web analytics
Header Ads
Beranda Blog Halaman 40

Sesi Workshop tentang Kebijakan Impor, Peraturan Perpajakan, dan Izin Tenaga Kerja Asing

Bali– Sebelum dimulainya acara utama Indonesia Health Partners Meeting yang dibuka oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Bali (18/12), Pusat Kebijakan Kesehatan Global dan Teknologi Kesehatan (Pusjak KGTK) Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan kementerian Kesehatan RI (BKPK kemenkes) mengadakan sesi workshop Debottlenecking Session yang membahas Kebijakan Impor, Peraturan Perpajakan, dan Izin Tenaga Kerja Asing.

Mengundang narasumber dari Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia (Kemensetneg), acara ini diadakan untuk menggali informasi mengenai kebijakan dan peraturan terbaru sehingga para peserta terpapar informasi sekaligus dapat berdiskusi langsung dengan para narasumber mengenai permasalahan yang dihadapi organisasi internasional atau orang asing dalam melaksanakan program hibah dan pinjaman di Indonesia .

Muslih Effendi dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu menjawab pertanyaan terkait Kementerian Kesehatan yang akan mendapat hibah dalam bentuk barang dan uang dari luar negeri. Muslih menjelaskan bahwa untuk hal ini bisa mengikuti PMK Nomor 171/PMK.04/2019 tentang Pembebasan Bea Masuk Atas Impor Barang oleh Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah yang Ditujukan Untuk Kepentingan Umum.

“Untuk mengakomodir tentang pemberian hibah dari luar negeri Biro Hukum Kemenkeu menyarankan untuk menggunakan skema PMK Nomor 171 Tahun 2019 tentang Pembebasan Bea Masuk Atas Impor Barang oleh Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah yang Ditujukan Untuk Kepentingan Umum. Yang dimaksud kepentingan umum disini adalah kepentingan bangsa, negara atau masyarakat, tidak ada unsur komersil sama sekali,” jelas Muslih.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Muslih, jika hibah dari luar negerti tersebut juga ada yang diperuntukkan untuk keperluan Badan Internasional beserta pejabatnya yang bertugas di Indonesia, maka skema yang digunakan mengacu pada PMK Nomor 160 Tahun 2022. Novianti, Kepala Biro Kerjasama Teknik Luar Negeri Kemensetneg menyampaikan informasi tentang Izin Tenaga Kerja Asing. Dijelaskannya bahwa Kemensetneg sudah meluncurkan Pintas, portal perizinan bagi tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia dalam rangka kerja sama teknis dan penyediaan layanan fasilitas keimigrasian. Melalui Pintas proses permohonan dilakukan secara online, dan pengguna dapat memanfaatkan fitur pelacakan dokumen untuk memantau status permohonan. 

“Sebagian dari anda mungkin sudah familiar dengan Pintas. Pintas adalah sistem informasi digital untuk mempermudah dan mempercepat proses penerbitan surat persetujuan penugasan dan rekomendasi fasilitas keimigrasian tenaga asing. Kita sedang mengupayakan agar Pintas lebih mudah dipergunakan, cepat, dan dapat diakses dari mana saja,” tuturnya.

Sementara itu, Indra Agustini dari Kementerian Luar Negeri menjelaskan tentang Tata Cara Memperoleh Izin Tinggal Diplomatik dan Dinas. Dijelaskan Indra bahwa Direktorat Konsuler tempatnya bernaung memiliki beberapa tugas diantaranya Penerbitan, Pendataan dan Pengawasan Paspor Diplomatik dan Dinas, Rekomendasi Visa dan Izin Keluar, Izin Tinggal Diplomatik dan Dinas, Izin Penerbangan dan Kapal, Pelayanan Konsuler bagi Warga Negara Asing, Visa Diplomatik dan Dinas, serta Legalisasi Dokumen. 

“Saya ingin menekankan bahwa Kementerian Luar Negeri hanya mengeluarkan izin tinggal Official dan Diplomatic,” ungkapnya. “Jika kolega atau rekan dari luar negeri Bapak/Ibu datang ke Indonesia, pastikan untuk menggunakan visa yang tepat. Kami sudah sering menemui banyak kasus dimana warga negara asing yang datang menggunakan visa kedatangan kemudian transfer ke izin tinggal, kami tidak bisa membiarkan ini. Jadi bila kolega dari luar negeri akan datang dan bertugas lama di Indonesia agar menggunakan visa yang tepat,” himbau Indra. 

