web analytics
Header Ads
Beranda Blog Halaman 41

Kolaborasi Kemenkes dan KLHK dalam Penyelenggaraan APRFHE ke – 11

Jakarta – Pertemuan Pejabat Tingkat Tinggi Kesebelas Forum Regional Asia-Pasifik untuk Kesehatan dan Lingkungan Hidup dengan tema “Peran Kesehatan dan Lingkungan Strategis dalam Pembangunan Nasional Untuk Mencapai SDGs” diselenggarakan Kementerian Kesehatan RI berkolaborasi dengan Kementerian Lingkungan dan Kehutanan RI secara hybrid pada 22 – 23 November 2023 di Jakarta. Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono membuka acara secara resmi pada Rabu (22/11).

“Hubungan antara perubahan iklim dan kesehatan sudah tidak diragukan lagi, peran kita untuk berkomitmen dan melakukan tindakan nyata secara bersama-sama demi keberlanjutan kesehatan dan bumi kita” ujar Wamenkes Dante Saksono.

Peran Indonesia sebagai Ketua Kelima Asia Pasific Regional Forum On Health and Environment (APRFHE) periode tahun 2020 -2024, yakni menyelaraskan kesehatan dan lingkungan sebagai pusat pembangunan nasional. APRFHE kesebelas ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran dan dampak dari forum ini ditingkat nasional, regional dan internasional.

Pertemuan ini juga membahas bidang teknis yang relevan dan mekanisme koordinasi yang selaras dengan prioritas global dalam kesehatan manusia dan lingkungan selain mempersiapkan pertemuan pejabat tingkat tinggi keduabelas pada tahun 2024.

Wamenkes Dante Saksono menyampaikan saat ini bumi mengalami kenaikan suhu global rata-rata sebesar lima derajat celsius akibat ulah manusia. Jika kenaikan suhu global terus diabaikan, kemungkinan bumi mengalami panas lebih tinggi dengan konsekuensi yang tidak dapat dipulihkan yang dapat menyebabkan masalah kesehatan.

Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK Sigit Reliantoro yang menyampaikan sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menyebutkan bahwa pertemuan ini meningkatkan kerja sama yang lebih kuat dan kolaborasi diantara negara-negara anggota. Hal itu telah mempertahankan tingkat kerja sama yang efektif dengan mengintensifkan dinamika, berbagi pengetahuan dan praktik terbaik.

“Dengan mendasari perlunya tindakan kolektif yang lebih kuat dan kolaborasi dengan melakukan semua hal dalam menghadapi berbagai tantangan seperti dimasa pandemik COVID-19. Kita perlu mempertimbangkan dan mengevaluasi dengan cermat masalah kesehatan sederhana apa yang dapat diterapkan pada faktor lingkungan dan sebaliknya,” ungkap Sigit Reliantoro

Perwakilan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sekaligus Sekretaris Internasional untuk APRFHE Momoe Takeuchi menyampaikan dengan memanfaatkan kekuatan dan kumpulan keahlian didunia ini, akan memiliki potensi bukan hanya untuk mengatasi tantangan lingkungan dan kesehatan yang dihadapi oleh penduduk Asia-Pasifik, tetapi juga memberikan kontribusi yang substansial dalam skala global. Hal ini dapat mencegah kematian secara global dan mempromosikan kesehatan serta kesejahteraan yang berkelanjutan di seluruh dunia.

“Kami berkomitmen untuk memberikan dukungan teknis dan keahlian kepada forum serta memobilisasi sumber daya untuk meningkatkan upaya kolektif kita, khususnya dalam bidang kesehatan dan lingkungan,” jelas Momoe.

Pertemuan ini membahas hal-hal yang selaras dengan kelompok kerja tematik dan akan direvitalisasi. Bahkan penyederhanaan jumlah kerja tematik untuk meningkatkan fokus saat implementasinya. Output berupa rekomendasi untuk memperbarui rencana kerja APRFHE, aktivitas kelompok kerja tematik APRFHE, persetujuan tata kelola, dan hal-hal operasional serta mekanisme jaringan pengetahuan.

Direktur The United Nations Environment Programme (UNEP) untuk Asia Pasifik Marlene Nilsson memberikan apresiasi terhadap Pemerintah Indonesia atas dukungan terhadap forum APRFHE, serta komitmen dan kepemimpinan yang ditunjukkan oleh para anggota regional dalam kolaborasi antara sektor kesehatan dan lingkungan, baik di tingkat regional maupun nasional. Indonesia juga telah mengambil langkah menuju pendekatan One Health dengan mengatasi deforestasi melalui inisiatif seperti moratorium pembukaan lahan baru untuk area lahan yang dikonversi. Selain itu, telah ada upaya yang dilakukan untuk mengurangi polusi udara di kota-kota besar melalui langkah-langkah seperti sumber energi yang lebih bersih dan peningkatan penggunaan transportasi umum.

