehatan yang selama ini dirasakan. Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan sekaligus Plt. Kepala BKPK Kunta Wibawa Dasa Nugraha pada Apel BKPK, Kamis, 13 Maret 2022.
Kunta mengatakan selama pandemi Covid-19 sektor kesehatan menjadi tulang punggung. “Kita menyadari banyak yang harus diperbaiki, karena ada kesenjangan sangat jauh antara kebutuhan dan kondisi. Itulah menurut saya kita ada di sini,” ungkap Kunta.
Menurut Kunta, dengan adanya perubahan Badan Litbangkes ke BKPK, semua kebijakan dan peraturan akan berdasarkan pada data dan analisa. “Inilah yang perlu kita lakukan di sini untuk membuat suatu naskah akademik atau kajian untuk memberikan dasar kepada pimpinan agar bisa membuat kebijakan yang lebih baik, yang diimplementasi di unit eselon satu,” jelas Kunta dalam arahannya.
Lebih lanjut, Kunta mengatakan peran BKPK sangat krusial dalam mengolah data dan informasi dengan analisa yang lebih baik. Hal ini menjadikan rekomendasi yang dihasilkan dapat dipertangungjawabkan.
Tugas BKPK memperkuat internal Kemenkes termasuk mengawal kebijakan lintas sektor terkait pembangunan berwawasan kesehatan. “Untuk itu sangat diperlukan kolaborasi dan sinergi antara pemangku kepentingan terkait agar dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan kesehatan yang tepat dan berkualitas,” pungkas Kunta. (Penulis: Faza Nur Wulandari, Editor: Fachrudin Ali Ahmad, Fotografer: Ahdiyat Firmana)
Sebanyak 1.659 Pegawai BRIN Sudah di Vaksin Booster Covid-19

Jakarta – Vaksinasi booster Covid-19 di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah berhasil menyuntik 1.659 pegawai. Selama dua hari, 15-16 Februari 2022, vaksinasi yang difasilitasi oleh Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) ini dilakukan pada tiga titik lokasi yaitu di Kantor Pusat BRIN Thamrin yang berhasil menyuntik 819 pegawai, di Kantor BRIN Gatot Subroto 367 pegawai, dan Kantor BRIN Pasar Jumat sebanyak 472 pegawai.
Ditiap lokasi pemberian vaksinasi ini tidak ditemukan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) berat dan 6 orang dilaporkan mengalami KIPI ringan. Dokter Nurhidayati yang bertugas di mini ICU sentra vaksinasi di BRIN Thamrin menjelaskan KIPI yang dikeluhkan demam ringan, pusing, dan nyeri. “KIPI serius tidak ada. Rata-rata ngeluhnya menjadi meriang, pusing. Diberi paracetamol dan diobservasi sebentar sudah enakan, bisa pulang,” jelasnya.