Sesi workshop yang mengundang sejumlah mitra pembangunan Kementerian Kesehatan antara lain WHO, Global Fund, GAVI, UNICEF, USAID, DFAT dipandu Kepala Pusjak KGTK Bonanza Perwira Taihitu. Dalam pesannya sebelum menutup acara, Bonanza menyampaikan apresiasinya pada para peserta yang telah hadir dan mengajak untuk memberikan feedback pada Pusjak KGTK dan Kementerian Kesehatan.(Penulis Kurniatun K/Edit Timker Humdatin)

Dukungan Mitra Pembangunan Untuk Tingkatkan Layanan Kesehatan Indonesia

Bali– Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan terima kasih dan penghargaan tulus atas dukungan dan bantuan dari para mitra dan kolega yang telah membantu Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam upaya meningkatkan pembangunan kesehatan di Indonesia.

Ini disampaikannya dalam acara Indonesia Health Partners Meeting yang diadakan di Nusa Dua, Bali pada Senin (18/12). Acara yang bertujuan untuk memperkuat hubungan dan komunikasi dengan mitra pembangunan ini mengundang berbagai lembaga internasional seperti WHO, Global Fund, GAVI, UNICEF, USAID, DFAT dan pemerintah negara mitra seperti Jepang, Australia dan Uni Emirat Arab.

“Perjalanan saya sebagai Menteri Kesehatan tidak akan berjalan mulus tanpa dukungan dan bantuan dari banyak pihak. Pemenuhan target pembangunan kesehatan dapat terwujud berkat dukungan dari mitra dan kolega saya yang terhormat. Izinkan saya menyampaikan penghargaan tulus kami atas dukungan luar biasa yang kami terima,” tutur Menkes Budi. 

Dikatakan Menkes Budi bahwa Kemenkes telah melakukan berbagai inisiatif untuk merencanakan dan mengimplementasikan program pembangunan kesehatan dengan tujuan mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, mandiri, dan berkeadilan. Upaya ini sejalan dengan Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2020-2024 dan diperkuat dengan komitmen untuk menerapkan transformasi kesehatan Indonesia.

Untuk mencapai target tersebut, jelas Menkes Budi, Kemenkes memerlukan dukungan sumber daya yang memadai. Dukungan ini meliputi pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), anggaran dukungan masyarakat, serta pinjaman dan hibah luar negeri (PHLN) yang diperoleh melalui kerja sama dengan mitra pembangunan dalam lingkup kerja sama bilateral, multilateral, dan regional.

Disampaikan Menkes Budi bahwa tahun ini Kemenkes memperoleh dana hibah sebesar 700 juta dollar AS untuk mendukung berbagai program kesehatan Indonesia. Selain itu, Kemenkes juga telah berhasil mendapatkan pinjaman sebesar 4 miliar dollar AS dari World Bank, ADB, ISDB dan AIIB untuk program perbaikan jaringan pelayanan primer yang terdiri dari 300.000 Posyandu, 10.000 Puskesmas, dan laboratorium kesehatan masyarakat di seluruh Indonesia.

Pada layanan sekunder, jelas Menkes Budi, pinjaman ini akan memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas rumah sakit kota di seluruh Indonesia, melengkapinya dengan fasilitas medis canggih seperti CT scan, MRI, mammogram, laboratorium kateter, dan fasilitas kemoterapi. Selain itu, Kemenkes juga sedang melakukan peningkatan 34 rumah sakit provinsi, menyediakan fasilitas Radioterapi termasuk Linec, Brachytherapy, pemindaian PET, dan beberapa siklotron dan Proton Beam.

“Bantuan dari para mitra dan kolega lebih dari sekadar bermanfaat bagi saya, tapi hal ini berdampak pada kehidupan sekitar 280 juta orang Indonesia. Saya yakin peningkatan pendanaan yang signifikan ini akan semakin meningkatkan layanan kesehatan di Indonesia,” pungkas Menkes Budi.