“Pendekatan holistik dan terintegrasi diperlukan untuk memastikan kesehatan masyarakat sekaligus mengatasi krisis yang saling terkait. Pendekatan ini membutuhkan keterlibatan dari berbagai sektor, termasuk kesehatan, lingkungan, pertanian, dan lain-lain” tutur Marlene Nilsson

APRFHE dihadiri oleh Kementerian Kesehatan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta delegasi dari lima puluh satu negara,. Hadir perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNEP. (Penulis Yuliana)

Malas Gerak Tingkatkan Kegemukan dan Risiko Penyakit

Obesitas merupakan penyakit. Ada banyak faktor yang dapat membuat orang berisiko lebih tinggi mengalami obesitas yakni faktor biologi, genetik, kesehatan mental, akses ke perawatan kesehatan, dan paparan makanan yang diproses secara berlebihan, seperti menambahkan perisa, gula, lemak, atau pengawet makanan berbahan kimia (ultra processed), serta makanan yang tidak sehat (unhealthy foods).

Individu dengan obesitas menempatkan orang tersebut pada risiko yang lebih tinggi terkena penyakit jantung, diabetes, dan beberapa jenis kanker.

World Health Organization (WHO) menyatakan obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di negara maju maupun negara berkembang. Obesitas merupakan kondisi adanya penumpukan lemak tubuh yang berlebih, sehingga berat badan seseorang jauh di atas normal dan dapat membahayakan kesehatan.

Obesitas sentral menurut Nurkotimah dkk dalam jurnal Media Litbangkes, Vol. 29 No. 3 yang terbit di bulan September 2019 dianggap lebih baik dalam menilai tingkat obesitas dibandingkan menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT). Mengutip laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 obesitas sentral atau obesitas abdominal adalah kumpulan lemak abdominal berlebih yang terdapat di daerah abdomen atau perut. Batasan obesitas sentral adalah jika nilai lingkar perut pada laki-laki lebih besar dari 90 cm dan di kalangan perempuan lebih besar dari 80 cm.

Berdasarkan hasil Riskesdas 2018 dengan melakukan pengukuran lingkar perut pada penduduk dewasa berusia 15 tahun ke atas, diperoleh data 1 dari 3 orang Indonesia menderita obesitas sentral.

Hasil penelitian Sudikno dkk yang dimuat di Jurnal Gizi Indonesia (2018) menggunakan data Studi Kohor Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular (FRPTM) dengan memantau populasi penelitian yakni semua anggota rumah tangga berumur 25 tahun ke atas di 5 kelurahan dari 11 kelurahan di Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, yaitu Kebon Kalapa, Babakan Pasar, Babakan, Ciwaringin dan Panaragan selama 6 tahun. Dari pantauan tersebut diperoleh hasil bahwa faktor risiko terjadinya obesitas sentral pada orang dewasa adalah jenis kelamin, kelompok umur, status kawin, dan aktivitas fisik. Subjek perempuan dengan aktivitas fisik kurang nyatanya lebih cepat mengalami obesitas sentral dibandingkan subjek laki-laki dengan aktivitas fisik kurang. Untuk itu, disarankan dilakukannya pencegahan obesitas sentral pada orang dewasa melalui pemenuhan aktivitas fisik yang cukup dan mempertahankan berat badan normal.

Kemenkes RI telah gencar menggalakkan program Gerakan masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Gerakan Masyarakat Hidup Sehat merupakan tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan, dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Salah satu kegiatan yang digalakkan adalah peningkatan aktivitas fisik. Berdasarkan panduan GERMAS, aktivitas fisik diartikan sebagai gerakan tubuh yang melibatkan otot rangka dan mengakibatkan pengeluaran energi. Aktivitas fisik dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, paling sedikit dengan durasi 30 menit setiap harinya. Kegiatan banyak duduk sebaiknya dibatasi, seperti menonton TV, main gim dan komputer, apalagi bersamaan waktunya dengan makan makanan kudapan yang manis, asin dan berminyak.

Kemenkes menganjurkan masyarakat saat di rumah melakukan pekerjaan rumah seperti menyapu, mencuci, berkebun, dan menemani anak bermain. Di tempat kerja tetap rutin berolahraga dan melakukan peregangan di sela jam kerja. Perbanyak kegiatan berjalan.

Saat dalam perjalanan dapat memarkir kendaraan agak jauh dari lokasi kantor agar dapat melanjutkan dengan berjalan, berhenti untuk peregangan dalam perjalanan jarak jauh atau mengalami kemacetan serta melakukan peregangan di dalam mobil dan bis. Ingat jangan malas untuk bergerak untuk meningkatkan aktivitas fisik. Kemalasan dapat membawa masalah kesehatan, salah satunya kematian.