Lebih lanjut Nurhidayati menjelaskan bahwa jika keluhan KIPI berlanjut dapat menghubungi dokter yang kontaknya tertera di kartu vaksinasi. Selain itu juga dapat langsung datang ke Pukesmas terdekat.
Menurut Nurhidayati mayoritas pegawai datang ke mini ICU dengan keluhan hipertensi. Namun setelah istirahat, di observasi dan diberikan obat, dinyatakan layak vaksin. Lebih lanjut dokter yang sehari-hari bertugas di RSPI Sulianti Saroso ini menjelaskan perawatan hipertensi adalah dengan pemeriksaan tensi dan minum obat secara rutin.
“Kebanyakan pasien hipertensi tidak rutin minum obat. Yang tadi datang kesini hanya 2 atau tiga orang yang rutin minum obat, rata-rata juga jarang kontrol karena merasa tidak ada keluhan,” tutur dokter Nurhidayati.
Penulis berita: Dian Widiati
Vaksinasi Booster di Kawasan BRIN Pasar Jumat Berlangsung Lancar
Jakarta – Kementerian Kesehatan terus meningkatkan upaya pencegahan penularan dan pengurangan kematian akibat Covid-19. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan program vaksinasi booster di Kementerian/Lembaga. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan secara serentak, memfasilitasi vaksinasi booster Covid-19 di Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) pada 3 lokasi, yaitu di Kantor Pusat Thamrin, Kantor Ex.LIPI Gatot Subroto dan Kawasan BRIN Pasar Jumat (15/2/2022).
Pelaksanaan vaksinasi booster Covid-19 di Kawasan BRIN Pasar Jumat menyasar sedikitnya 700 orang pegawai yang sudah mendapatkan dosis primer Sinovac atau Astrazeneca. Para pegawai akan menerima vaksin Astrazeneca setengah dosis, jika dosis primernya adalah Sinovac. Bagi pegawai yang mendapatkan dosis primer Astrazeneca akan menerima suntikan booster Astrazeneca dosis penuh. “Sudah dicatat pada saat registrasi di depan apakah sasaran ini primernya Sinovac atau AZ, sehingga memudahkan tenaga medis didalam untuk menentukan apakah penerima akan diberikan half dose maupun full dose,”terang dokter Yasinta dari Puskesmas Kecamatan Cilandak.
Lebih lanjut Dokter Yasinta menuturkan perencanaan pembuangan limbah medis juga sudah direncanakan dengan baik. Limbah medis akan di gabungkan menjadi satu di BRIN Kawasan Thamrin sebagai titik akhir, sebelum dibuang ke tempat pembuangan khusus. Limbah non infeksius dibuang menggunakan plastik hitam, limbah medis menggunakan plastik kuning, dan limbah suntik menggunakan kotak pengaman. Pada akhir kegiatan, akan dilakukan pemilahan limbah dengan benar, kemudian limbah-limbah ini akan diantar ke Thamrin dan dibuang bersama-sama dengan limbah suntik dari Thamrin dan Gatot Subroto.
Pada kesempatan ini hadir perwakilan dari Kementerian Kesehatan Kepala Pusat Kebijakan Sistem Ketahanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan, I Gede Made Wirabrata. “Pelaksanaan vaksinasi booster berlangsung lancar dan dipersiapkan dengan baik. Alur vaksinasi sudah tidak ada hambatan, internet yang digunakan untuk mengakses Pcare juga lancar. Juga dukungan logistik dan vaksinator yang luar biasa semangatnya untuk membantu kelancaran kegiatan vaksinasi di BRIN, ”tutur Wirabrata.
Kelancaran pelaksaan vaksinasi booster di BRIN Kawasan Pasar Jumat terselenggara atas kerjasama Kementerian Kesehatan, BRIN, Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Selatan, Puskesmas Cilandak, dan Rumah Sakit Prikasih.
Penulis berita: Ully Adhie Mulyani, Penyunting: Dian Widiati
Percepat Program Vaksinasi, BRIN Gatot Subroto Vaksin Booster 700 Pegawainya

Jakarta – Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan melalui Pusat Kebijakan Upaya Kesehatan hari ini (15/2/2022) memfasilitasi pelaksanaan vaksinasi booster di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Kampus Gatot Subroto Jakarta.
Sasaran vaksinasi ini adalah 700 pegawai BRIN kampus Gatot Subroto dengan vaksin Astrazeneca sebagai vaksin booster. Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Kebumian, Prof. Ocky Karna Rajasa yang turut berpartisipasi dalam vaksinasi hari ini mengatakan bahwa seluruh Civitas peneliti BRIN berterima kasih atas penyelenggaraan dan pelayanan yang sangat baik.
“Harapannya semoga cakupan vaksinasi booster hari ini cukup baik dan tidak ada kendala atau gangguan yang berarti selama kegiatan,” ujar Ocky.
Seperti pada pelaksanaan vaksinasi dosis pertama dan kedua, petugas pelayanan terdiri dari meja pendaftaran, meja skrining, meja vaksinasi dan meja observasi. Ada tujuh tim vaksinator yang merupakan tenaga kesehatan dari RS Kartika Pulomas dan klinik BRIN. Sementara itu, pelaksanaan vaksinasi ditargetkan mencapai 100 orang per jam untuk memenuhi cakupan harian dan diberlakukan pembagian waktu pelaksanaan vaksinasi untuk mencegah antrian yang menumpuk.