Acara Indonesia Health Partners Meeting diisi dengan beberapa kegiatan seperti workshop, diskusi, penyampaian testimoni dari kader kesehatan, serta pameran yang diikuti oleh unit-unit utama Kemenkes. Diskusi dibagi dalam beberapa sesi, dimana setiap sesi membahas topik berbeda seperti Integrasi Layanan Primer, Fasilitas Kesehatan dan Tenaga Kesehatan, Ketahanan Kesehatan dan Teknologi Inovasi, serta Pendanaan Kesehatan.  Adapula sesi workshop yang membahas Kebijakan Impor, Peraturan Perpajakan, dan Izin Tenaga Kerja Asing dengan narasumber dari Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia. (Penulis Kurniatun K/Editor Timker Humdatin)

Peran Penting Pranata Humas Sebagai Ujung Tombak Penyampai Informasi

Jakarta– Ikatan Pranata Humas Indonesia (Iprahumas) bekerjasama dengan Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI (BKPK Kemenkes) menggelar acara Outlook Humas Pemerintah 2024 dengan tema: “Peran Pranata Humas Indonesia untuk Mewujudkan Indonesia Sehat dan Maju” pada Jumat (15/12). Acara yang bertempat di Ruang Rajawali Gedung Pelayanan Publik BKPK Kemenkes ini mengundang seluruh pranata humas yang ada di Kementerian/lembaga di Pusat dan Daerah, serta organisasi kehumasan lain di Indonesia.

Mengawali acara, Ketua Umum Iprahumas Thoriq Ramadhani menyampaikan laporan bahwa acara Outlook humas pemerintah 2024 ini merupakan salah satu program kerja nasional dari DPP Iprahumas untuk memberikan gambaran pengelolaan kehumasan pemerintah di tahun ini dan juga tahun mendatang. Output dari kegiatan ini diharapkan dapat memberikan masukan, rekomendasi mengenai penting dan strategisnya humas pemerintah dalam menyukseskan program dan kebijakan pemerintah.

Sekretaris BKPK, Nana Mulyana dalam sambutannya menyampaikan bahwa peran humas sangat strategis karena sebagai ujung tombak penyampai informasi yang sangat penting dalam rangka meningkatkan literasi masyarakat. Karena itu, Sekretaris BKPK mengharapkan kegiatan ini dapat menghasilkan rumusan-rumusan strategi komunikasi yang baik kedepan. Penting bagi para pranata humas dari lintas Kementerian/Lembaga untuk saling sharing informasi dan bersinergi sehingga informasi-informasi yang penting, tak terkecuali dari sektor kesehatan, sampai ke Kementerian/Lembaga lain sehingga bisa saling menginformasikannya ke publik.

“Kedepannya tugas pranata humas tidak hanya menginformasikan capaian program-program pemerintah di masing-masing Kementerian tetapi yang tidak kalah penting adalah sebagai penggerak untuk meningkatkan literasi masyarakat dalam berbagai sektor,” jelas Nana.

Senada dengan Nana Mulyana, Usman Kansong Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika menyampaikan harapannya untuk pranata humas kedepan.

Usman Kansong mengatakan bahwa baru-baru ini hasil skor pengukuran Indeks Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik mengalami kenaikan secara keseluruhan. Ini artinya, kinerja pengelola informasi dan komunikasi publik pada tahun 2023 menunjukkan kecenderungan yang lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dikatakan Usman bahwa kemajuan ini tidak lepas dari kinerja pranata humas.

Pengukuran ini penting karena pengelola informasi dan komunikasi publik yang dilaksanakan secara efektif dan efisien dapat membantu instansi pemerintah untuk membentuk dan mempertahankan organisasi-organisasi serta keterlibatan masyarakat dalam proses-proses kebijakan dan pelaksanaan program-program pemerintah.

Karena itu, ungkap Usman, pranata humas perlu  untuk terus meningkatkan kompetensi agar pengelolaan komunikasi publik kita mengedapankan inovasi dan kreatifitas. Untuk meningkatkan kompetensi kita dapat belajar pada sesama rekan seprofesi ataupun sektor privat.

“Kita perlu membuka luas cakrawala kita agar tidak tertinggal dinamika yang terjadi di masyarakat. Pranata Humas perlu mempelajari tren yang berkembang bahkan mengerakkan tren komunikasi publik nasional,” himbau Usman.

Usman juga mendorong agar pranata humas memperbanyak sharing knowledge diantara sesama pranata humas karena Usman yakin banyak pranata humas yang berprestasi dan memili kompetensi  yang membanggakan

“Saatnya pranata humas memperkuat profesi ini sehingga kompetensi yang dimiliki semakin meningkat tanpa melihat faktor pembeda,” pungkasnya.