Fachrudin Ali Ahmad (Pranata Humas Ahli Madya BKPK)

Kunjungan Bank Dunia ke Puskesmas Setiabudi

Jakarta– Senin (20/11), Puskesmas Kecamatan Setiabudi Jakarta Selatan menerima kunjungan perwakilan Bank Dunia. Tujuan kunjungan kali ini adalah untuk melihat secara langsung pelaksanaan kegiatan yang didukung oleh portfolio Program Nutrisi dan Kesehatan Bank Dunia Indonesia di Puskesmas serta memahami proses yang dilakukan selama ini. Selain itu juga untuk memahami akses terhadap layanan kesehatan primer, pemanfaatannya dan tantangan yang dihadapi melalui interaksi dengan penerima manfaat dan petugas kesehatan.

Perwakilan Bank Dunia yang berkunjung adalah Alberto Rodriguez (Direktur Regional Pembangunan Manusia Wilayah Asia Timur dan Pasifik), Achim Daniel Schmilen (Pimpinan Program Pembangunan Manusia Wilayah Indonesia dan Timor Leste), Ronald Upenyu Mutasa (Manajer Praktik Kesehatan, Nutrisi dan Populasi wilayah Asia Timur dan Pasifik), dan Somil Nagpal (Spesialis Kesehatan Senior dan Pimpinan Klaster Program Nutrisi dan Kesehatan Wilayah Indonesia dan Timor Leste).

Kepala Puskesmas Kecamatan Setiabudi, Gafar Hartatiyanto menyambut kedatangan tamu didampingi beberapa staf. Tinjuan dimulai dari ruang layanan 24 jam dan gawat darurat, selanjutnya rombongan mengarah ke Ruang Persalinan sebagai bagian dari layanan Ibu dan Anak. Sembari menggali informasi mengenai layanan ini, para tamu menyempatkan melihat layanan USG dan ruang pemeriksaaan ibu hamil.

Para tamu juga mengunjungi layanan imunisasi dan layanan konsultasi gizi. Disini, para tamu menanyakan apakah vaksin tersimpan dengan baik, bagaimana pelaporannya, dan seperti apa laporannya di aplikasi SMILE. Sementara di klinik gizi, perwakilan Bank Dunia menanyakan penanganan stunting sebagai satu kordinasi. dr. Prisiana selaku Pelaksana Tugas Kepala Sub Bagian Tata Usaha Puskesmas menjelaskan dengan lengkap setiap pertanyaan yang diajukan.

Terkait layanan imunisasi, para tamu mendapatkan penjelasan dari dr. Utami Wulandari bahwa Puskesmas Kecamatan Setiabudi melaksanakan imunisasi dasar lengkap, HPV dan rencananya ada tambahan Rotavirus di tahun ini.

Rombongan menyempatkan melihat aplikasi PCare yang dijalankan Puskesmas. Sambil melihat cara kerja aplikasi tersebut, para tamu menanyakan jumlah warga yang dilayani Puskesmas Kecamatan Setiabudi.

Pengelolaan kegiatan dan pelayanan yang dilakukan oleh Puskesmas juga dijelaskan dengan lengkap seperti cara melakukan screening penyakit tidak menular dan pelaksanaannya di lapangan.

Puskesmas Kecamatan Setiabudi memiliki gedung empat lantai dan pelayanan kesehatan yang diberikan antara lain layanan ISPA, layanan TBC dan kusta, pemeriksaan penyakit tidak menular, kesehatan gigi dan mulut, pemeriksaan lansia, pemeriksaaan kesehatan jiwa dan psikologi. (Penulis KK)

Capacity Building HTA

Jakarta— Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Desentralisasi Kesehatan (Pusjak PDK) Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama Universitas Gadjah Mada selaku agen HTA dan The Medicines, Technologies, and Pharmaceutical Services (MTaPS) USAID dan melaksanakan Capacity Building Health Technology Assessment (HTA)dengan mengusung tema Metode Pemodelan dan Kalibrasi Evaluasi Ekonomi Pemberian Trastuzumab Adjuvan untuk Kanker Payudara Stadium Dini HER2-positif. Kegiatan ini dapat terselenggara atas dukungan dari World Health Organization (WHO).

Acara peningkatan kapasitas ini dibuka oleh Pusjak PDK Kemenkes, yang diwakili oleh Ketua Tim Kerja Kebijakan HTA, Lusiana Siti Masytoh pada hari Rabu (1/11). Acara dihadiri oleh Kementerian Kesehatan, Agen HTA dan perwakilan Universitas, seperti CEEBM RSCM, CHEPS FKM Universitas Indonesia, Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, CHES Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Airlangga, Universitas Padjadjaran, Universitas Negeri Sebelas Maret, Universitas Diponegoro, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Sriwijaya, dan perwakilan mitra pembangunan (WHO dan USAID-MTaPS).