Selain Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kemenkes RI, pihak-pihak lain yang terlibat antara lain Dinkes Prov. DKI Jakarta, Puskesmas Mampang, dan RS Kartika Pulomas sebagai rumah sakit rujukan jika terjadi KIPI.
Tak hanya di kampus Gator Subroto, pelaksanaan vaksinasi booster di BRIN juga digelar di dua tempat lainnya yaitu kantor pusat BRIN Thamrin dan Kantor Ex BATAN Pasar Jumat Jakarta. (Nisa Fitriyani)
Vaksinasi Booster BRIN Sasar 2.459 Pegawai

Jakarta – Kementerian Kesehatan melakukan percepatan cakupan vaksinasi Covid-19 dengan memfasilitasi kegiatan vaksinasi dosis ketiga atau vaksinasi booster di kementerian/lembaga. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan melalui Pusat Kebijakan Upaya Kesehatan memfasilitasi kegiatan vaksinasi booster Covid-19 di Badan Riset dan Inovasi (BRIN) pada Selasa dan Rabu, 15 dan 16 Februari 2022.
Pada kesempatan ini Kepala Pusat Kebijakan Upaya Kesehatan, Pretty Multihartina menuturkan bahwa vaksinasi adalah salah satu cara untuk memitigasi penyakit terutama dalam situasi pandemi Covid-19. Pemerintah berusaha memvaksinasi masyarakatnya untuk mengurangi tingkat kematian atau tingkat keparahan penyakit. “Hasil studi dan pantauan yang dilakukan bersama-sama diberbagai negara menunjukkan vaksin memiliki manfaat yang besar. Hal ini dibuktikan dengan tingkat kematian dan kesakitan yang menurun. Kemudian WHO menetapkan kebijakan vaksin booster,” ujarnya.
Penggunaan vaksin dalam kegiatan vaksinasi booster di BRIN adalah astrazeneca. “Kita tidak bisa memilih jenis vaksin yang digunakan karena ketersediaannya. Semua vaksin yang telah keluar ijin penggunaan atau Emergency Use Authorization itu baik. Artinya telah memenuhi standar atau kaidah dan bisa memproteksi,” jelasnya.
Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko yang meninjau pelaksanaan vaksinasi booster menyampaikan bahwa program vaksinasi dosis ketiga ini adalah kontribusi kita dalam meningkatkan kekebalan komunitas atau herd immunity sehingga tidak lagi terjadi transmisi lokal. Meskipun terjadi tidak sampai berdampak berat.
Pelaksanaan vaksinasi booster di BRIN dilakukan di tiga lokasi yang berbeda yaitu di Kantor BRIN Jalan M.H. Thamrin, Kantor BRIN Jalan Gatot Subroto, dan Kantor BRIN Pasar Jumat. Plt. Sekretaris Utama BRIN, Rr Nur Tri Aries Suestiningtyas yang turut memantau jalannya vaksinasi menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Kesehatan dalam kegiatan vaksin booster ini.

“Pelaksanaannya terlihat jauh lebih rapi dibandingkan dengan pelaksanaan vaksinasi sebelumnya. Antusiasme pegawai juga cukup tinggi. Meskipun terjadi penurunan jumlah sasaran, bukan karena takut, namun karena ada sebagian yang telah mendapatkan fasilitas vaksinasi booster di fasilitas kesehatan lainnya,” terangnya.
Nur Tri Aries berharap dengan dilakukannya vaksinasi booster ini pegawai akan merasa lebih percaya diri. Pegawai juga diharapkan dapat menjaga kualitas kinerja yang sama baik saat work from home maupun work from office.
Sebagai Ketua Satgas Covid-19 BRIN, Plt. Kepala Biro Komunikasi Publik, Umum, dan Kesekretariatan, Driszal Fryantoni menyampaikan bahwa kegiatan vaksinasi booster BRIN menyasar 2.459 pegawai. “Secara teknis pelaksanaan vaksinasi booster ini didukung oleh Rumah Sakit Ketergantungan Obat dan Puskesmas Menteng untuk pelaksanaan di Kantor
BRIN Jalan Thamrin. Di Pasar Jumat didukung oleh Puskesmas Cilandak dan RS Prikasih, dan yang di Gatot Subroto didukung oleh Puskesmas Mampang dan RS Kartika Pulomas,” ujarnya. Penulis berita: Dian Widiati