Acara Outlook Humas Pemerintah 2024 juga diisi dengan paparan dari Wakil Ketua Iprahumas Dyah Rachmawati Sugiyanto yang ditindaklanjuti dengan sesi tanggapan dengan menghadirkan penanggap dari Ketua Umum Perhumas, Ketua Umum Perhumasri, Ketua Umum ASPIKOM, CEO PR Indonesia, CEO NoLimit Indonesia.

Adapula Diskusi Panel yang  menghadirkan Bhayu Sugarda dari Humas APPRI, S. Bekti Istiyanto Ketua Umum ASPIKOM, Asmono Wikan selaku CEO PR Indonesia, Aqsath Rasyid Naradhipa selaku CEO No Limit Indonesia dan Wakil Ketua Iprahumas Dyah R. Sugiyanto. (Penulis Kurniatun K/Edit Timker Humdatin)

BKPK Bahas Rencana Kerja Pusat Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dan Penyakit Menular ASEAN

Jakarta – Pusat Kebijakan Kesehatan Global dan Teknologi Kesehatan (KGTK) Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes), mengadakan pertemuan dengan Dr. Masaya Kato Manajer Area Program Kedaruratan Kesehatan World Health Organization, SEARO. Tujuannya membahas rencana kerja Pusat Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dan Penyakit Menular ASEAN atau ASEAN Center for Public Health Emergencies and Emerging Disease (ACPHEED). Sekaligus mendiskusikan Patogen Prioritas secara hybrid pada 11-15 Desember di Jakarta. Pertemuan dimoderatori Ketua Tim Proyek ACPHEED Marta Gracelina.

Manager WHO SEARO Masaya Kato (12/12) menyampaikan bahwa upaya yang sudah dilakukan ini sudah sangat baik, karena sudah mencoba membuat topik kajian dan prioritas patogen yang berbeda sehingga bisa memfokuskan energi pada kesiapan masa depan dan pengawasan serta penelitian. Masaya juga mengatakan betapa pentingnya bersiap dan memfokuskan kepada keadaan darurat kesehatan masyarakat berdasarkan pengalaman dari pandemi COVID-19.

“Membuat prioritas atau menentukan prioritas penyakit tidaklah mudah karena kita mempunyai banyak sekali jenis patogen, dan bagaimana kita memprioritaskan berbagai jenis penyakit dan proses, Ini benar-benar sebuah proses yang menantang,” ungkap Masaya.

Banyak kelompok penelitian atau badan kesehatan masyarakat yang mempunyai metodologi berbeda untuk menentukan prioritas penyakit. “Artinya kita harus bekerja sama dengan pakar multidisiplin yang berbeda, dan kemudian kita harus menetapkan kriteria serta pembobotan pada kriteria yang berbeda,” jelas Masaya lebih lanjut.

Ketua Tim Kerja Kebijakan Kesehatan Bioteknologi Kesehatan Pusjak KGTK BKPK Kemenkes Kindi Adam memaparkan kajian identifikasi satwa dan patogen berpotensi pandemi. Kindi menjelaskan berdasarkan sejarah penyebab pandemi dari masa ke masa hanya virus dan bakteri yang pernah menyebabkan pandemi dengan mayoritas mode transmisi adalah aerosol. Virus dan bakteri memiliki potensi terbesar menyebabkan pandemi di masa datang. Disisi lain, parasit dan jamur memiliki potensi lebih rendah menjadi penyebab pandemi namun tidak bisa diabaikan.

“Sehingga untuk menentukan pengembangan daftar patogen prioritas harus mempertimbangkan patogen yang sudah ada sekaligus mengantisipasi patogen baru atau disease X” tutur Kindi.

Indonesia menjadi salah satu negara anggota ASEAN setelah Vietnam dan Thailand yang bersedia berkomitmen untuk menjadi pusat keunggulan regional terkait potensi penyakit yang akan muncul di masa akan datang. Ini sesuai dengan tiga pilar penting dari APCHEED yaitu kesiapan untuk mencegah, mendeteksi dan merespon keadaan darurat kesehatan masyarakat dan penyakit yang mungkin muncul di masa depan.