Tujuan peningkatan kapasitas HTA ini adalah untuk memberikan gambaran pelaksanaan HTA kepada agen HTA lainnya, serta meningkatkan kapasitas agen HTA dalam hal pemodelan dan penerapan Real World Data (RWD). Selain membahas pelaksanaan HTA secara umum, juga disampaikan gambaran evaluasi ekonomi, systematic review dan meta-analysis, costing, kalibrasi probabilitas transisi markov model, serta budget impact analysis.

Pelaksanaan kalibrasi pada pelaksanaan HTA Evaluasi Ekonomi Pemberian Trastuzumab Adjuvan pada Pasien Kanker Payudara Stadium Dini HER2-positif merupakan suatu terobosan baru dalam pelaksanaan HTA di Indonesia. Dalam pelaksanaan kalibrasi tersebut menggunakan data kesintasan yang diperoleh dari data registri kanker Indonesia. Pelaksanaan kalibrasi ini merupakan suatu upaya yang dianggap penting dan berpeluang untuk dapat dilaksanakan pada pelaksanaan HTA selanjutnya karena selaras dengan tujuannya untuk lebih dapat menghasilkan luaran HTA yang mendekati dengan kondisi pasien Indonesia.

Seiring dengan meningkatnya jumlah permintaan HTA di Indonesia, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas agen HTA serta dapat menjaring universitas yang tertarik untuk menjadi agen HTA di Indonesia. (Pusjak PDK BKPK)

Mewujudkan Transformasi Kesehatan Mencapai Indonesia Maju

Jakarta– Kementerian Kesehatan RI menggelar upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang ke-59 tahun 2023. Acara berlangsung di lapangan upacara kantor Kementerian Kesehatan pada Senin (13/11). Peserta upacara terdiri dari Unit Utama, dan UPT Kementerian Kesehatan yang ada di Jakarta.

Dalam acara ini, Sekretaris Jenderal Kunta Wibawa Dasa Nugraha bertindak sebagai Inspektur upacara. Saat membacakan sambutan Menteri Kesehatan, Sekjen Kunta mengatakan Indonesia tengah mengalami bonus demografi yang hanya terjadi satu kali dalam peradaban sebuah negara.

“Kita, bangsa Indonesia, harus bekerja keras memanfaatkan peluang ini sebagai momentum Indonesia lolos dari middle income trap, menjadi negara berpendapatan tinggi, serta mencapai visi Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.

Untuk itu, manusia Indonesia harus sehat dan cerdas. Hal ini menjadi kunci mencapai masa keemasan tersebut. Karenanya, tema HKN Ke-59 tahun 2023 yaitu Transformasi Kesehatan untuk Indonesia Maju.

Enam pilar transformasi kesehatan penopang sistem kesehatan Indonesia harus dibangun bersama dan terus menerus sebagaimana amanat yang terdapat dalam UUD 1945 ‘Setiap orang berhak memperoleh pelayanan kesehatan dan negara bertanggung jawab terhadap penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan yang layak.

“Pasca disahkannya UU Nomor 17 tahun 2023 tentang kesehatan, pemerintah kini sedang menyusun rencana RIBK (Rencana Induk Bidang Kesehatan) yang berfungsi sebagai haluan bersama dalam upaya pembangunan kesehatan di seluruh Indonesia,” terang Sekjen Kunta.

Sekjen Kunta juga berpesan RIBK diacu oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam merencanakan, menganggarkan, dan mengimplementasikan program kesehatan di wilayah masing-masing.

Sekjen melanjutkan, enam pilar transformasi kesehatan dapat ditegakkan untuk perubahan yang lebih baik apabila ada kolaborasi yang erat dan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat. Tidak kalah penting, transformasi kesehatan tidak akan terwujud tanpa transformasi budaya kerja para insan kesehatan.

“Sebagaimana yang sering disebut bapak menteri, pilar transformasi ke tujuh, nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK wajib kita hidupi untuk mewujudkan birokrasi yang akuntabel, lincah, professional, dan tidak korupsi serta melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” lanjut Sekjen Kunta.

Ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya juga disampaikan kepada segenap insan kesehatan yang telah berjuang tanpa mengenal lelah dalam melaksanakan pembangunan kesehatan Indonesia.

“Terima kasih kepada tenaga medis, tenaga kesehatan, tenaga pendukung kesehatan, LSM, swasta, media, profesional, akademisi, seluruh pegawai dan pejabat pemerintah pusat dan daerah serta tak lupa para kader, terima kasih! Dan terus semangat, sebab perjuangan kita belum selesai”, tutur Sekjen Kunta..