Pertemuan ini merupakan lanjutan dari pertemuan yang diadakan pada senin (11/12) yang telah membahas mengenai Setting Up ASEAN ACPHEED. Pertemuan dihadiri oleh para ahli, akademisi, organisasi kesehatan dunia WHO, SEARO, tim Leadership APCHEED, lintas sektoral kementerian dan lembaga, serta tim teknis dari Pusjak KGTK. Peserta pertemuan menyempatkan berkunjung ke Laboratorium Nasional Sri Oemijati. (Penulis Yuliana/Edit Timker Humdatin)

Kepala BKPK Lantik PPPK di lingkungan BKPK

Jakarta– Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) Syarifah Liza Munira pada hari Selasa (12/12) melantik Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan BKPK di Ruang Ars Longa Jakarta. Pelantikan dihadiri Sekretaris BKPK Nana Mulyana dan Kepala Pusjak Pusat Kebijakan Sistem Ketahanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan (Pusjak SKK dan SDK) Wirabrata.

Saat memberikan sambutan, Liza berpesan agar momen pelantikan ini dapat dijadikan momentum berharga bagi para pegawai untuk melakukan kinerja ke arah yang lebih baik. “Bekerja tidak hanya sesuai kemampuan substansi tetapi bagaimana menciptakan budaya kerja cerdas, efektif dan efisien,” ungkapnya lebih lanjut.

Para pegawai yang baru dilantik diharapkan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenkes yang memiliki nilai-nilai Berorientasi terhadap Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif (BerAKHLAK).

Liza mengharapkan agar para pegawai dapat menghindarkan diri dari perbuatan tercela dan menyimpang dari nilai kejujuran, serta menjaga integritas demi menjaga kehormatan negara, Kementerian Kesehatan, serta martabat diri sebagai ASN.

“Saya mengharapkan para pegawai dapat meningkatkan pengetahuan dan kompetensinya karena tantangan kerja ke depan akan semakin berat, “ pungkas Liza.

8 orang PPPK yang dilantik terdiri dari 3 Analis Kebijakan, 3 Perencana, 1 Pranata Sumber Daya Aparatur dan 1 Pranata Komputer. Delapan pegawai yang dilantik akan ditempatkan di Pusat Kebijakan Kesehatan Global dan Teknologi Kesehatan, Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Desentralisasi Kesehatan, Pusat Kebijakan Sistem Ketahanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit Salatiga serta Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kelas 1 Banjarnegara.

Berikut daftar nama PPPK yang dilantik:

  1. Qotrun Nada sebagai Analis Kebijakan
  2. Putry Isti Syaprilida sebagai Analis Kebijakan
  3. Heru Kurniawan sebagai Analis Kebijakan
  4. Dita Lestari sebagai Perencana
  5. Wahyuning Nuraeni sebagai Perencana
  6. Galih Ayu Herawati sebagai Perencana
  7. Sucia Febriyanti sebagai Pranata Sumber Daya Manusia Aparatur
  8. Ria Resti Sarfiani sebagai Pranata Komputer

(Penulis Kurniatun K/Edit Timker Humdatin)

Melalui Transformasi, Bersama Kita Maju

Jakarta– Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengadakan townhall mengikutsertakan pimpinan dan pegawai bertajuk “Melalui Transformasi, Bersama Kita Maju”. Acara dihelat Jumat (1/12). Hadir Kepala BKPK Syarifah Liza Munira dan Sekretaris BKPK Nana Mulyana beserta seluruh Kepala Pusat.

Nana Mulyana dalam laporannya menyampaikan bahwa acara townhall internal ini baru pertamakali diadakan. “Kegiatan ini dalam rangka mempererat silaturahmi dan memperkokoh komitmen kita sebagai bagian dari Kemenkes dalam melaksanakan transformasi kesehatan,” ungkap Sekretaris BKPK. Penggunaan baju putih dan celana jeans menurut Nana melambangkan semangat kerja tulus dan ikhlas sekaligus menunjukkan keleluasaan dalam bekerja. Dalam acara ini akan ada dialog antara pimpinan dan pegawai, penyampaian program para Champions BKPK dan pemilihan pegawai BKPK yang akan menerima penghargaan Hero Of The Month.

Pada sesi Leader’s Talk, Kepala BKPK menyatakan senang sekali adanya acara ini. Ditengah kesibukan dengan segala aktifitas dan rapat, masih dapat menyelenggarakan kegiatan ini. “Ini juga bukan yang terakhir,” jelas Liza Munira.

Liza menjelaskan sudah banyak capaian yang dihasilkan BKPK hingga saat ini. Antara lain mengawal pembahasan rancangan UU Kesehatan dimana BKPK ditugaskan untuk quality control dan clearing house sebelum ditetapkan. Hingga saat ini masih terus berproses pembahasan rancangan turunan Undang-undang Kesehatan tersebut.

Selanjutnya melakukan survei untuk melihat capaian pembangunan kesehatan. “Tahun lalu ada SSGI,” terang Liza. Tahun ini sedang bekerja keras bersama unit-unit di daerah menyelesaikan Survei Kesehatan Indonesia (SKI).

BKPK pada tahun 2022 juga melakukan Serosurvei yang digunakan sebagai pertimbangan pengambilan keputusan untuk mengakhiri PPKM dan transisi dari pandemi Covid-19 ke endemi. Pada bulan Oktober 2023 juga meluncurkan portal layanan data yang hasil datanya dapat didigunakan oleh para peneliti dan pakar.

Capaian lainnya adalah melaksanakan Townhall Pilar Pembiayaan Kesehatan dimana BKPK merupakan penanggung jawab dari pilar transformasi ini. BKPK juga sukses melaksanakan pertemuan internasional yaitu pertemuan tingkat pejabat senior dan Menteri Kesehatan G20 tahun 2022 dan Menteri Kesehatan ASEAN tahun 2022 dan tahun 2023.

Kepala BKPK menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kerja keras dan dedikasi semua pegawai dalam melaksanakan transformasi Kesehatan. “Ini tidak mudah,” terangnya lebih lanjut. Karena BKPK merupakan organisasi yang baru, banyak mengalami perubahan termasuk pegawai yang mengalami perubahan.

Sebagai tugas dari BKPK, Liza Munira berharap BKPK tidak hanya menghasilkan rekomendasi kebijakan namun mengawal dan memastikan bahwa rekomendasi kebijakan tersebut harus menjadi kebijakan yang keluar dari Kemenkes  untuk memenuhi kepentingan masyarakat.

Dalam rangka mewujudkan transformasi kesehatan diperlukan kerja keras dari semua pegawai namun tidak boleh mengorbankan kesehatan. Diperlukan work-smart dan work-life-balance agar  mampu bekerja dengan efektif, efisien, dan berkualitas. Oleh sebab itu BKPK menyiapkan berbagai fasilitas untuk menjaga kesehatan, kebugaran dan olahraga.

Dalam kesempatan townhall ini juga diberikan penghargaan Hero Of The Month kepada Miko Hananto (Pusat Kebijakan Kesehatan Global dan Teknologi Kesehatan), Ida Susanti (Pusat Kebijakan Sistem Ketahanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan), Muhammad Karyana (Pusat Kebijakan Upaya Kesehatan), Joko Purnomo (Sekretariat Badan), serta Dwi Antasari (Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Desentralisasi Kesehatan). Acara ditutup dengan pentas seni dan hiburan musik. (Penulis Fachrudin Ali/Edit Timker Humdatin)

Indonesia, Tamu Kehormatan pada Pameran Sains dan Teknologi Internasional di Tiongkok

Mianyang, Sichuan RRT– Indonesia menjadi tamu kehormatan pada 11th China (Mianyang) Science & Technology City International High-Tech Expo di Kota Mianyang, Provinsi Sichuan, Tiongkok.

Pameran diselenggarakan pada tanggal 22-26 November 2023 dengan mengusung tema “Lead by Science and Technology—Innovation, Transformation, Open-up and Cooperation”. Dalam pameran tersebut Indonesia ditunjuk sebagai negara tamu kehormatan dalam rangka memperingati 10 tahun kerja sama strategis Indonesia dan Tiongkok dan merupakan salah satu tindak lanjut hasil pertemuan Presiden Jokowi dengan Presiden Xi Jinping di Chengdu bulan Juli lalu.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam kesempatan mengunjungi pameran menyampaikan, “Melihat sejarah, Tiongkok dan Indonesia telah menjadi saudara selama berabad-abad melalui aktivitas perdagangan, pertukaran budaya, dan diplomasi bilateral”. Berdasarkan data Bea Cukai China, sepanjang Januari – September 2023, total nilai perdagangan kedua negara mencapai USD 103,21 miliar. “Dengan semangat komitmen dan solidaritas, kita akan mampu memperkuat kerja sama untuk memperjuangkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, serta mengundang masyarakat Tiongkok unutk berinvestasi pada kesehatan masyarakat Indonesia terutama pengembangan teknologi kedokteran Indonesia” ujar Menkes Budi dalam sambutan pembukaan Paviliun tanggal 22 November 2023.