Transformasi Kesehatan adalah tonggak penting dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia menuju bangsa yang maju. Transformasi Kesehatan harus menjangkau ke seluruh penjuru Indonesia, tidak terkecuali di daerah terpencil, tertinggal, perbatasan, maupun kepulauan.

Dalam upacara HKN tersebut juga dilakukan pemberian penghargaan kepada aparatur sipil negara (ASN) berprestasi di lingkungan Kementerian Kesehatan tahun 2023 dengan tiga kategori yakni Inspiring Leader, The Future Leader dan Best Innovator. (Penulis Fachrudin Ali)

Mengenang Masa Kelam Pandemi Lewat Mini Museum COVID-19

Jakarta– Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) berpartisipasi dalam Festival Ayo Sehat melalui pameran Mini Museum COVID-19. Digelarnya pameran mini museum COVID-19 sebagai penyebarluasan informasi dan dokumentasi sejarah, perjuangan, kebijakan serta implementasinya saat pandemi COVID-19. Hal ini  menjadi bahan pembelajaran dalam menyusun kebijakan kesehatan kedepannya, terutama terkait transformasi sistem ketahanan kesehatan.

Pameran ini merupakan hasil kolaborasi antara BKPK dan institusi GLAM (Gallery, Library, Archive and Museum). GLAM adalah sebuah lembaga dokumentasi yang memiliki akses pengetahuan sebagai misinya.

Pameran mini museum COVID-19 terdiri dari beberapa zona yaitu Zona Pandemi Global, Zona Kebijakan, Zona Kolaborasi, Zona Indonesia Sehat, dan Zona Kilas Balik. Selain zona tersebut, tersedia area Bude Jamu, Layanan Informasi, Permainan Anak, serta penyampaian kesan dan pesan pengunjung.

Zona pandemi global menggambarkan terjadinya COVID-19 yang ada di dunia, zona kebijakan menampilkan dokumen kebijakan penanggulangan COVID-19 di Indonesia dan quote para tokoh/stakeholders bidang kesehatan. Zona Indonesia Sehat menampilkan gambaran perjuangan Indonesia bersama-sama dalam menghadapi krisis global yang ditampilkan dalam bentuk rangkaian video. Zona ini juga menampilkan penghargaan terkait COVID-19 dan prangko COVID-19.

Sementara itu, Zona Kolaborasi menceritakan kurun waktu kejadian COVID-19, mulai dari ditemukan kasus COVID-19 untuk pertama kalinya sampai berakhirnya pandemi COVID-19. Zona ini  menampilkan diorama Instalasi Gawat Darurat, laboratorium pemeriksaan COVID-19, serosurvey dan vaksin. Zona Kilas Balik menampilkan perjuangan dan kolaborasi Indonesia mengatasi pandemi COVID-19 dalam bentuk rangkaian foto.

Area Bugar dengan Jamu atau disingkat Bude Jamu menyuguhkan beberapa jenis jamu untuk kebugaran yang biasa dikonsumsi masyarakat saat masa pandemi COVID-19 untuk mencegah dan mengurangi risiko terpapar COVID-19 seperti jahe dan temulawak.

Area permainan menyuguhkan permainan ular tangga yang dapat dimainkan oleh pengunjung sebagai media edukasi COVID-19, display ilustrasi kartun COVID-19 dan adapula storytelling mengenai edukasi COVID-19 kepada pengunjung anak-anak.

Sementara area layanan informasi menyediakan layanan informasi COVID-19 dan buku-buku COVID-19.

Selepas pembukaan Ayo Sehat Festival pada Sabtu (11/11), Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin didampingi Sekretaris Jenderal, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat dan Kepala BKPK serta beberapa pejabat eselon 1 dan 2 lainnya mengunjungi mini museum.

Sekjen Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugraha saat kedua kalinya berkunjung pada Minggu (12/11) menyampaikan adanya Mini Museum COVID-19 ini mengingatkan akan memori kelam pada saat pandemi. “Ini menjadi pelajaran bagi kita, apa saja kekurangan kita semasa itu sehingga bisa mempersiapkan lebih baik lagi agar nanti saat terjadi sesuatu lagi atau krisis lagi, kita jauh lebih siap,” ungkap Kunta lebih lanjut.