Sore harinya, Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin melakukan pertemuan bilateral dengan Cao Lijun, Anggota Komite CPC Provinsi Sichuan dan Sekretaris Jenderal CPC Kota Mianyang. Dalam kesempatan tersebut dibahas potensi kerja sama Indonesia dan Tiongkok, khususnya Provinsi Sichuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kunjungan kerja dilanjutkan pada hari berikutnya di Rumah Sakit (RS) Zhongshan di Shanghai merupakan salah satu RS terbaik milik Kemenkes RRT selain RS Militer. Delegasi Indonesia melihat adanya potensi kolaborasi untuk dokter indonesia belajar di RS tersebut melalui kerjasama antar business (B to B) maupun pemerintah (G to G).

Kunjungan hari terakhir ke China National GeneBank (CNGB) milik pemerintah RRT dan dioperasikan secara independen oleh BGI-Research di bawah bimbingan dan pengawasan State High-Tech Industrial Innovation Center, Shenzhen. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka kolaborasi Pengembangan National Gene Bank di Indonesia. (Penulis Sigit Purwonugroho, Pusjak KGTK/Edit Timker Humdatin)

Waspada Low Back Pain Saat Bekerja

Sumber Foto Freepik

Bekerja seharian dengan posisi duduk berjam-jam di depan komputer tentu sudah menjadi makanan sehari-hari pekerja kantoran. Namun, kondisi ini acapkali menimbulkan rasa lelah dan ketegangan otot di area sekitar punggung.

Posisi duduk yang kurang tepat dan tidak ergonomis ketika bekerja dapat menyebabkan ketegangan otot dan rasa nyeri punggung bawah atau low back pain. Tanpa disadari, perilaku menekuk (membungkuk), posisi kepala tidak tegak, pandangan selalu ke bawah, dan pola kerja yang monoton seringkali dilakukan saat bekerja. Padahal semua aktivitas itu dapat menjadi pemicu terjadinya low back pain.

Tak hanya itu, kondisi ini dapat juga dipengaruhi oleh beberapa faktor lain seperti usia, jenis kelamin, kebiasaan duduk, kondisi tulang belakang yang tidak normal, atau penyakit tertentu seperti penyakit degenaratif.

Sebagai langkah awal pencegahan sekaligus agar meringankan gejalanya, dapat dilakukan beberapa aktivitas yang membantu. Misalnya dengan tetap mempertahankan postur tubuh yang benar selama bekerja dan melakukan peregangan setelah duduk dalam jangka waktu lama.

Melakukan olahraga rutin juga dianjurkan, terutama jenis olahraga yang dapat melatih otot punggung seperti yoga, pilates, jalan kaki, dan berenang.

Selain itu, perlu hindari mengangkat beban berat yang dapat mencederai otot. Berendam di air hangat dapat menjadi pilihan saat tiba di rumah setelah seharian bekerja. Selain meredakan rasa nyeri, aktivitas ini juga dapat menghindarkan dari stres.

Menerapkan gaya hidup sehat serta istirahat yang cukup juga perlu dilakukan. Selanjutnya, jangan lupa periksakan diri ke dokter apabila rasa nyeri yang dirasakan tidak kunjung reda.

Penulis Ripsidasiona

Rangkaian Kegiatan HLOM Kesebelas APRFHE Resmi Ditutup

Jakarta-– Hari ini (23/11), rangkaian kegiatan High Level Official Meeting (HLOM) ke-11 dari Asia Pacific Regional Forum on Health and Environment (APRFHE) secara resmi ditutup dengan kunjungan para delegasi ke Taman Wisata Alam Mangrove Kapuk Jakarta.

Para delegasi, yang terdiri dari 125 perwakilan dari 10 negara anggota dan non-anggota serta Sekretariat APRFHE, mengakhiri serangkaian kegiatan yang berlangsung selama dua hari, dimulai dari 22 hingga 23 November 2023 di Pantai Indah Kapuk Jakarta. Kunjungan ke Taman Wisata Alam Mangrove di Kapuk bertujuan untuk memperdalam pengalaman konservasi alam, melibatkan diri dalam penanaman mangrove, dan menikmati pesiar dengan speedboat sambil menikmati pemandangan.

APRFHE adalah forum diskusi yang menjadi wadah bagi pembahasan kebijakan dan intervensi di bidang kesehatan dan lingkungan, baik pada tingkat nasional maupun regional. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesehatan dan lingkungan, sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Indonesia memiliki kehormatan menjadi ketua APRFHE untuk periode 2020-2024, sesuai dengan kesepakatan yang dihasilkan dalam Ministerial Meeting di Manila, Filipina, pada tahun 2016.

Dalam penutupan HLOM ke-11 APRFHE, perwakilan Sekretariat APRFHE dari UNEP, Mitsugu Saito, menekankan pentingnya kolaborasi untuk mendukung forum regional di masa mendatang. Ia juga menggarisbawahi peran yang dimainkan oleh ketua dan wakil ketua APRFHE, termasuk sebagai tuan rumah pelaksanaan APRFHE.  “Negara yang belum pernah menjadi tuan rumah, dikarenakan kesiapan logistik, sebaiknya dapat berkolaborasi dengan pihak lain untuk mempersiapkan logistik,” ujar Mitsugu Saito.

Perwakilan Sekretariat APRFHE dari WHO, Nasir Hassan, memberikan apresiasi terhadap keberhasilan penyelenggaraan APRFHE ke-11 oleh Indonesia. “Pertemuan ini menghasilkan rekomendasi yang sangat berguna, khususnya terkait forum regional. Selamat kepada Indonesia atas kesuksesan penyelenggaraan APRFHE ke-11. Mari kita terus semangat untuk mencapai tujuan bersama,” kata Nasir Hassan.

HLOM ke-11 APRFHE memberikan informasi mendalam tentang isu-isu penting di bidang kesehatan dan lingkungan, baik di tingkat nasional, internasional, maupun regional. Kebutuhan untuk meningkatkan kolaborasi antarnegara, terutama terkait anggaran, menjadi salah satu poin yang diangkat.

Forum HLOM ke-11 mendukung inisiatif Indonesia untuk menambahkan Technical Working Group (TWG) One Health di bawah COP28 dan memperbincangkan isu kesehatan dan lingkungan yang krusial.

Kesepakatan untuk TWG harus segera direvisi, dan proposal yang sudah diajukan oleh Sekretariat WHO dan UNEP perlu dipertimbangkan kembali untuk mendapatkan persetujuan. TWG diharapkan mengadakan pertemuan tatap muka minimal satu kali dalam setahun selama tiga tahun. Semua kegiatan TWG, termasuk keanggotaan, pertemuan, dan pendanaan yang mendukung kerjanya, harus diketahui oleh Sekretariat APRFHE.

Proses pemilihan ketua APRFHE untuk periode berikutnya akan dilaksanakan pada HLOM-12 tahun 2024. Indonesia mengusulkan agar pemilihan ketua bersifat sukarela tanpa batasan bagi anggota lama atau baru. Durasi keketuaan selama 5 tahun juga dianggap terlalu panjang, dan hal ini akan dipertimbangkan kembali pada pertemuan tingkat menteri berikutnya.

Selama kepemimpinan Indonesia, rangkaian pertemuan akan dilaksanakan secara berkala, mencakup 2 kali pertemuan High-Level Official Meeting, 1 kali Ministerial Meeting, termasuk pelaksanaan TWG Meeting dan Scientific Panel Meeting.

Direktur Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Anas Ma’ruf, secara resmi menutup HLOM ke-11 APRFHE dengan menyampaikan pesan Mahatma Gandhi, “Nasib masa depan tergantung pada apa yang kita lakukan hari ini.” Anas Ma’ruf juga menyoroti rekomendasi untuk melakukan restrukturisasi tata kelola pemerintah dengan memperkuat kolaborasi dan mempertahankan komitmen bersama, serta memprioritaskan kesejahteraan masyarakat. (Penulis Yuliana/Edit DZ)

12,541FansLike
3,200,000FollowersFollow
4,251,000FollowersFollow
3,251,580FollowersFollow
9,320SubscribersSubscribe