GLAM (Galery, Library, Archive dan Museum) dalam Penanggulangan Pandemi COVID-19 dan Pembangunan Kesehatan ditutup Minggu (12/11). (Penulis KK)

Talkshow GLAM dan JKN Turut Meriahkan Pameran HKN ke-59

Jakarta– Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) melaksanakan talkshow di Jakarta Convention Center pada Sabtu (11/11). Talkshow ini merupakan rangkaian kegiatan pameran HKN Ke-59 Tahun 2023 membahas dua tema yaitu Kolaborasi dan Peran GLAM (Galery, Library, Archive dan Museum) dalam Penanggulangan Pandemi COVID-19 dan Pembangunan Kesehatan. Tema kedua membahas pilar pembiayaan kesehatan yakni capaian Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

GLAM memberi manfaat bagi pembangunan kesehatan, karena menjadi sumber informasi yang dibutuhkan masyarakat. “Salah satu kementerian yang lengkap koleksi GLAM adalah Kemenkes, karena ada galeri di Percetakan Negara 23,” ujar Maman Suherman. Menurutnya Kemenkes memiliki perpustakaan, penataan arsip dan museum yang baik. Maman Suherman merupakan penulis sekaligus pembahas dalam acara ini.

Narasumber di acara talkshow GLAM adalah Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI Adin Bondar, dan Direktur Layanan dan Pemanfaatan, Arsip Nasional RI Eli Ruliawati serta Kepala Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Desentralisasi Kesehatan BKPK Kemenkes Yuli Farianti.

Peserta talkshow terdiri dari arsiparis, pustakawan, analis kebijakan, pengelola informasi dan pranata humas, pengelola museum serta masyarakat umum. Para peserta talkshow sangat antusias. Banyak pertanyaan yang diajukan kepada narasumber.

Tujuan talkshow ini adalah memberikan informasi dan edukasi, serta berbagi pengalaman kepada masyarakat terkait dengan GLAM dan manfaatnya terhadap pembangunan kesehatan. Selain itu memberi informasi terkait transformasi kesehatan mengenai pilar pembiayaan kesehatan khususnya program JKN.

Program JKN diharapkan masyarakat dapat mengikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Dengan adanya transformasi pembiayaan kesehatan diharapkan akan memberikan kemudahan dan keringanan bagi masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang dibutuhkan.

Kepala Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Desentralisasi Kesehatan BKPK Kemenkes menyampaikan bahwa JKN bersifat sosial sehingga seluruh masyarakat harus menyadari bahwa menjadi peserta JKN itu sangat penting. Hal ini karena kondisi sakit tidak dapat diprediksi. Untuk itu, biaya kesehatan dapat diatasi sejak awal. “JKN itu seperti sedia payung sebelum hujan,” tutur Yuli.

Pameran HKN secara resmi ditutup pada Sabtu (11/11). Dalam kesempatan rangkaian penutupan, BKPK memperoleh tiga penghargaan yakni BKPK sebagai Unit Utama dengan Nilai Kinerja Anggaran (NKA) Tertinggi ke-2 Tahun 2022, penghargaan bagi Sekretariat BKPK sebagai Unit Kerja Terbaik Peringkat III dalam Pemanfaatan Aplikasi SRIKANDI Kategori Kantor Pusat dan Unit Kearsipan dengan Nilai Pengawasan Kearsipan Internal Terbaik Peringkat III dengan memperoleh Kategori AA (Sangat Memuaskan). (Penulis Yuliana).

Menkes Berpesan Atur Pola Makan dan Olahraga

Jakarta– Festival Ayo Sehat menjadi salah satu rangkaian perayaan Hari Kesehatan Nasional ke-59 yang diadakan Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes). Acara digelar di area Stadion Akuatik Gelora Bung Karno selama dua hari hingga tanggal 12 November 2023. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membuka acara ini secara resmi pada Sabtu (11/11).

Kegiatan diisi dengan berbagai acara yang dikemas meriah dan menarik. Kegiatan-kegiatan tersebut diantaranya Family Gathering Kemenkes, Pameran Mini Museum dan Talkhow Kebijakan Penanggulangan Covid 19  dan Implementasinya, 5.9 Healthies Fun Run, Skrining Kesehatan, Senam Jantung, Senam Kardio, Jambore Kader Posyandu, Stand Up Komedi, Demo Masak, Drama Musical, Potluck Sehat, dan banyak kegiatan lainnya.

Festival Ayo Sehat diadakan sebagai ajang untuk edukasi masyarakat bahwa hidup sehat sangatlah penting. Festival Ayo Sehat dibagi dalam beberapa zona yaitu zona ibu hamil dan ibu menyusui, zona bayi dan balita, zona anak, zona remaja, zona dewasa, zona lanjut usia, dan zona olahraga

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Maria Endang Sumiwi menjelaskan Festival Ayo Sehat digelar dengan pendekatan siklus hidup manusia yang dimulai dari ibu hamil dan ibu menyusui, bayi dan balita, anak, remaja, usia dewasa, dan lanjut usia.

“Ini yang mendasari Ayo Sehat Festival, supaya setiap orang Indonesia dapat melalui tiap tahap kehidupannya dengan sehat,” tutur Maria Endang Sumiwi.

Setiap zona menyuguhkan kegiatan tersendiri yang sesuai dengan fase kehidupannya. Misalkan pada zona ibu hamil dan menyusui ada pemeriksaaan kehamilan dan pemeriksaan menggunakan alat USG, sementara zona kebugaran mengadakan berbagai kelas kebugaran

“Acara dan pemeriksaan kesehatan ini semuanya terbuka untuk umum dan gratis,” terang Maria.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam sambutannya menyampaikan hidup sehat jauh lebih baik, maka itu sangat perlu menjaga kesehatan. Hidup sehat itu mudah, cukup dengan mengatur 2 hal yaitu atur pola makan dan olahraga.

“Dalam agama saya, diajarkan sebelum kenyang harus berhenti makan dan berolahraga 30 menit dalam sehari, 5 kali dalam seminggu sampai kita wafat,” Kata Menkes Budi.

Menkes juga berpesan ke seluruh masyarakat agar menjaga kesehatan bukan hanya kesehatan fisik tetapi juga kesehatan mental.

“Kesehatan mental sedang tren, jangan lupa untuk senang-senang, dengerin musik, ngobrol dengan keluarga, dan juga rajin olahraga supaya jiwanya juga sehat,” pesan Menkes Budi.

Festival Ayo Sehat melibatkan 56 mitra mulai dari akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah daerah, dan media untuk berperan aktif dan berkolaborasi dalam memberikan dorongan promosi gaya hidup sehat. Setidaknya ada sebanyak 116 aktivitas selama festival berlangsung dua hari ini. (Penulis KK).

Semarak Pameran HKN 2023

Hari kedua penyelenggaraan Pameran Inovasi dan Teknologi Kesehatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Tahun 2023 berlangsung meriah. Selain menampilkan booth yang memamerkan berbagai produk dan inovasi di bidang kesehatan, diadakan acara talkshow mengangkat berbagai topik kesehatan. Hal ini sebagai media edukasi bagi masyarakat.

Terlihat sejumlah booth dipenuhi kerumunan pengunjung yang ingin mendapat informasi mengenai produk instansi/industri tertentu ataupun berpartisipasi dalam kuis yang ditawarkan penyelenggara. Salah satu yang menarik kerumunan pengunjung adalah booth Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK).

Dalam pameran yang bertajuk “Melesat Maju Menuju Resiliensi Kesehatan”, BKPK menampilkan informasi mengenai Transformasi Pembiayaan Kesehatan, Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023, Hasil Serosurvey Tahun 2023, Hasil SSGI tahun 2022 dan Kepemimpinan Indonesia dalam KTT ASEAN 2023 bidang kesehatan.

Untuk mengenalkan lebih dalam BKPK pada masyarakat, booth BKPK mengadakan kuis yang berisi informasi terkait tugas, fungsi dan hasil kinerja BKPK. Kuis diadakan dalam bentuk pertanyaan yang disediakan dalam box dan melalui layar monitor. Setiap peserta yang berhasil menjawab pertanyaan atau memenangkan kuis kahoot akan mendapat suvenir.

Tercatat ratusan pengunjung dari masyarakat umum yang berasal dari wilayah Jakarta, Depok, Bogor dan Tangerang mengisi daftar tamu dan berpartisipasi dalam kuis. Sebagai persyaratan partisipasi dalam kuis, pengunjung diminta untuk vote BKPK sebagai booth favorit dan mengikuti kanal media sosial BKPK.

Booth BKPK berada di jajaran unit utama Kemenkes dan industri kesehatan. Sejumlah booth terlihat berlomba-lomba untuk menarik sebanyak mungkin pengunjung dengan mengadakan kuis yang menawarkan berbagai suvenir yang menarik.

Selain itu, beberapa booth juga mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis seperti pemeriksaaan mata, pemeriksaan gula darah, pemeriksaaan kepadatan tulang, terapi akupunktur, deteksi dini penyakit tidak menular, deteksi dini kardiovaskular menggunakan NIVA, deteksi dini kanker serviks dengan IVA dan DNA HPV, deteksi dini kanker payudara menggunakan USG, unit mobile mamografi, dan donor darah. Kegiatan pameran diikuti oleh unit-unit utama Kemenkes, satuan-satuan kerja dibawah Kemenkes, sejumlah kementerian/lembaga lain, perguruan tinggi, dan pelaku industri. Dalam kesempatan ini diadakan pula pemberian penghargaan pada beberapa dinas kesehatan dan rumah sakit serta pemberian penghargaan Karya Anak Bangsa kepada inventor, industri dan start-up company di bidang farmasi dan alat kesehatan. (Penulis Kurniatun K)

Wapres Ma’ruf Amin Buka Pameran Inovasi dan Teknologi Kesehatan

Jakarta – Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres) Ma’ruf Amin membuka secara resmi Pameran Pembangunan Kesehatan dan Transformasi Kesehatan di Jakarta Convention Center (9/11). Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-59 tahun yang mengusung tema Melesat Maju Menuju Resiliensi Kesehatan. Kegiatan direncanakan berlangsung 3 hari hingga tanggal 11 November 2023.

Wapres menyampaikan inovasi dan teknologi kesehatan adalah peradaban masa depan. “Inovasi harus menjadi urat nadi transformasi kesehatan yang sedang kita jalankan,” ujarnya lebih lanjut.

Wapres menekankan sebagai negara besar yang kaya sumber daya alam dan manusia, maka harus selalu perkuat penguasaan teknologi sehingga Indonesia tidak tertinggal dalam bidang pembangunan dan kesehatan. Inovasi dan teknologi kesehatan akan menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang praktis, cepat dan mudah serta terjangkau. Simbiosis antara inovasi teknologi dan kesehatan akan melahirkan prinsip penting dalam pelayanan kesehatan yaitu efisiensi.

Acara dihadiri Menteri Kesehatan dan pejabat kementerian, lembaga pemerintah dan swasta, serta duta besar negara sahabat. Kegiatan menampilkan Pameran Inovasi dan Teknologi Kesehatan dalam Transformasi Kesehatan. Hal ini merupakan langkah kongkret yang dilakukan Kementerian Kesehatan dalam upaya meningkatkan ketahanan nasional atau resiliensi di bidang farmasi dan alat kesehatan.

Dalam kesempatan ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa pameran ini menjadi ajang informasi, edukasi, dan promosi hasil karya anak bangsa kepada masyarakat dan stakeholders. Ini dilakukan dalam upaya menggerakkan masyarakat untuk hidup sehat.

Pameran ini juga berkaitan dengan transformasi kesehatan secara keseluruhan. Belajar dari kasus pandemi COVID-19, Indonesia akan mengubah sistem kesehatan khususnya yang berkaitan dengan obat-obatan, vaksin dan alat kesehatan agar dapat diproduksi di dalam negeri. Hal ini merupakan upaya meningkatkan ketahanan nasional di bidang farmasi dan alat kesehatan.

”Hasil pencapaian tiga tahun terakhir Indonesia memiliki tiga perusahaan vaksin yang sudah bisa memproduksi vaksin didalam negeri,” ungkap Menkes. Selain itu, Indonesia juga mengurangi impor bahan baku obat sebesar sembilan puluh persen, karena bahan baku tersebut sudah bisa diproduksi didalam negeri.

Dalam pameran pembangunan kesehatan terdapat beberapa kegiatan antara lain peluncuran Tanaman Obat Indonesia Unggulan dan Peraturan Presiden (Perpres) Pengembangan dan Pemanfaatan Jamu. Harapan adanya Perpres Pengembangan dan Pemanfaatan Jamu, akan semakin banyak masyarakat yang mengkonsumsi jamu demi menjaga kesehatan.

Berdasarkan jumlah penderita penyakit hati di Indonesia yang cukup tinggi, maka Temulawak dipilih menjadi tanaman obat unggulan Indonesia karena kandungan temulawak bisa menjadi bahan baku obat untuk beberapa penyakit, serta memiliki berbagai khasiat lainnya, dan dapat diproduksi didalam negeri.

Pameran inovasi dan teknologi kesehatan menampilkan stand/booth hasil produk dalam negeri berupa sediaan farmasi dan alat kesehatan. Tersedia juga pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis. business matching dan business networking terkait pemenuhan kebutuhan alat kesehatan untuk berbagai program prioritas dan penjajakan potensi kerja sama ‘green industry’ pada sektor industri farmasi yang diikuti oleh entitas industri farmasi dan alat kesehatan nasional, para peneliti, serta mitra luar negeri.

Ada juga talkshow sebagai media edukasi kepada masyarakat, Pemberian  berbagai penghargaan Karya Anak Bangsa kepada Inventor, Industri dan Start-up Company di bidang Farmasi dan Alat Kesehatan. Selain itu diberikan penghargaan kepada beberapa dinas kesehatan dan rumah sakit. Pameran juga dilengkapi dengan acara hiburan berupa orkestra, live music, games dan doorpize.

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) ikut serta dalam pameran dengan menampilkan informasi antara lain seputar Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023, program Inovasi Pendanaan Kesehatan Tuberkulosis di Indonesia, capaian Transformasi Pendanaan Kesehatan, kegiatan KTT Asean Bidang Kesehatan, Serosurvei dan hasil Survei Status Gizi Indonesia Tahun 2022. (Penulis Yuliana)

12,541FansLike
3,200,000FollowersFollow
4,251,000FollowersFollow
3,251,580FollowersFollow
9,320SubscribersSubscribe